Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2009

Alhamdulillah, hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, telah dilewati. Ibadah shaum pun telah dilaksanakan. Ya Allah, semoga amal ibadah puasa saya dan seluruh kaum muslimin diterima oleh-Mu..amin..

Saya merasa hari pertama ini berbeda dengan hari-hari yang lain. Iya lah, sekarang sabtu, kemarin jumat. Sekarang Ramadhan, kemarin Syaban. Kemarin saya masih makan siang, sekarang ga ada lunch, lalu saya juga kadang-kadang suka ngemil sorenya, tetapi hari ini saya berpuasa. Saya harus menahan diri dari makan dan minum  dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Ya, bisa dibilang adaptasi dulu untuk hari pertama ini. Terkadang terbesit dalam pikiran, “ Wah, siang ini ga ada makan siang ya..”. Lalu pada sekitar jam 13, saya juga bertanya dalam hati, “Berapa jam lagi nih buka puasanya ?”.

Siang ini sekitar jam 14.30 saya sempat berkunjung  ke salah satu toko buku terkenal di jalan Merdeka. Ternyata cukup padat  saat itu. Banyak orang beserta  keluarganya jalan-jalan, melihat-lihat  serta bebelanja buku. Hal ini dilakukan mungkin sambil menunggu berbuka puasa. Saya menikmati pemandangan ini. Orang-orang melihat-lihat buku di rak-rak serta dengan serius membaca sambil duduk di bangku-bangku yang ada di sana. Bahkan yang sambil jongkok pun ada. Suatu hal yang positif menurut saya, dari pada jalan-jalan ke mal, lebih baik ngabuburit di toko buku. Ya, Semoga di bulan Ramadhan ini qt banyak mengisinya dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, terutama yang menambah keimanan kita.

Ada satu kondisi yang menarik bagi saya saat itu. Ternyata hampir seluruh pramuniaga di toko buku itu menggunakan kerudung bagi yang perempuan dan peci bagi yang laki-laki. Mungkin dalam momen Ramadhan ini, toko buku itu mengambil kebijakan seperti itu. Atau mungkin inisiatif dari para pramuiaga tersebut ? Ya, semoga itu menjadi barokah dan sesuatu yang menambah kebermaknaan kita semua ,berpuasa di bulan ramadhan ini. Bagi, saya pemandangan itu bisa menggambarkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan ini.

Di musholanya pun terlihat berbeda dari biasanya. Kali ini tempat yang cukup kecil itu penuh ketika ashar. Saat itu pun termasuk di awal waktu dan orang-orang yang ingin shalat asar begitu banyak baik laki-laki maupun perempuan. Saya pun terpaka menunggu satu jamaah beres dulu. Alhamdulillah, momen ramadhan ini semoga dapat membawa perubahan yang luar biasa bagi kita semua.

Dan saya pun harus tetep semangat seperti mereka dan insya Allah saya berusaha untuk menikmati setiap momen di hari pertama ramadhan ini. Yup, saya harus tetep semangat.

O ya kawan, tahukah kalau ternyata Ramadhan ini berasal dari kata al-rhamdu yang artinya membakar sesuatu. Jadi, dari buku “Madrasah Ruhaniah” yang saya baca hari ini, ternyata orang arab dulu, menamai bulan-bulan hijriah ini berdasarkan kondisi waktu saat mereka mengalami bulan-bulan itu. Sebagai contoh nama Rabi’ul awal dan Rabi’ul akhir. Rabi’ artinya musim semi. Dan pada saat itu mereka sedang berada dalam musim semi, sehingga menamakannya Rabi’. Nah, begitu juga dengan ramadhan. Pada saat akan melakukan penamaan bulan itu, Ramadhan jatuh pada musim panas, sehingga mereka menamainya Ramadhan.

Jadi, sesuai dengan asal muasal namanya, maka seharusnya Ramadhan ini dapat membakar semangat saya untuk lebih giat lagi beramal. Lalu saya juga sangat berharap dengan puasa di bulan ramadhan ini dosa-dosa saya yang lalu juga terbakar. Saya juga menemukan hadits yang sesuai, bahwa bulan ini disebut ramadhan karena untuk membakar dosa-dosa kita.

