Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2009

Dahulu saya kesel banget kalau juventus kalah. Rasanya kecewa kalau “Si Nyonya Tua” mainnya ga bener dan membuatnya kalah. Apalagi kalau gagal menjuarai liga italia, serie A. Tapi sekarang, rasanya jadi biasa-biasa saja klo juventus kalah. Ya sudahlah, namanya juga permainan sepak bola.forza-juve

Saya adalah penggemar berat juventus sejak SD , bahkan sejak zaman Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli masih main di juventus. Hampir setiap pertandingan juventus, saya tonton, klo disiarkan. Jam berapau juventus main, saya usahakan nonton. Sampai sekarang pun seperti itu, saya tetap seorang juventini, tapi kadar fanatisme saya agak berkurang.

Melihat kondisi permainan juventus yang agak menurun belakangan ini, sempet membuat saya kecewa. Performa Gianluigi Buffon dan para bek-bek juventus, memang tidak menampilkan penampilan terbaiknya. Awalnya sudah peringkat dua, terpaut 3 angka dari inter milan, dan jauh unggul dari peringkat tiga Ac Milan, eh sekarang justru mulai kalahan dan susah banget meraih kemenangan. Bahkan dua pekan lalu udah kesusul Ac Milan. Kemarin aja lawan Reggina (tim terancam degredasi), seri 2-2.

Ada apa dengan juventus ?

Tapi saya menganggapnya biasa-biasa aja. Ga mungkin tim kesayangan saya menang terus.

Saya hanya ingin mengomentari juventus yang masih banyak dihuni oleh para seniornya saat ini. Bukannya ingin mendepak mereka, tapi sudah saatnya juventus benar-benar memaksimalkan para pemain mudanya. Dari 11 pemain inti, hanya Chiellini, Molinaro dan Marchisio, yang benar-benar muda. Yang lainnya berusia di atas 28 tahunan. Giovinco yang disebut-sebut sebagai pengganti Del-Piero, juga lebih sering sebagai cadangan dan baru dimasukkan pas babak kedua.

Saya juga agak heran dengan manajemen juventus yang “doyannya” mendapatkan pemain yang sudah tua. Mengambil pemain yang sudah bebas terikat kontrak, seperti Olof Mellberg, tapi dia itu udah 30-an. Belum lagi terdengar klo juve mau ngambil Fabio Cannavaro dari Real Madrid. Dia bisa didapet dengan gratis, karena kontraknya udah habis dengan El-Real. Tapi dia itu sudah 35 tahun. Apalgi bagi seorang bek, dibutuhkan pemain-pemain yang masih punya konsentrasi tingkat tinggi dan masih memiliki kecepatan. Nah, kayaknya klo yang udah diatas 30an, itu sudah menurun kecepatannya.

Memang julukan juve itu kan “SI NYONYA TUA”…mungkin harus mulai diganti jadi “SI NONA MUDA”…biar juve belinya yang “hot prospect for the future” (kayak di game Championhip Manager”

Saya sih, mengharapkan musim depan ,juve beli pemain-pemain muda, kayak arsenal. Ya,,klo mau beli yang agak terkenal, jangan yang sudah di atas 30an.

Forza Juventus….Bravo Juventus..!

Read Full Post »

Tadi saya melihat anak kecil sedang duduk di sebuah kursi plastik. Saya melihatnya saat sedang membeli bubur kacang ijo di depan parkiran sipil. Ada apa dengan anak itu ? anak itu kira-kira berumum 10-12 tahunan. Apa yang membuat saya sampai menulisnya dalam tulisan ini ? Apa yang membuat saya menaruh perhatian khusus kepada anak ini ?

Ternyata anak kecil ini….MEROKOK !!!

Ya…dengan santainya sambil duduk, memegang puntung rokok, lalu menghisapnya , kemudian mengeluarkan asap dari mulutnya. Terlihat menikmati sekali…

Aneh tidak ? pantas tidak ?

Menurut saya sangat tidak wajar. Ssangat prihatin melihatnya.

Seorang Generasi penerus bangsa Indonesia, yang masih kecil, sudah merokok ? kok bisa ? dapet darimana ? siapa yang ngasih ? apakah orang tuanya mengetahuinya ?

Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiran saya kala itu…

Sangat tidak bertanggung jawab sekali orang yang menawarinya rokok. Sangat tidak manusiawinya, orang yang dengan bangga memberikan rokok itu kepada anak kecil itu. Saya yakin tidak mungkin anak kecil itu akan merokok, klo ada orang yang melarangnya untuk menggunakannya.

Saya berdoa semoga anak tadi segera berhenti merokok…

Read Full Post »

Bagaimana sih moral atau akhlak bangsa Indonesia saat ini ? Udah baguskah ? atau masih jelek ? Apakah lebih banyak yang sudah berakhlak baik atau yang belum bermoral dengan baik ? Karena moral baik atau akhlakul karimah inilah yang menurut saya sangat penting untuk dimiliki oleh setiap diri manusia Indonesia. Ini juga yang dapat menentukan kemajuan bangsa ini..

