Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2009

Bismillaahir rahmaanir rahiim…

Apa sih mengenal Allah itu? Atau buat apa sih kita mengenal Allah? Emmm…saya kan udah tahu Allah, ko harus belajar lagi tentang mengenal Allah ini? Emang, manfaat dari mengenal Allah itu apa ? Mungkin pertanyaan itu pernah atau sedang terlintas dalam pikiran kita saat ini.

Allah adalah Tuhan kita, Tuhan Pencipta jagat raya ini. Allah dengan sifat-sifat-Nya dalam asmaul husna. Tidak ada Tuhan selain Allah. Apa jadiinya jika ada dua tuhan ? Dunia ini bakal hancur. Yang satu ingin seperti ini,dan yang satu lagi punya aturan lain. Bisa-bisa dunia ini jadi terpecah belah tidak jelas. Ibaratnya dalam suatu organisasi ada dua ketuanya. Nah, bingung kan? Siapa yang akan kita ikuti, siapa yang akan kita patuhi. Atau dalam suatu negara ada dua presiden.. Ini lebih parah lagi. Rakyat akan kebingungan mau mengikuti siapa. Apa lagi dunia ini. Akan sangan tidak mungkin jika diatur dan diurus oleh dua atau lebih Tuhan. Jadi jelas bahwa Tuhan kita hanyalah Allah SWT.

Jadi saat kita semua tahu bahwa Allah itu adalah Tuhan kita, masa sih kita ga kenal dengan Allah ? Masa sih kita ga mau kenal dengan Zat yang telah Menciptakan kita ? Ibaratnya setelah kita lahir dari perut ibu kita, lantas kita ga mau kenal dengan ibu kita? (tentunya klo udah agak besar). Pasti kita akan mengenal ibu kita. Bahkan dalam perjalanan hidup kita, tanpa berkenalan langsung, kita udah kenal sendiri kan dengan ibu kita? Atau ada yang kenalan dulu dengan ibunya? “ Bu, boleh kenalan ga ? Nama saya …. “

Jadi, merupakan suatu hal yang penting untuk kita mengenal Allah , karena Dia merupakan Tuhan kita.. Tuhan pencipta alam semesta.. seperti dalam surat Ar’Ra’du 13 : 16..

“ Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (Ar-Ra’du : 16)

Selain itu, karena Allah itu menunjukkan eksistensinya dalam al-Quran, dalam dalil-dalil-Nya yang kuat..tercantum dalam surat Ali-Imran 3 : 190, yang menjelaskan tentang (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Dalam dua hari ini, sy ngobrol-ngobrol dengan pedagang dan tukang parkir. Saya mengambil hikmah dari obrolan kami. Siapa sangka, ternyata mereka itu orang-orang yang baik dan memiliki kebijaksanaan.

Pertama, kemarin rabu sekitar jam 10, saya membelidsc00040 semangkuk bubur kacang ijo di jln ganesha, di depant parkir sipil. Saya menikmati bubur itu sambil ngobrol dengannya. Perbincangan kami mengalir, mulai mengenai mahasiswa ITB sampai tentang keadaan keluarganya.

Katanya, mahasiswa ITB sekarang dengan yang dulu itu berbeda. Berbeda dalam hal apa? Menurutnya, dulu itu mahasiswanya kompak. Dia bercerita tentang pengalamannya pada tahun 1997-1998 saat menjadi saksi bagaimana bersatunya mahasiswa ITB. Saat itu mahasiswa ingin Soeharto turun. Demo dilakukan dimana-dimana. Tetapi yang menjadi titik tekan cerita bapak ini adalah seluruh mahasiswa ITB, dari setiap jurusan bersatu dalam sebuah gerakan untuk menggulingkan Soeharto. Kekompakannya jelas terlihat. Tambah lagi, ternyata yang bergerak tidak hanya mahasiswa, tetapi juga para dosen. Waw..

KEKOMPAKAN. Ya…ini yang membedakan dengan mahasiswa sekarang. “ Klo sekarang, sepertinya, mahasiswanya lebih mementingkan dirinya sendiri. “ kata bapak yang telah berdagang sejak tahun 1979 ini.

