Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009

Bismillahir rahmaanir rahiim…


Publikasi Muslimah Entrepreneur KMMS

Read Full Post »

Orang-orang pada bertanya..

‘Mau jadi apa saya …’

Tidak sekolah

Yang penting saya bahagia

Yang penting saya ga nipu

Tidak menyusahkan orang lain

Menjalani apa adanya…

Kalimat-kalimat di atas merupakan lirik lagu yang dinyanyikan oleh seorang anak jalanan (walaupun mungkin ada salah redaksinya). Saya mendengarnya saat berada di angkot dan seorang anak kecil, kira-kira kelas 5-6 SD, menyanyikannya dengan menggunakan gitar kecilnya.

Saya terkaget saat lirik yang ia bawakan itu, tidak biasanya. Rata-rata pengamen, menyanyikan lagu yang sedang populer di ranah musik indonesia. Tapi yang ini original bikinan para musisi jalanan.

Entah bagaimana, saya tersentuh dengan lirik lagu itu. Begitu jujur dan bermakna. Coba kita perhatikan kalimat-kalimat demi kalimat. Semua memiliki arti yang mendalam. Mungkin syair di atas bisa mencerminkan kondisi anak jalanan saat ini, tapi mungkin juga tidak.

Terlepas dari itu, saya juga jadi ikut bertanya-bertanya pada diri, Apakah saat ini saya telah merasa bahagia dengan keadaan saya saat ini ? Apakah keberadaan saya ini membuat orang lain tidak nyaman ? Apakah saya telah mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya sampai saat ini ?

Mungkin jawabannya dapat dicari dan dilihat dari sikap saya sehari-hari dalam menjalani segala aktivitas saya. Saya takut keberadaan saya di sekitar teman-teman saya, membuat mereka tidak nyaman. Saya khawatir, saya tidak ikhlas dengan keadaan saya saat ini.

Akan tetapi diantara rasa takut dan khawatir, saya masih memiliki harapan dan impian. Harapan saya memiliki keikhlasan dan rasa syukur dalam keseharian saya dan impian akan kehadiran saya yang memberikan manfaat bagi orang lain,, dimana pun dan kapan pun saya berada.

Terima kasih kawan, atas lagunya…

Read Full Post »

Anne of Green Gables, adalah sebuah novel klasik yang telah berumur 100 tahun. Penulisnya adalah seanne-of-green-gablesorang wanita bernama Lucy M. Montgomery. Memperingati 100 tahun novel ini sejak tahun 1908, Mizan menerbitkannya untuk versi Indonesianya dan menjadikan novel itu berjumlah 512 halaman. Cukup tebal ,tapi sangat bagus novelnya.

Saya akan sedikit memberikan sinopsis dari novel yang bertemakan kasih sayang dan pengorbanan ini. Sesuai dengan judulnya, tokoh utamanya bernama Anne. Dia adalah seorang gadis kecil yatim piatu yang diadopsi oleh dua orang kakak adik yang bernama Marilla dan Matthew. Mereka berdua mengurus dan mendidik Anne yang pada saat itu masi berumur 11 tahun.

Yang menarik adalah karakter dari Anne. Ia adalah seorang gadis kecil yang memiliki kelebihan dalam hal imajinasinya. Kemampuan untuk membayangkan hal-hal sesuai yang diinginkannya sangat luar biasa. Bisa dibilang Anne sangat dominan dalam penggunaan otak kanannya.

Selain itu ia sangat suka ngomong. Bahkan di awal novel ini, dialog yang diucapkan Anne sangat panjang. Terkadang membuat saya agak kurang nyaman, karena seolah-olah Anne sedang berbicara dengan saya dan harus mendengarnya mengoceh dengan panjangnya.

Tapi banyak pelajaran yang dapat diambil dalam dialog antara Anne, Marilla, dan Matthew, serta tokoh2 lainnya. Sikap dan tingkah laku Anne dalam kisah ini juga membuat kita tergelitik dan kadang membuat kita gemes. Tapi itulah kekuatan dari tokoh Anne. Dia dapat membuat orang tertarik kepada dia, bahkan pembaca novel ini sekali pun.

Terlebih saat dia mulai beranjak dewasa, sikapnya semakin menunjukkan bahwa ia semakin dewasa dan bijaksana.