Pendidilan moral atau akhlak memang harus dilakukan sejak dini. Paling awal, pendidikan memang harus dilakukan dari lingkungan keluarga, karena di dalam keluargalah, orang-orang terdekat berada bersama kita dan senantiasa berinteraksi sejak kecil.

Seiring berjalannya waktu, dimana anak sudah mulai dewasa, dimana mungkin interaksi yang dilakukan lebih banyak di lingkungan luar, seperti sekolah atau kampus, atau lingkungan kerja, sehingga orang tua tidak bisa mengontrol terus menerus, pendidikan akan akhlak itu bagaimanapun harus dapat berjalan. Dan dari mana kita bisa mendapat pendidikan moral itu ? Kita yang harus mau mencarinya dan kita juga harus mau memulainya dan menerapkannya..

Saat kita sudah tidak peduli dengan akhlak kita, saat kita sudah tidak memikirkan lagi bagaimana kita bersikap sehari-hari dalam kehidupan kita, maka tinggal tunggulah kebobrokan bangsa ini. Saat kita sudah rela untuk melanggar etika dan norma-norma yang berlaku, bahkan kita mengaggap pelanggatan itu adalah suatu hal yang wajar, maka kita harus berhati-hati, bahwa cita-cita bangsa ini untuk menjadi bangsa yang maju dan mempunyai harga diri, akan menjadi mimpi-mimpi belaka.

Kita yang harus mulai sadar akan pentingnya akhlak yang baik ini. Hal-hal mengenai kejujuran, toleransi terhadap perbedaan, saling menghormati, mampu mengendalikan emosi, dan profesionalitas sudah sepatutnya kita menaruh perhatian yang lebih. Bukan saja hanya memberikan perhatian, tetapi kita pun harus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sepertinya masalah apapun dalam bangsa ini, akan terselesaikan jika semua warganya mempunyai akhlakul karimah. Orang pintar, tapi curang, akan banyak menipu orang. Orang ahli ekonomi tanpa sikap jujur, dengan mudah mengeruk kekayaan negara dan tanpa rasa bersalah melakukan korupsi. Seorang pejabat atau politikus tanpa kerendahan hati akan senantiasa bernafsu meraih kekuasaan dan semakin lupa akan dirinya. Seorang engineer yang tak memiliki moral yang baik, akan mencari-cari cara agar bisa meraih keuntungan dengan merekayasa perhitungannya sehingga melanggar aturan dan merugikan orang lain.

Untuk melakukan suatu perubahan bangsa ini untuk mejadi lebih baik dan bermartabat, tak ada cara lain selain kita semua bersedia merubah keadaan yang ada diri dengan memperbaiki akhlak kita menjadi lebih baik dan meningkatkan kualitas pribadi kita.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri. “ (Ar-Ra’du : 11)

Insya Allah..negeri ini akan menjadi negeri yang makmur, sejahtera, dan diberkahi oleh Allah.. menjadi negeri yang baik (baldatun tayyibatun). Sehingga para pahlawan bangsa dahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini bisa tetap tersenyum melihat negeri ini tetap merdeka. Merdeka dari berbagai kejahatan, merdeka dari kebobrokan moral dan merdeka dari kezhaliman..

Read Full Post »

Apa yang dirasakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) saat ini ? Apa yang dipikirkan oleh ketua KPU saat ini ? Pasti ga bisa tidur dengan nyenyak.. Bayangkan banyak partai yang menggugat KPU akan kinerjanya, banyak orang yang menganggap KPU telah gagal total, banyak yang merasa dirugikan dan dicurangi dalam pemilu saat ini..

Saya prihatin terhadap kondisi para politikus saat ini. Partai-partai, para tokoh di dalamnya juga, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang elit politik. Dengan mudah menyalahkan pihak lain, dengan enaknya menjudge kalau kekacauan yang terjadi pada pemilu ini merupakan salah dari satu pihak tertentu. Dalam hal ini KPU sebagai pihak yang disudutkan. KPU dianggapa gagal dalam mengelola dan melaksanakan pemilu. Dinilai bahwa pemilu 2009 adalah pemilu yang paling amburadul.

Lihat saja sikap dari partai-partai saat ini. Mereka seperti berlomba-lomba untuk mencari kesalahan KPU. Mereka dengan semangat menggali berbagai bukti kecurangan dalam pemilu kemarin. Lalu mereka bekerja sama dengan partai-partai yang mempunya nasib yang sama untuk menuntut KPU, bahkan terdengar untuk memboikot pemilu presiden mendatang.

Perlu diakui memang pemilu kali ini berjalan dengan kurang baik. Saya tidak bilang dengan tidak baik karena saya merasa pemilu ini masih banyak baiknya. Kekurangan-kekurangan masih terjadi seperti masalah logistik dan DPT. Untuk masalah DPT inilah yang paling diributkan oleh orang-orang tadi.