Benarkah yang diucapkannya ?

Lebih lanjut dia bercerita tentang pengalamannya saat berjulaan di dalam ITB pada tahun 2003-2004. Saat itu pihak rektorat, melarang para pedagang yang jumlah mencapai 40-an di dalam ITB itu, untuk berjualan di dalam ITB. Akan tetapi, para mahasiswa saat itu yang dikomandoi kabinet, membela para pedagang. Mereka demo di depan rektorat untuk mempejuangkan hak para pedagang.

Luar biasa kawan… para Agent of change itu membela rakyat..

Sekarang ?

Bapak itu berkata..”Mungkin karena sekarang juga telah berbeda ya.. Di ITB, yang bawa mobil makin banyak.” Kita bisa lihat sendiri klo masalah ini.. Bagaimana kawan, apa dampaknya jika semakin banyak mobil di ITB ini ? Jujur saya juga kadang membawa mobil ke kampus, dan merasa agak bersalah karena membuat kampus kita semakin padat. Padahal saya hanya sendiri ke kampus..

Lalu, saya bertanya kepada bapak ini tentang harapannya untuk para sarjana ITB.

“ Pa, yang diharapkan dari mahasiswa lulusan ITB, menurut Bapak apa? “

“Ada dua alternatif. Pertama, dia mau langsung bekerja, gapapa. Dia pasti punya keinginan masing-masing. Tetapi akan lebih baik lagi klo dia bikin perusahaan sendiri. Ntar temen2nya yang belum punya kerjaan,bisa bekerja di perusahaan itu. Kan jadi lebih bermanfaat dan nilai ibadahnya menjadi lebih. Yang penting adalah niatnya. Kalau niatnya baik dan tulus, ntar juga akan baik”.Subhanallah. Sebuah harapan yang indah dengan orientasi ibadah dan manfaat.

Yah…itulah sahabatku, perbincangan luar biasa dengan pedagang yang bernama Pak Dori ini. Saya mencoba merenunginya. Klo saya gimana ya… Apakah saya egois? Apakah saya ini dapat membela hak-hak masyarakat yang membutuhkan ? Apa yang telah saya berikan buat mereka ?

Bukan hanya untuk saya, tapi kita semua sebagai insan akademis yang menganut tri dharma perguruan tinggi. Sejauh apa kita menerapkannya dalam keseharian kita ?

Ini baru obrolan di hari pertama ? yang kedua …. di postingan berikutnya aja..

Read Full Post »

Acara ini diadakan pada tanggal 7 Februari 2009 di CC barat ruang 26. Acara yang diketuai oleh Syariefatunnisa (Sipil 2006) ini merupakan bedah buku “ Muslimah Goes to CEO” karangan Betty Y. Sundari. Selain itu kami juga menyajikan Talkshow bersama dua entrepreneues muslimah yang kini telah berhasil. Acara ini di sponsori oleh kerudung “alisa”, Toko buku “Smart Book”, “wardah kosmetik” dan Keluarga mahasiswa muslim sipil (KMMS) sebagai penyelenggara.

Acara muslimah goes to entrepreneur dimulai kurang lebih pukul 8.15, walaupun mengalami sedikit keterlambatan karena masalah teknis, namun acara ini mendapat respon yang sangat baik dari muslimah di ITB. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah peserta yang cukup banyak, kurang lebih 104 orang. Jumlah ini melebihi target yang kami rencanakan, yaitu 100 peserta.

Dalam acara bedah buku tersebut, MC dipegang oleh Renny Ratmaningsih, sipil 2006, sekaligus membawakan perkenalan dari “Smart Book”, suplyer buku dalam acara ini. Moderator dibawakan oleh Nabilla Ayumi, SBM 2010. Dalam acara tersebut juga diperkenalkan salah satu acara kemuslimahan gamais, yaitu “Annisa week”.