Ya semoga kita semua mendapat ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan, sehingga dosa-dosa itu benar-benar terbakar dan kita kembali suci. Bagaikan abu dari hasil pembakaran yang hilang ke udara diterpa angin.. aminn

Advertisements

Read Full Post »

Setelah saya membaca tulisan yang merupakan khutbah Rasulullah saat menyambut bulan Ramadhan, Alhamdulillah saya merasa bersemangat untuk melakukan amal-amal di bulan Ramadhan ini. Saya merasa ingin memperbaiki diri saya serta mengembangkan kemampuan diri saya untuk dapat menjalankan puasa ini dengan sebaik-baiknya.

Mungkin dulu saya pernah membacanya, tetapi kali ini rasanya lain. Saya yakin teman-teman juga ingin tahu khutbah Rasul kita yang luar biasa ini, kan? Khutbah yang bagi saya memiliki kekuatan yang besar untuk dapat merasakan keindahan serta keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, walaupun saya hanya membacanya.

Ini dia saya akan menuliskannya lagi untuk kita semua,

Wahai manusia !

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah yang malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang untuk menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih., tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu, karena itulah saat-saat paling utama ketika Allah memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia !

Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah ! Allah bersumpah dengan kebesaran-Nya bahwa dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia !

Barang siapa di antaramu memberika buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Sahabat-sahabat lain bertanya, “Ya, Rasulullah ! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian ?”. Rasulullah meneruskan, “ Jagalah dirimu dari apa neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia !

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati sirathul mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekan di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Alah akan menuliskannya baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardu di bulan lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia !

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak pernah lagi menguasaimu.

Suhbanallah…untaian kalimat yang diucapkan Beliau bisa menggambarkan dengan sangat indah bagaimana luar biasanya Ramadhan. Begitu besarnya keutamaan serta hikmah di bulan yang suci ini. Saya jadi bisa membayangkan begitu pengasih dan penyayang-Nya Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Semoga khutbah Rasulullah ini dapat membangkitkan semangat serta antusiasme saya dan teman-teman dalam beramal shaleh di bulan Ramadhan ini…

Read Full Post »

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Saat saya menulis ini, sudah H-2 menuju Ramadhan. Mungkin saat saya dan teman-teman membaca tulisan ini lagi, sudah tinggal satu hari atau bahkan sudah masuk ke dalam bulan Ramadhan. Wah, perasaan saya gimana ya saat ini ? Saya ingin mengetahui bagaimana perasaan saya saat mengetahui ramadhan sesaat lagi akan menghampiri kita, insya Allah.

Bagaimana hati saya menyambut kedatangan bulan puasa ini ya ? Apakah saya merasa senang dengan kedatangannya ? Apakah saya gembira dan sudah tidak sabar lagi untuk berpuasa ? Atau saya sudah gereget ingin melakukan berbagai amalan di bulan ramadhan ? Wah, saya sangat bersyukur jika saya sudah bisa merasakan hal seperti itu.

Atau mungkin, perasaan saya biasa aja? Mungkinkah saya tidak punya rasa yang berbeda saat mengetahui bulan ramadhan sebentar lagi tiba? Emm, mungkin saja saya berpendapat, jika bulan ramadhan sama saja dengan bulan-bulan yang lainnya. Saya melaluinya dengan biasa saja, toh dari tahun- ke tahun ramadhan seperti itu saja. Sepertinya, perasaan yang satu ini menandakan saya belum peka dengan apa yang terjadi di bulan ramadhan.

Ataukah justru saya malah merasa kurang senang dengan kedatangan bulan Ramadhan ? “Yah, koq bentar lagi ya ?, berarti saya mesti puasa lagi dong, padahal saya kan masih ingin makan banyak.” BIsa saja perasaan ini muncul dalam hati saya. Perasaan yang mengatakan lebih baik Ramadhan bulan depan aja ,,jangan sekarang,,kurang pas waktunya. Emm, saya berharap perasaan ini tidak hinggap dalam hati saya.