Akan tetapi perlu diingat, bahwa pemilu kali ini memiliki sistem yang berbeda dari pemilu 2004, dimana anggota legislatif dipilih langsung oleh rakyat. Jelas ini menambah kerjaan KPU, dimana begitu banyaknya pengurusan administratif para caleg yang jumlahnya ribuan itu. Belum lagi ngurus kertas suara yang harus dicetak lebih besar dan berjumlah 4 untuk setiap pemilih.

Udah beres kerjaannya ? belum…mereka harus gencar mensosialisasikan perubahan tata cara pemilu saat ini, dimana dicontreng bukan lagi dicoblosnya. Menginformasikan ke seluruh pelosok Indonesia bukan suatu hal yang mudah. Dan yang paling ribet mereka harus mengupdate daftar pemilih tetap Indonesia yang pada akhirnya jadi berantakan.

Saya yakin masalah DPT ini sebetulnya bukan hanya urusan KPU, tapi seluruh aparat daerah yang mengurus hal ini juga punya kerjaan terkait hal ini. Para kepala RT, RW, lurah, camat mempunyai tugas untuk merapikan segala hal-hal administratif tentang kependudukan di wilayahnya. Berapa jumlah orang yang telah berumur 17 tahun, berapa yang telah punya kTP, berapa yang tidak menjadi pemilih lagi…Itu semua kalau masih acak-acakan, bagaimana KPU juga mau menetapkan berapa jumlah sebenarnya DPT. Perlu ada koordinasi yang baik.

Jadi…saya kurang setuju kalau hal ini, seolah-olahnya tanggung jawab sepenuhnya KPU. Ingat..keberhasilan suatu proses demokrasi akan terwujud jika setiap warganya bersedia membantu dan bersama-sama mensukseskan pemilu ini. Sistem yang berubah ini harusnya menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Coba kalau kita yang disuruh jadi KPU. Bisa gak? Apresiasi dong kinerja KPU…Pernah ga ketua KPU menerima ucapan terima kasih dari elit politik karena telah menyelenggarakan pemilu ?

Jangan dengan mudahnya meyalahkan KPU terus menerus. Partai-partai juga harus berkaca diri. Kalau memang cuman segitu suaranya, berarti ada yang salah pada kinerja partai itu atau mungkin orang udah malas milih partai itu karena mereka tahu, orang didalamnya udah kurang bener. Para tokoh partai juga harus lihat, kenapa dirinya tidak lagi menjadi orang yang dipercayai oleh masyarakatnya. Coba lihat diri kita masing-masing.

Jika beranggapan pemilu ini curang, coba berkaca juga apakah partai-partai juga melakukan kecurangan saat kampanye.. Faktanya memang seperti itu. Mereka banyak melakukan pelanggaran saat kampanye. Memberi uang kepada rakyat untuk disuruh memilih suatu partai kayaknya juga udah bukan hal yang asing lagi. Hal itu kecurangan juga ga ya? Coba pikir deh…

Bagi yang menang pun harus berkaca juga,,,benar gak nih kemenangan ini diraih dengan kejujuran ? Janganlah bangga atas hasil yang diraih kalau itu diperoleh dari kecurangan-kecurangan. Tanggung jawabnya justru lebih besar karena harus mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan rakyat. Janji-janji yang udah diucapkan saat pemilu harus direalisasikan.

Saya juga baca di salah satu surat kabar, di sana disebutkan bahwa para pengusaha kaos, sepanduk dan sejenisnya itu mengalami kerugian bermiliaran rupiah..Apa sebab ? ternyata banyak partai yang belum melunasi utang mereka untuk atribut yang mereka gunakan untuk kampanye. Ini kecurangan juga ga ya?

Ayo…lihat cermin wahai para bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin menjadi anggota DPR, yang ingin menjadi pemimpin bagi bangsa ini ! Rakyat tahu niat baik bapak dan ibu sekalian terhadap bangsa ini.. Tapi tunjukkan dong dalam sikap dan ucapannya kalau bapak dan ibu adalah teladan yang biak bagi rakyat. Kan mau jadi pemimpin, tapi kalau tidak punya teladan, apa yang mau dicontoh oleh yang dipimpinnya. Kalau pemimpinnya udah ga bener, apalagi rakyatnya.

Waduh…gemes ngeliatnya…

Ayolah…jadilah kita ini kembali melihat diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain, lihat dulu diri sendiri. Kita itu bukan Tuhan yang punya kuasa sepenuhnya di dunia ini. Kita pun bukan malaikat yang tidak pernah berbuat salah. Kita adalah manusia…

Tapi inget, mau jadi manusia yang seperti apa..? Kalau ingin dicintai rakyat, ya harus jadi manusia yang punya teladan baik dalam moral maupun intelektualitas.

Sudah saatnya untuk..bersama-sama mencari solusi dari permasalahan bangsa ini..dan luruskan kembali niatnya. Berjuanglah untuk kepentingan rakyat, jangan terbawa nafsu untuk meraih kekuasaan dan meraih fasilitas-fasilitas yang ada.

Read Full Post »

Waktu akan bermakna, bernilai, dan menjadi suatu yang sangat berharga, saat kita isi dengan amal shaleh dan karya..Di luar itu tidak akan bernilai apa-apa.

Read Full Post »