Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2009

Bagaimana Akhlak Kita…?

Akhlak. Suatu kata yang sangat luar biasa. Kata yang dapat mencerminkan kepribadian diri kita. Suatu kata yang dapat menjelaskan bagaimana perilaku sehari-hari kita. Kumpulan 5 huruf yang dapat menggambarkan karakteristik diri kita. Seperti apakah kita ini ? Bagaimana kita bersikap terhadap sesuatu ? Bagaimana kita berperilaku dengan teman-teman kita baik sesama muslim maupun dengan teman yang lain ?

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali-Imran : 133-134)

Apa itu akhlak ? Seperti apa akhlak itu ? Akhlak itu dapat diartikan sebagai suatu sikap atau perilaku seseorang dalam menjalani kehidupan ini. Artinya, bagaimana kita bersikap terhadap apa pun, bagaimana kita berperilaku dalam keseharian kita. Sikap apa yang kita tunjukkan kepada teman-teman kita ?

Kita pasti mengharapkan bisa memiliki akhlak yang baik. Kita juga yakin bahwa semua orang ingin punya akhlak yang baik. Ga ada di dunia ini orang yang ingin jadi orang jahat karena pada dasarnya manusia itu ingin berbuat baik. Kalau pun ia jadi orang jahat, itu pun karena dia tidak dapat menahan nafsunya, tidak dapat membentengi dari godaan syaitan..

Apa aja yang termasuk akhlak yang baik itu? Seperti apa seharusnya akhlak seorang muslim itu ? Apakah kita telah memiliki akhlak yang (more…)

Read Full Post »

Saat sy berjalan dari rumah saya menuju ke bawah, tempat dimana saya biasa naik angkot pink untuk berangkat ke kampus, saya melihat diseberang jalan, seorang anak kecil yang berjalan di depan ibunya yang sedang membawakan tas sekolah anaknya itu. Pagi itu, anak kecil itu sedang berangkat menuju ke taman kanak-kanaknya yang kira-kira 500 meter jauhnya dari tempat saya melihat anak tadi.

Tak lama kemudian anak kecil itu berlari. Tetapi ia tersandung sesuatu dan terjatuh. Sempat anak kecil itu melihat ke arah saya yang secara spontan saya pun melihatnya. Lalu ia berdiri kembali dengan wajah yang polos dan segera menuju ke ibunya. Lalu ia pun menangis dalam pelukan ibunya.

Dalam hati, saya berpikir, ntah ini memang bener atau tidak, yang saya rasakan adalah bahwa anak kecil tadi sedang semangat untuk bersekolah. Saya dapat melihatnya saat dia berlari menuju sekolahnya yang taman kanak-kanak itu. Akan tetapi sesuatu membuatnya terjatuh. Tapi apa yang kemudian dilakukannya sesaat setelah jatuh? Tetap tersungkur di bawah ? tidak. Ia langsung bangkit. Bangkit untuk dapat tegak berdiri kembali. Tapi yang namanya anak kecil, menangis adalah hal sangat wajar. Ia pun menangis saat memeluk ibunya.

Anak kecil tadi memberikan hikmah kepada saya, bahwa saya harus bersemangat dalam menuntut ilmu. Kejarlah ilmu itu dan amalkanlah. Kedua, dalam belajar pasti ada hambatan atau ujian yang membuat saya terjatuh, tapi anak tadi mengajarkan saya untuk langsung bangkit.

Ketiga, setiap manusia perlu sandaran dalam mencurahkan perasaannya dan keluh kesahnya. Dan sandaran yang paling utama adalah saat kita bersandar kepada Allah. Menangislah di hadapan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Keempat, Anak itu, sekali lagi mengajarkan kepada saya bahwa saya tidak bisa sendiri dalam proses belajar ini. Saya perlu bantuan dari orang lain yang senantiasa mendukung saya. Dalam hal ini orang-orang terdekat seperti orang tua, sahabat, serta teman bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi yang sangat berharga bagi saya.