Sesi bedah buku digabungkan dengan sesi talkshow. Dalam bedah buku tersebut, dibawakan oleh pengarang buku sendiri, yaitu ibu Betty Y. Sundari. Sedangkan untuk talkshow, di bawakan oleh ibu Nurhayati Subakat , pemilik wardah kosmetik, dan Ibu fenny Mustafa, pemilik Shafira, yang digantikan oleh ibu Eva, selaku finance management. Ibu Feny berhalangan hadir karena sedang sakit.

Sesi bedah buku dan talkshow ini cukup membuat para peserta antusias. Karena, sebagai seorang muslimah, para pembicara tersebut memberikan inspirasi yang cukup besar bagi muslimah yang lainnya. Ternyata, menjadi seorang wanita bukan berarti kita berhenti berkarya. Walaupun sudah berumah tangga dan memiliki anak, toh ibu Nurhayati Subakat tetap saja dapat menjalankan bisnisnya. Bahkan, karena diawali dengan niat yang kuat, ibu Nurhayati ingin bekerja dan tetap menjaga anak-anak beliau. Menurut ibu Betty sendiri, semua orang pasti bisa melakukannya, yang penting adalah “ MAU”. Karena seorang entrepreneur itu bukan terlahir, namun tercipta dari hati sendiri.

Ketika sesi Tanya jawab, banyak peserta yang antusias untuk bertanya dengan mengangkat tangannya. Namun tidak semua peserta sempat untuk mengajukan pertanyaannya. Karena waktunya kurang memadai. Namun dari sesi Tanya jawab ini, terlihat bahwa ada beberapa peserta yang memang sudah mulai merintis usahanya.

Acara selesai pada pukul 12.15. Setelah para peserta dibubarkan, mereka dapat melihat bazaar kecil yang kami adakan di depan ruangan seminar. Bazaar tersebut berisi stan kerudung alisa, buku2 dari smart, dan wardah kosmetik.

Secara umum acara ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship, khususnya bagi para muslimah di ITB. Selain itu juga sebagai sarana silaturahmi mahasiswa muslimah di ITB. Akan tetapi yang terpenting bahwa, acara ini juga sebagai sebuah karya dari KMMS yang ditujukan untuk mahasiswa ITB secara umum, bukan hanya untuk mahasiswa teknik sipil. KMMS ingin dapat memberikan manfaat bagi ITB dengan diadakan acara ini. Walaupun panitianya tidak terlalu banyak, alhamdulillah acara ini lancar dan berhasil sesuai target.

Dengan adanya kegiatan ini , insya Allah KMMS dapat lebih baik lagi kedepannya dan dapat lebih memberikan manfaat bagi orang lain dengan keindahan islam.

-Indriana Apriani- T. Sipil ITB 2006

Read Full Post »

Alhamdulillah tidak henti-hentinya ingin saya ucapkan, karena apa yang saya peroleh kemarin, Sabtu 7 Februari 2009/ 11 Safar 1430 H, di acara “ Muslimah Goes to Entrepreneur “ yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Muslim Sipil (KMMS) ITB. Kemarin adalah hari, ketika seluruh perjuangan kawan-kawan KMMS dalam mempersiapkan sebuah acara besar, diperlihatkan hasilnya.logo-acara

Tak bisa digambarkan oleh kata-kata mengenai perjuangan kami dalam mewujudkan impian kami. Betapa luar biasanya proses yang Allah tetapkan kepada kita dalam perjalanannya sampai hari-H kemarin. Begitu Sempurna jalan-jalan yang telah Allah gariskan kepada KMMS. Kepingan proses yang saling berkumpul, menghasilkan suatu rangkaian pembelajaran dan rasa bersyukur yang sangat luar biasa.

Allah pun memberikan ganjarannya atas apa yang telah kami perjuangkan. Apa yang kami lihat, kami dengar, dan kami rasakan saat hari-H kemarin itu, membuktikan Allah adalah Sang Khalik Yang Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Tujuan yang kami tetapkan dari acara kami kemarin, Insya Allah tercapai. Baik dari tujuan untuk para pesertanya, maupun tujuan bagi para laskar KMMS. Bagi para peserta yang alhamdulillah mencapai lebih dari 100 orang ini, terlihat antusias mengikuti seminar ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pembicara, yaitu Bu Betty Y. Sundari (penulis buku “Muslimah goes to CEO”, Bu Eva (direktur keuangan Shafira, busana muslim), dan Bu Nurhayati (Pemilik “kosmetik Wardah).