Nah, sekarang ini perasaan apa ya yang muncul dalam hati saya ? Benarkah saya merindukannya ? ataukah justru biasa saja ? Saat ini saya mesti jalan-jalan menelusuri hati ini. Mencoba untuk mengintip sanubari saya dan melihat lebih dalam keadaan hati saya. Ingin rasanya, saya bisa mengetahui dan benar-benar merasakan apa yang sedang hati saya katakan. Apa yang dibisikkan oleh hati saya yang terdalam tentang Ramadhan ini ?

Saya dan mungkin teman-teman semua sudah banyak mengetahui kalau Ramadhan itu adalah bulan yang spesial. Banyak hikmah dan keutamaan di bulan ramadhan ini. Pahala ibadah sunah jadi seperti pahala ibadah wajib dan yang wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat. Belum lagi, ampunan yang Allah berikan buat hamba-Nya, lalu ada lagi rahmat dan barokah-Nya yang akan dianugrahkan bagi orang-orang yang berpuasa. Subhanallah… O ya, bahkan kita juga tahu, kalau di dalamnya terdapat suatu malam yang luar biasa. Malam yang Allah katakan dalam surat Al-Qadr, lebih baik dari 1000 bulan, yaitu lailatul Qadr.

Luar biasa, begitu banyak keutamaan serta manfaat yang dapat saya peroleh di bulan Ramadhan ini. Saya merasakan sesuatu perasaan dalam diri saya akan keinginan saya untuk segera melakukan kebaikan-kebaikan di bulan ramadhan. Timbul perasaan kangen dan berharap saya bisa mendapat berbagai macam keutamaan serta manfaat dari bulan yang penuh rahmat ini. Sepertinya saya perlu untuk mengetahui lebih banyak lagi dan mendalam tentang dahsyatnya ramadhan ini, sehingga saya bisa semakin bersemangat dalam menghadapi ramadhan kali ini.

Ternyata menurut pakar kesehatan, puasa itu juga dapat menyehatkan badan kita. Saya melihat beberapa judul buku di took buku yang membahas mengenai hal itu, walaupun saya pun belum membacanya. Jelas ini pun keuntungan yang lagi-lagi dapat saya peroleh jika melakukan puasa di bulan ramadhan ini. Siapun menginginkan agar tubuhnya sehat. Dan dengan puasa ini, insya Allah membuat tubuh kita sehat. Waw, begitu luar biasanya hikmah puasa di bulan Ramadhan..

Kira-kira apa lagi ya keuntungannya ?

O ya, saya teringat bahwa Ramadhan itu mirip dengan training / pelatihan. Ramadhan adalah sebuah training yang hebatnya, langsung diselenggarakan oleh Sang Pencipta alam ini. Satu bulan penuh dan GRATIS !. Allah akan mentraining kita semua melalui programnya, yaitu shaum di bulan Ramadhan. Di sini saya dan teman-teman akan  ditempa untuk melatih kesabaran diri kita. Selain itu jiwa empati kita terhadap orang-orang yang kurang beruntung , juga ditumbuhkan. Kita juga akan dilatih untuk dapat senantiasa menjaga hati, pikiran, penglihatan, pendengaran, serta tindakan kita agar selalu positif. Subhanallah..

Belum lagi, Sang Khaliq, juga akan memberikan penghargaan kepada kita semua berupa derajat taqwa, seperti dalam surat Al-Baqarah yang insya Allah saya dan teman-teman pun sudah sering mendengarnya,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, “

Luar biasa ya teman-teman, hikmah dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan saya dan teman-teman semakin bersemangat serta bergembira menyambut kedatangan bulan yang suci ini. Mudah-mudahan kita semua bersuka cita atas kedatangan Ramadhan kali ini.