Inilah salah satu pembelajaran bagi saya pada hari itu. Anak kecil pun bisa menjadi sumber ilmu bagi saya. Saya sangat berterima kasih kepada anak kecil tadi. Semoga anak kecil itu dapat tetap bersemangat dalam belajar. Saya berharap ia menjadi seorang yang haus akan ilmu dan mengamalkannya dalam bentuk kontribusi bagi bangsa Indonesia ini.

Semua bisa menjadi guru kita, saat kita bersedia menjadi muridnya. Semua bisa menjadi hikmah bagi kita, saat kita mau berendah hati dan membuka diri kita.”

Read Full Post »

Hidup adalah masa karya. Stiap kita diberi rentang waktu, yang kemudian kita sebut umur, untuk berkarya. Harga hidup kita di mata kebenaran ditentukan oleh kualitas karya kita. Maka sesungguhnya waktu yang ‘berhak’ kita klaim sebagai umur kita adalah sebatas waktu yang kita isi dengan karya dan amal. Selain itu, ia bukanlah milikmu

– Anis Matta –

Read Full Post »

Kredibilitas mahasiswa melalui SNMPTN lebih jelek daripada USM. Jadi kenapa harus dinaikkan. Sementara mereka yang lolos USM (Ujian Saringan Masuk), berarti mampu mencapai passing grade yang ditetapkan oleh ITB dan setiap tahun dinaikkan. Untuk menaikkan kuota USM, kita lihat nanti gimana. “ (Rektor ITB, Djoko Santoso, PR, “Pemerintah tak Batasi Mahasiswa Jalur Khusus”. Selasa, 10 Maret 2009)

Inilah pernyataan dari Bapak Rektor ITB saat ini mengenai seleksi mahasiswa baru. Saat saya membaca tulisan ini di koran, jujur saya sangat kecewa dengan ucapannya. Dengan mudahnya, Pak Djoko mengatakan kredibilitas mahasiswa yang masuk melalui SNMPTN atau dahulu disebut UMPTN atau SPMB ini, lebih jelek dari yang USM.

Pa Djoko melihat bahwa jika melalui SNMPTN, dari 20 kursi yang disediakan, maka 20 orang tertinggi nilainya yang masuk. Sedangkan pada USM, standar ditentukan oleh ITB. Jadi jika hanya 3 orang yang sesuai standar, maka hanya 3 orang itu yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan SNMPTN. Apakah benar begitu ?

Menurut saya belum tentu. Berapa banyak yang ikut melalui SNMPTN ? Saya yakin pasti lebih banyak peminatnya dari pada yang USM. Anggaplah suatu jurusan menampung 100 orang dengan porsi, misalkan 50 SNMPTN dan 50 USM. 50 orang yang lulus melalui SNMPTN itu merupakan yang terbaik dari begitu banyak peminat di jurusan itu. Karena banyak, pasti 50 orang itu memilki nilai yang sangat tinggi pula. Jadi apa dasarnya kalau ikut SNMPTN itu kurang kredibel. Saya belum melihat dasar yang kuat yang diucapkan oleh Bapak Rektor kita.

Kembali ke pernyataan yang dimuat di koran “Pikiran Rakyat“ itu. Apa yang dimaksud dengan kredibilitasnya lebih jelek ?

Saya melihat arti kredibilitas di kamus dan saya menemukan disitu bahwa kredibilitas adalah suatu perihal dapat dipercaya. Artinya, dalam pandangan saya apa yang disampaikan oleh Pak Djoko, mahasiswa yang masuk melalui jalur “rakyat” ini kurang dapat dipercaya kualitasnya dibandingkan dengan yang masuk melalui jalur khusus.

Apa buktinya ? Sebutkanlah jika memang seperti ini ! Jelaskanlah kriteria-kriteria seorang mahasiswa yang berkualitas !. Bagaimana indeks prestasinya. Prestasi apa saja yang telah diraihnya ? Coba bandingkan, kalau mau dibanding-bandingkan. Apakah kualitas seorang mahasiswa hanya dilihat dari standar nilai akademik ?

