Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2008

Assalamu’alaikum wr.wb

Saya : Yuamar Imarrazan Basarah (Yuma). Teknik Sipil ITB ’06. 08562030250

mengucapkan :

Read Full Post »

Merubah Derita menjadi Bahagia…

Ada bahasan bagus nih,,ceramahnya Ust. Budhi Prayitno,,salah satu pengisi ceramah di Darut Tauhid Bandung. Beliau mengisi di masjid Salman kemarin hari sabtu, tgl 27 Ramadhan = September 2008 jam 16.30. Isinya tentang bagaimana kita menjadi seorang yang arif.

Kata Pa Ustadz….

Diri manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 komponen utama :

1. Akal, sifatnya bisa digunakan, bisa juga tidak digunakan.

2. Qalbu, sifatnya dapat dibolak-balik, mudah berubah dalam waktu yang cukup singkat.

3.Bashiroh, bahwa yang benar itu memang benar dan yang salah itu memang salah, apapun kondisinya. (co: Nyontek pas ujian dalam kondisi apapun tetap perbuatan yg salah)

4. Ruh, hanya Allah yang menggenggamnya

Keempat komponen itu saling terkait di dalam menjalani kehidupan sebagai seorang manusia. Manusia senantiasa ingin menjadikan kehidupannya penuh dengan kebahagiaan, tetapi untuk menuju kesana tidak selamanya lancar-lancar aja, pasti ada hambatan-hambatan, ujian, yang harus kita hadapi. Ujian2 itu terkadang membuat kita merasa menderita dan sulit untuk bisa kembali menjadi bahagia. Kita juga sering menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi kepada kita, terutama hal-hal yang tidak menyenangkan.

Nah..untuk itu ada 4 tahapan bwt kita agar kita menjadi orang yang arif (arifin) dalam hidup kita. Seorang arifin, ia mampu merubah perasaan derita menjadi suatu kebahagiaan. Gmn caranya?

1. Lepaskan diri dari prasangka bahwa yang terjadi pada diri kita itu atas peranan makhluk. Hilangkan ucapan “ wah…ini pasti gara-gara si dia” ato “kynya dia ga suka sama sy..”. Yakinilah,bahwa segala yang terjadi pd diri kita, apapun itu,,itu semua atas kehendak Allah..

2. Instropeksi diri abis-abisan

Renungkan apa yang selama ini telah qt lakukan sehingga kejadian ini kok bisa terjadi pd qt. Coba tanyakan pd diri qt, “Gimana ibadah saya ?” Gimana amalan sy y slama ini ?,,”apa sy punya salah ama dia ya?” terus aja kita bertanya…sampai akhirnya kita menemukan pencerahan..” O iya…mungkin memang selama ini solat saya kurang bener, ga khusyu,” dll.

3. Istighfar

Setelah kita mengevaluasi diri kita,langsung kita beristighfar memohon ampun kepada Allah atas segala salah. Rasulullah aja beristighfar sehari 100 kali, padahal seorang nabi dan rasul yang hampir sempuna sebagai manusia. Kita, sepatutnya juga harus membiasakan diri untuk beristighfar. Kita dengan nabi memang beda “sedikit”. Klo nabi sedikit salah, kita sedikit-sedikit salah. Nabi sedikit tidur, kita sedikit-dikit tidur. Nabi sedikit makan di waktu malam, kita sedikit-dikit makan. Jika kita sedikit istighfar, nabi sedikit-dikit istighfar.

4. Doa

Lalu, kita berdoa kepada Allah agar bisa ikhlas atas segala yang terjadi pada kita, bahwa itu merupakan yang terbaik bagi kita yang Allah tetapkan pada kita. Berdoalah, karena Allah Maha Mendengar dan Mengetahui keadaan hamba-Nya

Sikap orang yang Arif

Sikap orang yang Arif

Sebagai seorang yang mengharapkan kebahagiaan, menurut imam Ghazali ada dua hal yang ga boleh kita sepelekan, yaitu menyepelekan amal dan menyepelekan dosa. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas, itu akan bernilai di sisi Allah. Sekecil apapun dosa yang kita perbuat, Allah senantiasa Mengetahuinya dan malaikat mencatatnya.

Akan tetapi dosa-dosa kecil itu bisa kita tutupi dengan istighfar dan segera melakukan kebaikan-kebaikan. Marilah kita untuk menjadi orang-orang yang memberikan banyak manfaat, berbagi kebaikan, bagi sebanyak-banyaknya orang.

Kata Rasulullah :

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

Read Full Post »

20…!

Kemarin, tepatnya tg 18 September, saya menginjak usia kepala dua. Yup,,pas 20 tahun. Tepat pukul 00.01 ada sms masuk dari seseorang yang saya belum tahu siapa. Isinya ky gini:

“ Ibnu Jauzi ‘waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah dilalaikan’(Thabaqat Hanabilh I:128) met milad y yum.smoga waktu yg tersisa bs dimanfaatkan sebaik2nya.keep on struggle y =]

Saya sih ngebacanya pas bangun sahur. Saya mencoba untuk mencerna sms itu yang berisikan tentang “waktu”. Saya jadi mikir, selama 20 tahun ke belakang , saya udah ngapain aja ya. Apakah waktu itu udah saya jaga baik-baik dan saya manfaatkan semuanya untuk hal yang bermanfaat? Apakah keberadaan saya udah membuat orang lain merasa nyaman, aman, dan bersahabat.? Dan apakah dengan berada di sampingnya udah memberikan kebaikan ?

Rasanya belum…

Belum untuk menjaganya dengan baik, waktu itu.

Masih banyak kesalahan-kesalahan yang terus diulang oleh diri saya waktu itu. Masih banyak ucapan-ucapan yang tiada berguna yang masih disampaikan. Kaki ini juga banyak melangkah ke tempat-tempat yang yang kurang baik. Hati ini pun masih banyak ga ikhlasnya…

…Ya Allah…

Bimbinglah dari waktu ke waktu dalam hidupku, jalan yang lurus.

Kuatkan keyakinanku dari detik ke detik, akan ketetapan-Mu

Kepada orang yang meng-sms saya, terima kasih…

Read Full Post »