Saya akan menutup tulisan ini dengan sebuah hadits,

Seandainya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terkandung di bulan Ramadhan itu, maka tentulah mereka mengharap-harap Ramadhan berlaku sepanjang tahun. “ (HR. Ibn. Abid Dun-ya)

Insya Allah kita semua bisa mendapatkan hikmah serta manfaat dari bulan Ramadhan ini. Amin… Mari kita sambut dengan mengucapkan, Bismillaahir rahmaanir rahiim

Read Full Post »

Setiap kejadian yang menimpa siapapun pasti ada hikmahnya

23937Itulah kalimat pembuka dalam salah satu khutbah solat jumat. Saya sangat tergugah dengan kalimat itu. Lalu khotib melanjutkan lagi bahwa kejadian yang menimpa siapapun, baik itu diri kita sendiri, orang tua, teman, ataupun orang lain, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah yang bertebaran di dunia ini. Hikmah yang dapat dipetik bagi siapapun yang mau terbuka dalam melihat kejadian apapun di dunia ini.

Dalam ceramahnya, dia mencoba untuk mengambil hikmah dalam momentum isro mi’raj. Banyak hikmah yang bisa diambil dari peristiwa yang sangat bersejarah ini. Sebuah peristiwa yang menjadikan umat muslim di seluruh dunia mendapat perintah sholat lima waktu.

Saat Nabi Muhammad saw berada di masjidil aqsa setelah melakukan isra dari masjidil haram, Beliau mendapatkan sebuah gambaran dari malaikat. Sebuah gambaran yang menjelaskan keadaan orang yang beriman dan orang yang mengingkari Allah.

Malaikat memerlihatkan sebuah daging yang segar, sehat, dan siap untuk dihidangkan. Lalu Nabi bertanya, “ Wahai malaikat, apa maksud dari daging ini ?”

Ini adalah gambaran seorang suami yang tidak selingkuh terhadap istrinya yang sangat baik, solehah. Dan ini juga merupakan gambaran seorang istri yang tidak meninggalkan suaminya yang soleh. “

Kemudian, malaikat menunjukkan sebuah daging mentah yang sudah busuk. Nabi kembali bertanya, “ Lalu yang ini, apa maksudnya wahai malaikat ?”

Ini adalah gambaran seorang suami atau istri yang selingkuh dan meninggalkan pasangannya yang soleh dan solehah. “

Setelah malaikat memperlihatkan gambar daging tadi, diperlihatkan suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Nabi diperlihatkan seorang yang sedang membenturkan kepalanya ke sebuah dinding. Setelah kepalanya hancur, kembali lagi utuh kepalanya, lalu orang itu lagi-lagi membenturkan dengan keras kepalanya ke dinding itu sampai kepalanya hancur kembali. Kejadian itu terus berulang.

Kemudian Malaikat ditanya kembali oleh Nabi, “ Sedangkan yang ini, kenapa orang itu terus membenturkan kepalanya hingga hancur ? ”

Itu adalah gambaran orang yang tidak pernah sholat. “

Apa hikmah dari percakapan antara nabi dan malaikat itu ?, Hikmahnya adalah bahwa dalam pertemuannya dengan malaikat, Nabi Muhammad saw, selalu bertanya kepada malaikat. Nabi bertanya karena Beliau tidak tidak tahu dan tidak paham. Nabi saja suka bertanya, apalagi kita sebagai manusia dimana tempat ketidaktahuan dan kelemahan, maka kita pun seharusnya punya keinginan untuk selalu mencari tahu. Dengan cara apa ? Ya, dengan bertanya salah satunya. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi. Janganlah diri kita ini merasa sudah cukup tahu, tanpa mau untuk belajar lagi. Karena belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak akan pernah berhenti, kapanpun dan dimanapun.

Setelah itu, nabi kembali bepergian. Kali ini nabi melakukan perjalanan ke sidratul muntaha, sebuah tempat di langit dimana kita belum mengetahui keberadannya. Yang terpenting adalah kita meyakini dengan keimanan yang kita miliki. Di tempat inilah Nabi mendapat perintah shalat 5 waktu.