Sekali lagi, menurut saya pernyataan Pa Djoko ini, kurang pantas untuk diucapkan, untuk mengatakannya tidak pantas. Sebetulnya saya tidak mau untuk membanding bandingkan, tetapi karena sudah terlanjur dibandingkan, ya saya coba untuk melihat kembali apakah benar yang diucapkannya itu. Karena saya tidak punya datanya, maka saya mencoba untuk meninjaunya dari sisi yang lain.

Apakah mental seorang mahasiswa penting untuk ditinjau sebagai salah satu kualitas? Sangat perlu menurut saya. Saat mahasiswa yang lulus melalui SNMPTN, dia telah teruji kepercayaan dirinya. Dia dengan berani mengambil resiko bahwa bisa saja dia tidak lulus SNMPTN dan harus mengulangnya tahun depan, jika tidak memiliki cadangan. Dia bertarung dengan begitu banyak calon mahasiswa lainnya dari seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Apakah masih diragukan keseriusan dia untuk masuk ke ITB ini?

Mengapa milih SNMPTN? Ya, karena jalur ini terjangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu banyak yang menyebutnya sebagai jalur “rakyat”, karena memang lebih dekat dengan rakyat. Bagaimana mereka harus mengeluarkan sejumlah uang yang mencapai puluhan juta itu ? Dari mana uang sebanyak itu ?

Pada tahun 2008, jumlah peserta SNMPTN mencapai 378.054 siswa. Yang lulus sekitar 83.490 orang yang diterima di 57 PTN di Indonesia (snmptn.or.id). Dari jumlah itu, sekitar 41.145 lulus melalui jalur IPA dan 1160 diantaranya pada akhirnya diterima di ITB. Berapa banyak pesaing yang telah dikalahkan oleh 1160 lulusan itu ? Hal ini menandakan bahwa persaingan dalam SNMPTN sangat ketat dan membutuhkan kekuatan mental yang baik. Jika sejak awal dia tidak percaya diri, maka akan sulit untuk bersaing dengan ribuan siswa lainnya. Ini jelas membuktikan bahwa mereka yang masuk ke ITB itu adalah para pemenang dengan segala perjuangannya dalam meraihnya, termasuk dengan resikonya bila gagal.

Jumlah total mahasiswa yang diterima ITB adalah 2975 mahasiswa ada tahun 2008, dengan 1160 orang lulus melalui SNMPTN, 1535 melalui USM dan sisanya lewat jalur kemitraan. Bila kita ingin membandingkan porsinya berarti, 39 % SNMPTN, 51,6 % USM dan 9,4 % kemitraan.. Setiap tahunnya, porsi SNMPTN semakin berkurang. Kenapa ?

Salah satu faktornya adalah, mungkin semakin berkurangnya subsidi yang diberikan pemerintah kepada ITB. Pengesahan UU BHP pun bisa turut mempengaruhi. Selain itu kebutuhan akan peningkatan kualitas dan fasilitas juga ikut mempengaruhinya.

Terlepas dari hal itu, yang ingin saya soroti adalah bisa jadi ITB ini semakin jauh dari rakyat. Kenapa ? Jika yang masuk lebih banyak orang yang “berpunya”, maka gaya hidup orang yang berpenghasilan kemungkinan akan semakin terasa di kampus ini. Kendaraan pribadi pun mulai berdatangan setiap tahunnya. Dikhawatirkan kepekaan akan kondisi masyarakat semakin jauh. Karena sudah terbiasa dengan kondisi nyaman dan dapat dengan mudah memenuhi kebutuhannya, maka seorang mahasiswa akan semakin sulit untuk mengasah kepeduliannya terhadap realitas masyarakat Indonesia saat ini.

Sebetulnya saya yakin semua orang berharap supaya hal ini jangan sampai terjadi. Jangan sampai budaya konsumtif semakin menyebar di kampus ini, di saat masih banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi, sulit meraih pendidikan, susah mendapat pekerjaan. Kita semua yakin kampus ini masih menjadi kampus yang dilihat dan dipandang dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Apa yang terjadi dengan ITB, apa yang dilakukan oleh ITB, dapat menjadi perhatian di masyarakat.

