Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

Subhanallah. Inilah kata yang sangat tepat dan sangat pantas kuucapkan saat melihat pemandangan langit, sore ini. Kutatap tak sengaja langit itu. Walaupun tak sengaja, tetapi membuatku terpana. Sore itu menunjukkan kurang lebih pukul 18.10. Persis di depanku. Aku terus memandang ke arah langit itu yang terbentang luas di angkasa. Kaca mobil tak menghalangi ku untuk menikmati indahnya langit saat itu.

Oranye. Memancarkan cahaya maghrib yang menentramkan hati. Saat itu ku benar-benar merasa takjub dan luar biasa. Belum pernah ku melihatnya dengan sejernih ini. Oranye berpadu dengan sedikit kemerahan. Menjadikan langit itu begitu indah nan syahdu.

Saat kucoba menangkap dengan kameraku, ternyata kamera yang hanya buatan manusia itu tak mampu menangkap warna itu dengan baik. Malah mengaburkan warna oranye tadi. Kembali ku melihat dari sisi yang lain, oranye itu benar-benar memenuhi satu pandanganku. Begitu mempesona diriku. Subhanallah.

Inilah ciptaan-Nya yang Maha Kuasa. Membuatku menyadari bahwa luar biasa panorama yang dilukis-Nya. Membuatku semakin menyadari bahwa Dialah Zat Yang Maha Agung. Dia ciptakan alam ini beserta isinya dengan sempurna. Tidak ada cacat sedikipun.

Keindahan tadi seolah ingin mengembalikan semangatku untuk terus berusaha menikmati hidup ini. Ketentraman yang ku dapat sore itu, akan menjadi sebuah inspirasi bagiku untuk terus berkarya. Ketentraman itu, menjadikan hatiku tenang. Tenang menatap hari esok, karena ku yakin Allah bersama kita selalu, setiap saat.

Read Full Post »

Ada metode baru yang saya dapatkan ketika mengikuti seminar entrepreneurship pada hari selasa kemarin.  Metode ini tidak terkait secara langsung dengan dunia bisnis, tetapi lebih menyangkut kepada hal yang ada dalam diri kita pribadi. Ini adalah sebuah metode untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini kita lakukan.

Saya yakin, kita semua berharap kebiasaan-kebiasaan buruk itu dapat menghilang dari diri kita, pergi jauh tanpa pernah datang kembali. Kebiasan-kebiasaan itulah yang dapat menghambat  kita untuk menggapai cita-cita kita.

Kita ingin sekali untuk menghilangkan kebiasaan itu, tetapi sering kita merasa, “kok, sulit banget ya,,,udah berjanji,tapi kok muncul lagi, melakukan lagi, kena lagi,”

Nah, mudah-mudahan metode ini bisa membantu kita untuk menenggelamkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Bagaimana caranya ? ini dia caranya.

  1. Siapkan kertas selembar
  2. Tulis kebiasaan-kebiasaan buruk kita dalam kertas itu sebanyak-banyaknya. Tulis dengan sejujurnya. Tidak perlu orang lain tahu. Hanya diri kita dan Tuhan yang tahu. Tulis seolah-olah kita ingin mengeluarkan sesuatu yang buruk dari dalam kita. Keluarkan hal-hal yang negatif itu yang mungkin telah lama bersarang dalam diri kita. Tulislah kebiasaan itu yang mungkin melanggar norma sosial, hokum agama, ataupaun melanggar etika. Tulislah itu kesemuanya.
  3. Lalu, angkat dan genggamlah selembar kertas itu.
  4. Kemudian, remaslah hingga kertas itu menjadi lecek, rusak. Rasakan dalam diri kita bahwa kita ingin agar kebiasaan buruk itu remuk seiring dengan leceknya kertas itu.
  5. Selanjutnya taruhlah kertas itu di lantai dan injaklah… Injak dengan penuh keyakinan dan semangat bahwa kebiasaan itu akan rusak seiring dengan hancur leburnya kertas itu.
  6. Setelah itu buanglah remukan kertas itu ke dalam tempat sampah…sekarang tinggal ucapkan, “selamat tinggal kebiasaan burukku..”

Itulah caranya…lakukan dengan semangat… Tetapi belum selesai teman-teman…Ada satu tahap lagi, yaitu :

  1. Siapkan selembat kertas lagi yang baru
  2. Kali ini, tuliskan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan kita lakukan untuk menggantikan kebiasaan-kebiasaan buruk itu.. Tulislah dengan keyakinan, rasa optimis, dari hati sanubari yang terdalam. Tulis seolah-olah kita ingin sekali bersahabat dengan kebiasaan baik itu, menjadi teman yang senantiasa menemani dalam hari-hari kita.

Tulislah dengan kalimat berikut :

Hari ini saya (tulis nama masing-masing) berjanji untuk memulai kebiasaan baik saya, yaitu :

–          …..

–          …..

–          …..

  1. Setelah itu, deklarasikan dengan membacanya…bisa dihadapan teman ataupun dikaca.. keluarkan suara kita. Saksikanlah bahwa kita telah siap untuk mengubah kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan baik yang akan memberikan cahaya kebermaknaan dalam mengarungi kehidupan ini.