Akan tetapi perintah shalat 5 waktu itu tidak langsung diberikan. Pada awalnya nabi mendapat perintah shalat 50 waktu. Ya, 50 waktu dalam sehari.  Lalu nabi turun dari langit dan bertemu dengan nabi Musa. Nabi Musa memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad terkait perintah shalat 5 waktu ini.

Umatmu tidak akan sanggup untuk mengerjakannya, bahkan umatku pun tidak akan sanggup. “ Lalu nabi kembali ke sidratul muntaha untuk memohon keringanan kepada Allah agar dikurangi jumlah waktu shalatnya. Akhirnya Allah menurunkan menjadi 45 waktu sholat. Kembali lagi nabi bertemu dengan Nabi Musa. Lagi-lagi Nabi Musa menasihatinya bahwa jumlah itu masih akan membuat umat nabi Muhammad tidak sanggup mengerjakannya. Setelah mendapat nasihat kembali, Nabi melakukan perjalanan ke langit lagi untuk bertemu dengan Allah, kembali untuk memohon pengurangan jumlah waktu sholat. Kembali lagi Allah mengurangi 5 waktu menjadi 40.

Hal ini terus berlangsung hingga nabi bulak-balik sebanyak 9 kali ! Sehingga pada akhirnya jumlah waktu shalat dalam sehari hanya 5 waktu. Subhanallah.

Saat saya mencoba membayangkannya, saya merasa tidak sanggup. Sembilan kali Nabi bulak-balik  untuk bertemu dengan Allah untuk memohon keringanan jumlah waktu shalat. Allahu akbar.. Apa hikmah dibalik peristiwa yang sungguh luar biasa ini. Setidaknya ada tiga hikmah yang bisa kita petik dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, kita harus belajar untuk mendengarkan. Nabi Muhammad berusaha untuk mendengarkan Nabi Musa. Beliau memeperhatikan nasihatnya. Beliau tidak merasa beliau yang paling hebat. Di sini nabi memperlihatkan kepada kita kemampuan nabi dalam berkomunikasi, yaitu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Kita bisa mengambil hikmah tersebut bahwa kita pun masih harus lebih banyak mendengar orang lain, ketimbang berbicara terus yang mungkin membuat orang lain kurang nyaman. Mengapa Allah menciptakan telinga berjumlah dua, sedangkan mulut hanya satu. Salah satu hikmahnya adalah bahwa kita sebaiknya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.

Kedua, jangan pernah menyerah. Apakah nabi menyerah ketika harus bulak-balik ke langit ? Apakah Nabi merasa sudah cukup sampai 30 waktu saja untuk perintah shalat bagi umatnya ?. Tidak, Sama sekai Beliau tidak menyerah. Beliau merasa hal tersebut masih memberatkan, maka beliau terus berusaha dan berusaha dengan bulak-balik sebanyak 9 kali memohon agar Allah menguranginya. Apakah Beliau mengeluh ? tidak.. Apakah beliau menggerutu ? tidak.. Subhanallah. Kita pun seharusnya tidak pernah menyerah. Kita pun seharusnya berupaya untuk tidak pernah mengeluh dan menggerutu dalam menghadapi persoalan hidup ini. Kita harus berusaha terus dalam mengejar cita-cita kita. Jangan menyerah di tengah jalan.

Ya Allah berilah kami kekuatan dalam menjalani hidup ini !

Yang ketiga adalah hormatilah orang tua. Nabi Musa lebih dahulu dari Nabi Muhammad, sehingga nabi sangat menghormatinya. Seharusnya kita pun selalu berupaya menghormati orang yang lebih tua dari kita, baik itu orang tua, guru, ataupun orang lain. Dengan menujukkan rasa hormat kita kepada mereka menunjukkan kedewasaan diri kita.

Yup,itulah beberapa hikmah dari dari persitwa besar Isra Mi’raj. Sudah tentu banyak hikmah yang masih bisa dipetik, jika kita mau lebih terbuka melihatnya.

Read Full Post »