Jika ITB semakin jauh dari rakyat, bagaimana kedepannya ITB akan dipercaya oleh masyarakat Indonesia yang sangat berharap lulusannya dapat berkontribusi bagi bangsa ini ? bagaimana ITB dapat menyentuh hati rakyat jika kepekaan dan kepeduliannya semakin berkurang ?

Oleh karena itu, jadikanlah kampus ini menjadi teladan bagi kampus lain dan juga bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya melalui inovasi-inovasi teknologinya, tetapi yang lebih penting adalah teladan dalam karakter, teladan dalam moral, baik dari para mahasiswanya, dosen-dosennya, serta segala pihak-pihak yang ada di dalam ITB ini. Sehingga ITB dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat berkontribusi dan memajukan bangsa Indonesia untuk dapat menjadi bangsa yang mandiri, memiliki harga diri, serta berbudi pekerti.

Di akhir tulisan ini, ingin saya sampaikan bahwa mahasiswa yang lulus melalui SNMPTN merupakan lulusan yang telah teruji dan tidak kalah dengan mahasiswa yang masuk ke ITB ini lewat USM.

Berdiam diri melihat kesalahan dan keruntuhan masyarakat atau negara berarti menghianati pada dasar kemanusiaan yang seharusnya menjadi pedoman bagi kaum intelegensia pada umumnya. “ – Muhammad Hatta –

Read Full Post »

Resensi 9 Matahari

9 Matahari

Kalimat-kalimat di bawah ini sangat menggerakkan, memberikan semangat dan inspirasi. Begitu indah dituliskan dalam novel pembangkit semangat yang berjudul “ 9 Matahari “. Seakan saya benar-benar merasakannya. Ada di hal 39-40 :

“ Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku berkembang pesat.

Tumbuh…tumbuh menjulang tinngi

Menyentuh langit, mendekati matahari

Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat, bersamanya jauh… kuikuti ke mana pun ia bermain.

Terbang…terbanglah melayang tinggi…

Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana

Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata…sampaikan bahwa aku ada ! “

Lalu, yang ini ada di halaman 296 :

Tar, semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dari bentuknya , angka 9 lebih menawan. Kalau lu perhatiin angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang yang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang matari.

Ya, itu merupakan dua kutipan yang ada dalam novel luar biasa ini. Saat membaca novel ini, banyak sekali hikmah yang dapat saya petik. Salah satunya adalah tentang proses manusia menuju kesempurnaanya yang dilambangkan dengan angka 9. Sungguh memberdayakan diri saya , saat membaca kalimat-kalimat itu. Semoga semangat yang ada dalam kalimat-kalimat itu dapat menjalar dalam diri saya, juga kepada para pembaca novel ini.

Read Full Post »

Setiap orang mendambakan seorang pemimpin yang dapat dijadikannya sebagai contoh dan panutan. Seorang pemimpin merupakan orang yang akan diikuti oleh pengikutnya dalam kepemimpinannya. Orang yang dipimpin akan melihat siapa pemimpinnya. Mereka akan melihat segala sikap, ucapan, dan penampilan pemimpinnya. Mereka akan bersedia mengikuti pemimpinnya itu saat bisa melihat dan merasakan manfaat dari kepemimpinannya.

Dengan melihat sikap pemimpinnya, mereka berharap dapat mencontohnya. Dengan mendengar ucapannya, mereka merindukan kata-kata yang dapat menyejukkan hati. Dengan melihat penampilannya, mereka merasa dapat tumbuh keyakinan dan kepercayaan dirinya.

Inilah pemimpin yang menjadi tauladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Seperti Rasulullah yang merupakan seorang pemimpin sejati. Dia menjadi suri tauladan yang baik bagi para pengikutnya, bahkan bagi orang-orang yang membencinya.