Nah, inilah yang kemarin saya lakukan bersama teman-teman yang lain yang mengikuti seminar itu. Mungkin ini bisa menjadi alternatif bagi kita untuk bisa memperbaiki diri kita dengan meng-install kebiasaan baik kita setiap hari. Jika kebiasaan buruk itu masih akan muncul kembali, maka lakukan lagi hal ini. Insya Allah kita bisa meredamnya lagi…

Semoga kebiasaan baik ini bisa konsisten kita lakukan dengan ikhlas…

Read Full Post »

Mau tips menulis dari Salim A. Fillah, seorang penulis buku best seller, seperti “Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan”, dan “Jalan Cinta Para pejuang” ? Ini dia kiat-kiat yang saya dapat saat mendengar penuturannya di Masjid Salman ITB setelah solat subuh.

Ada tiga kiat yang disampaikannya. Kang Salim menyebutnya sebagai tiga daya, yaitu :

  1. 1. Daya ketuk…

Sebuah tulisan yang baik, harus dapat mengetuk para pembacanya. Kata-kata yang disampaikan melalui sebuah tulisan itu harus dapat menggerakkan pembacanya. Pembaca merasa seperti ada sesuatu yang bergetar dalam dirinya setelah membaca untaian kalimat dalam sebuah tulisan itu. Walaupun singkat, kalimat itu mampu membangkitkan semangat para pembacanya. Walaupun hanya satu atau dua kata, ia mampu mengubah paradigm seseorang. Walaupun hanya sedikit ia mampun memberikan inspirasi bagi seorang yang membacanya.

Nah, bagaimana agar tulisan kita mempunyai daya ketuk, ternyata bahwa tulisan itu harus murni dan ikhlas dalam menyampaikannya. Tulisan itu berasal dari hatinya yang terdalam. Tulisan itu berasal dari gejolak perasaannya yang jujur. Tulisan itu berasal dari sanubarinya yang tidak pernah berbohong. Inilah yang membuat tulisan itu bisa menggerakkan seseorang, karena tulisan itu berasal dari hati. Menyambung dengan hal ini, Aa Gym pernah berkata, “Hati dapat diubah dengan hati.”

Jadi, sepertinya saya harus jujur dengan diri saya saat akan menulis. Jadi ketika tangan ini akan menggerakkan sebuah pena atau menekan tombol-tombol di keyboard, haruslah berasal dari sesuatu yang murni apa adanya. Haruslah berasal dari suatu keikhlasan. Mungkin sulit, tapi insya Allah kita bisa.

  1. 2. Daya isi

Ya, tulisan itu pun harus memiliki isinya. Artinya, tulisan yang baik itu dapat dipahami oleh para pembacanya dan dapat menambah wawasan serta ilmu baru baginya. Ketika kita membaca sebuah tulisan, adakah ilmu baru yang didapat, adakah hikmah baru yang dapat dipetik, adakah wawasan yang mencerahkan ? Nah, inilah pertanyaan yang dapat menjadi indikasi sebuah tulisan itu apakah sudah berisi atau belum.

Supaya tulisan kita berisi, maka Kang Salim mengatakan bawa kita harus juga banyak belajar. Menulis itu dapat membangkitkan semangat kita untuk terus belajar. Kita harus menambah ilmu yang ada pada diri kita. Karena, seperti yang dikatakan oleh pakar Membaca-Menulis, Hernowo, bahwa untuk menulis itu kita perlu membaca. Kenapa? Karena dengam membaca, ilmu kita bertambah, perbendaharaan kata akan semakin banyak, dan ini akan memudahkan kita dalam menulis. Semakin banyak ilmu, pengetahuan, serta wawasan, maka akan semakin berisi tulisan kita. Semakin kaya akan kata-kata, maka akan semakin mencerahkan tulisan itu.

Jadi, banyak-banyaklah membaca buku jika ingin tulisan kita semakin berisi…

  1. 3. Daya untuk menjelasakan

Kemampuan kita untuk menjelaskan atau memaparkan sesuatu dalam sebuah tulisan, merupakan salah satu modal untuk menghasilkan tulisan yang baik. Penggunaan kalimat serta gaya bahasa yang tepat sesuatu dengan pembacanya, maka akan semakin menjadikan tulisan kita baik dan dapat mudah dicerna.

Tambahkan kata-kata yang memang sesuai dengan kesukaan pembaca. Ada yang tipe auditorik, gunakan kata-kata seperti, “Mendengar, menyimak”, untuk tipe visual, kata-kata seperti, “Melihat, mengamati, memandang,”akan membuat nyaman pembacanya, serta tipe kinenstetik, gunakan kata-kata seperti, “merasakan, tersentuh,”

Untuk itu gabungkanlah ketiga macam kata-kata itu ke dalam tulisan kita, agar dapat dibaca dengan nyaman oleh para pembaca.

Demikianlah teman-teman tiga daya sebagai tips dari Kang Salim untuk kita-kita yang ingin menulis. Tips yang sudah tentu harus dipraktekkan dengan banyak latihan. Mari kita semua berlatih sebanyak-banyaknya agar tulisan kita dapat semakin baik dan berkualitas dari hari ke harinya.

Read Full Post »