Aku sama sekali tidak berubah- tidak begitu. Aku hanya semakin matang dan berkembang. Diriku yang sebenarnya – di dalam sini – sama saja. Ke mana pun aku pergi atau seberapa besar perubahan fisikku, sama sekali tak akan ada perbedaan; di lubuk hatiku, aku akan selalu menjadi Anne kecilmu, yang akan mencintaimu dan Matthew, serta Green Gables tersayang, da ncintaku akan terus bertambah setiap hari dalam hidupku. “

Novel ini mengalir dengan indah, suasana latar kisah yang ditimbulkan membuat saya dapat membayangkan keindahan alam di Avonlea yang merupakan latar utama novel ini. Deskripsi tentang suasana alamiah di Avonlea dapat tergambar dengan jelas, sehingga saya merindukan untuk dapat menikmati suasana alam yang menyejukkan hati itu. Dialog-dialognya pun dituturkan dengan baik oleh Lucy.

Sampai di akhir novel, justru keindahannya semakin terasa, saat Anne beranjak dewasa. Tak bisa digambar dengan kata-kata. Saya menyukainya novel ini, walaupun menurut saya belum menjadi novel terbaik yang pernah saya baca. Tetapi, semua orang dapat menikmati keindahan novel ini.

Read Full Post »

Kawan, untuk semster 5 ini, nilai IP saya turun..lumayan cukup banyak turunnya. Agak kaget melihat hasil kuliah dan belajar saya di semester 5. Ternyata tidak sesuai harapan dan target saya.

Apakah saya terlalu santai sehingga tdk menyadari pentingnya mata kuliah pada semester ini ? Atau, saya terlalu sibuk sehingga terlalu mengabaikan amanah sebagai mahasiswa yang harus terus belajar ?

Tapi saya bersyukur, karena saya mengetahui rasanya nilai yang turun cukup jauh ini. Sehingga saya ga mau lagi merasakannya untuk yang kedua kalinya. Saya bersyukur, karena dengan perjuangan yang saya lakukan pada semester ini, ternyata tidak cukup untuk memenuhi target saya. Sehingga saya bisa mengetahui bahwa saya harus lebih kerja keras lagi.

Saya juga bersyukur, karena pernah merasakan jatuh dalam hal nilai ini, sehingga saya bisa membulatkan tekad untuk dapat bangkit kembali.

Saya beryukur kembali, karena Allah telah memberikan kesabaran kepada saya untuk tidak terlalu menyesali nilai yang saya peroleh ini.

Dan saya bersyukur dengan apa yang saya peroleh sekarang ini…

Alhamdulillah…

Read Full Post »

Ada kisah seorang shaleh yang bermimpi bertemu dengan syaitan. Dalam mimpinya dia melihat syaitan sedang berusaha menggoda dan mengajak orang-orang untuk mengikutinya. Dia melihat syaitan sedang menggunakan tali lasso untuk menarik orang yang tingkat keshalehannya rendah. Tali lasso yang digunakan berukuran kecil.

Untuk menarik orang shaleh, syaitan menggunakan tali lasso yang besar karena sulit untuk menggodanya. Dibutuhkan usaha ekstra bagi syaitan untuk mengajak orang shaleh ini dapat tergoda dengan rayuannya.

Lalu, si orang yang sedang bermimpi tadi bertanya ke syaitan tadi tentang tingkat keshalehan dirinya. Dia ingin tahu seberapa besar tali lasso yang digunakan si syaitan untuk menggoda si orang ini.

“ Kalau untuk menarik saya, seberapa besar tali lasso yang digunakan olehmu ? “ Si orang tadi penasaran ingin tahu.

“ Kalau kamu mau tahu, kamu ikut saya.. “ kata syaitan sambil berjalan.

Kemudian orang ini berjalan mengikuti si syaitan sampai 2 km panjangnya.

“ jadi seberapa besar tali lasso yang engkau gunakan untuk mengodaku “

“ Untuk menggoda dan mengajakmu saya tidak perlu tali lasso. Cukup dengan berkata saja kau udah mengikutiku sampai 2 km panjangnya. “

Ternyata, si orang yang sedang bermimpi ini, yang dia anggap sebagai orang shaleh, ternyata salah. Dia memiliki tingkat keshalehan yang rendah sekali, bahkan lebih rendah dari orang yang menggunakan tali lasso kecil.