Pertolongan Allah itu sungguh dekat dan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Pembelajaran atau hikmah yang dapat kami ambil dan kami terapkan adalah keikhlasan, sabar, tenang terhadap segala masalah, empati, dan kekeluargaan. Itu semua diperoleh dari proses yang Allah tetapkan bagi kami.

Allah itu jelas ada dan akan senantiasa Melihat hamba-hamba-Nya, Memberikan pertolongan bagi siapa pun yang berbuat baik, yang berniat ikhlas, yang mengharap Ridha Allah.

Insya Allah, hati-hati kami ini senantiasa tulus dan ikhlas dalam setiap langkah kami. Hanya Allah yang punya kuasa untuk membolak-balikkan hati.

Ya Allah berikanlah kami keikhlasan dalam setiap langkah dan aktivitas kami. Tuntunlah kami kepada jalan yang lurus, kokohkanlah dan ikatkanlah tali silaturahmi kami yang berlandaskan iman kepada-Mu ya Allah.

Read Full Post »

Alhamdulillah wa syukurillah…

Hari ini banyak yang dapat saya pelajari. Akan tetapi bukan dari kuliah di kelas, karena hari ini memang saya ga kuliah sama sekali-seharusnya ada satu mata kuliah rekayasa pondasi,tetapi dosennya ga ngajar. Melainkan saya belajar dari aktivitas yang saya lakukan hari ini.

Berita gembira yang saya peroleh pada pagi hari, hanya dalam 30 menit kemudian saya mendapatkan berita yang kurang menggembirakan. Berita-berita ini terkait dengan acara KMMS hari sabtu besok, yaitu Seminar “Muslimah goes to entrepreneur”. Gembira, karena kami mendapat suntikan dana dari seseorang yang sangat luar biasa.

Kurang gembira karena tempat yang rencananya dilangsungkan seminar itu, ada sedikit masalah (sebetulnya masalah yang krusial). Tak perlu saya ceritakan seperti apa masalahnya, akan tetapi solusi pun muncul dan masalahnya alhamdulillah insya Allah beres, setelah melalui usaha yang tidak ringan.

Pelajaran pertama adalah saya harus santai bila ada masalah, yakinlah insya Allah, Allah akan membantu memberikan solusinya. Kedua saya harus senantiasa bersyukur dan melihat sesuatu dari sudut pandang lain.

Masalah berikutnya adalah saat saya akan membuat spanduk..mencoba di toko y, ternyata mesinnya sedang rusak, jadi ga akan bisa jadi hari sabtu. Saya Bingung. Saat itu jam udah menunjukkan pukul 17.00. Saya harus menemukan tempat printing spanduk, akan tetapi rasanya di jalan taman sari tidak ada selain di toko y itu.

Kembali Allah memberikan solusi, yaitu saya jadi teringat tempat printing dekat gelap nyawang, yaitu dtoko x. Langsung saya menuju kesana. Alhamdulillah mereka bisa mengerjakannya untuk besok jumat diambil. Akan tetapi belum selesai sampai disitu. Ternyata harga per m2-nya Rp 50.000 rupiah. Mahal sekali, karena biasanya di suci dan di toko y tadi, harganya sekitar Rp 25.000-30.000. Ahirnya saya harus mengambil keputusan untuk memesa spanduk disitu. Keikhlasan saya kembali diuji.

Masalah lain adalah tentang HP saya yang agak sedikit error. Bisa mengirim sms dan tidak ada reportnya, tapi tidak bisa menerima sms..  Kurang mengenakkan.

Di saat yang genting seperti ini, berbagai masalah bermunculan. Tetapi kawan, saya benar-benar merasakan pertolongan Allah. Hidup ini memang berpasang-pasangan. ada Laki ada perempuan, ada siang ada malam, ada hitam ada putih,. Begitu pun juga masalah. pasti ada solusinya. Insya Allah.

Read Full Post »