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. “ (Al-Ahzab , 33 :21)

Nabi Muhammad saw. Benar-benar menjadi seorang pribadi yang pantas untuk diteladani dalam kehidupannya, baik sebagai pedagang, kepala rumah tangga, dan sebagai pemimpin bagi umatnya. Akhlak beliau sangat mulia. Kepribadiannya dapat menyentuh hati orang lain. Beliau merubah keadaan masyarakat yang masih jahiliah, menuju cahaya islam yang menerangi kehidupan. Beliau merubahnya dengan keteladannya.

Aa Gym juga pernah berkata bahwa Kunci suatu perubahan adalah dengan KETELADANAN. Jika seorang pemimpin ingin merubah keadaan yang buruk, ia harus menunjukkan keteladannya. Apa yang harus diteladani dariseorang pemimpin ? kira-kira ada empat hal, yang dapat diteladani dari seorang pemimpin bagi para pengikutnya.

Pertama, keteladanan dalam keyakinan kepada Allah. Apabila seorang pemimpin kurang dekat dengan Allah, maka sikap dan kebijakannya pun akan kurang terarah dan memberikan kemanfaatan yang banyak bagi para pengikutnya. Seorang pemimpin yang taat kepada Allah, dia akan menjadikan segala kebijakannya berorientasi pada kemaslahatan umat dan menghindari dari segala hal yang kurang bermanfaat dan sia-sia.

Kedua, keteladanan dalam akhlak. Rasul dan para sahabat telah mencontohkannya, bagaimana akhlak yang baik dan mulia, dapat membawa perubahan menuju arah yang baik. Dengan akhlak yang baik, hati seseorang dapat tersentuh, walaupun pada awalnya ia kurang suka. Seorang yahudi buta yang sangat membenci Rasulullah dapat masuk Islam , karena akhlak mulia Beliau. Tak pernah lupa, Beliau selalu menyuapi orang buta itu setiap hari, walaupun dicaci maki dan dihina setiap hari. Tapi Beliau terus sabar dan ikhlas, bahkan Nabi pun selalu mengelus punggung orang buta tadi, layaknya kepada seorang anak kecil.

Subhanallah, saat tau orang yang selalu menyuapinya telah meninggal, saat diberitahukan oleh Abu Bakar yang meneruskan kebiasaan Nabi ini, Orang buta seketika mengucapkan shahadat dan masuk Islam. Dia menangis karena orang yang selama ini ia hina, ternyata yang menyuapinya setiap hari. Sungguh betapa mulianya akhlak Rasulullah saw.

Ketiga, keteladanan dalam pengorbanan. Seorang pemimpin adalah orang yang harus lebih banyak berkorban dari pada pengikutnya. Dia mengorbankan waktunya, pikiranya, dan hartanya untuk kepentingan bersama. Dia bersedia untuk turun langsung membantu orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya sekedar mengarahkan dan menyuruh, tapi dia bersama-sama pengikutnya melakukannya.

Keempat, keteladan dalam memberikan solusi dari setiap permasalah. Rasulullah pun selalu dapat memberikan solusi jika terdapat konflik atau masalah. Solusinya pun tepat sasaran. Bahkan Beliau dapat menyikapi perbedaan pendapat yang ada dalam pengikutnya dengan win-win solution.

Jika pemimpin dapat memberikan keteladan, insya Allah maka perubahan ke arah yang lebih baik dapat terjadi. Pemimpin itu ibarat sumber mata air di hulu. Bila di hulu airnya telah keruh, maka kebawahnya akan keruh juga. Jika dari sumbernya telah bersih dan jernih, makan kebawahnya pun Insya Allah akan bersih juga.

Oleh karena itu, jadilah kita pemimpin yang dapat memberikan keteladanan bagi lingkungan sekitar. Kita semua adalah pemimpin, maka kita harus dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain, dalam setiap sikap dan tutur kata kita. Jadilah kita seorang memiliki hati yang bersih denga berakhlak mulia.

Karena hati hanya dapat disentuh dengan hati..

Read Full Post »