Kawan, seberapa besar tingkat keshalehan kita saat ini? Apakah kita dengan mudah tergoda oleh rayuan syaitan ? Ataukah kita dapat berdiri dengan kokoh, tak terpengaruh bisakan-bisikan syaitan yang terkutuk..? Hanya Allah yang mengetahui, tapi kita bisa merasakannya…saat kita melakukan aktivitas kita..

Mari kita berlindung kepada Allah dari segala godaan syaitan yang terkutuk…!

Read Full Post »

Indahnya suasana kekeluargaan itu. Saling memahami, mengerti, empati terhadap perasaan orang lain, saling membantu dan bekerja sama. Saat ada anggota keluarga kita yang kurang semangat, kita datang dengan membawa harapan. Saat teman kita terlihat seperti menjauh, kita tak berperasangka buruk terhadap mereka, justru berusaha mendalami perasaan mereka dan berusaha mengerti.

Semakin banyak teman kita, maka keluarga kita pun semakin besar. Sangat menyenangkan punya anggota keluarga baru dan membuat kita ingin lebih mengenal mereka. Saat cocok, interaksi akan lebih sering terjadi. Jika kurang cocok, maka kita akan cenderung malas untuk berinteraksi dengan teman baru kita. Ini mungkin sifat dasar manuisa. Mereka akan saling cocok saat banyak kesamaan di antara mereka.

Saat saya suka bola, lalu bertemu dengan orang yang suka bola juga, apalagi klub kesayangannya sama, maka hampir dapat dipastikan interaksi akan mengalir. Ngobrol lebih enak dan santai. Akan tetapi bila dari awal sudah tidak cocok, agak lebih sulit untuk memulainya. Hal inilah yang membuat adanya komunitas-komunitas atau grup-grup.

Sebetulnya hal ini sangat wajar, mereka berkumpul dengan orang-orang yang sehati. Akan tetapi hal ini berpotensi munculnya konflik kecil-kecilan. Mengapa ? karena bagi kita yang menganggap orang-orang di luar kita adalah banyak perbedaan dengan kita, tidak sesuai dengan pribadi kita dan merasa kita yang paling benar, maka secara tidak langsung kita telah membuat suatu barrier dengan mereka. Sadar atau tidak sadar.

Yang menjadi masalah adalah karena pada awalnya kita sudah berperasangka yang kurang baik kepada teman-teman kita itu. Ibaratnya kedua pihak yang mungkin agak berjauhan itu hanya melihat kulitnya, tidak mencoba untuk melihat lebih dalam dan dengan lebih bijaksana. Perlu ada keaktifan diantara kedua belah pihak untuk memulai. Yang satu tidak hanya menunggu untuk didatangi, tetapi juga harus mau menjemput bola. Jangan merasa yang paling benar. Yang satunya lagi juga ga lantas langsung menjauh, tetapi mencoba melihat dengan cara pandang yang berbeda dan positif.

Kawan, Belum tentu kita lebih baik dari orang lain…

Tuhan melihat manusia dari hati hamba-hamba-Nya…

Tuhan menilai dari derajat ketakwaannya…

Read Full Post »

Pheew… Alhamdulillah akhirnya novel Maryamah Karpov dapat terselesaikan juga selama seminggu ini. Novelmaryamah-karpov1 setebal 502 halaman itu telah menyita perhatian saya untuk menikmatinya, meresapi makna yang terpendam di dalam novel itu. Apa yang saya rasakan setelah membaca novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini ? Adakah manfaat yang saya petik dari kalimat-kalimat yang tertuang dalam novel ini ?

Saya ingin mecoba melihat dari tampilan fisik novelnya dulu.. Covernya sangat menarik, bergambar perempuan yang sedang main biola, membuat penasaran pembaca.. apakah dia A ling ? A Ling adalah tokoh yang menjadi salah satu daya tarik para pembaca untuk membaca novel keempat ini. Ternyata perempuan itu bukan A Ling.. Dialah Nurmi.

Kertas yang digunakan juga menjadi kelebihan novel ini, karena membuatnya menjadi ringan dan terlihat elegan.

Setelah melihat penampilan fisiknya, baru saya mulai masuk ke tataran makna dari novel ini. Pertama, (more…)

Read Full Post »

Older Posts »