Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2009

Sudah lama saya tidak menulis lagi yang kemudian di-publish di media, seperti di blog saya ataupun di facebook. Menulis untuk InspirasiTerakhir, saya benar-benar menulis dengan terus menerus adalah saat bulan Ramadhan. Saat itu, memang saya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya alami di bulan puasa itu. Akan tetapi setelah itu bahkan sampai sebelum saya menulis tulisan ini, intensitas saya dalam menulis sudah menurun.

Setelah menyelesaikan proyek pribadi menulis di bulan suci kemarin, seolah-olah saya tidak perlu menulis lagi. Rasanya ingin istirahat dulu dari kegiatan menulis. Sudah cukup dengan tulisan-tulisan saya kemarin. Motivasi saya kembali menurun. Tidak ada lagi dorongan yang kuat yang menyebabkan saya ingin menulis lagi. Antusiasme saya dalam menulisa sudah mulai menghilang.

Saat menulis di bulan Ramadhan, sempat saya merasakan bahwa saya menulisnya dengan agak terpaksa, karena agar proyek yang telah dumulai ini, tidak berhenti di tengah jalan. Akan tetapi keterpaksaan itu membuat saya kembali bergairah untuk menulis.

Ada yang bilang, emotion creates a motion and a motion can create emotion. Artinya ketika saya dipaksa untuk menulis, maka semangat saya muncul kembali. Dan ketika saya bersemangat, maka saya akan dapat terus menulis. Akhirnya, dengan berjuang keras, saya berhasil menyelesaikan sekitar 31 tulisan, yang terdiri dari satu pembuka bulan Ramadhan, 29 tulisan berhikmah saat berpuasa, dan satu tulisan penutup saat idul Fitri.

Apalagi ketika saya mengingat bahwa proyek menulis selama satu bulan penuh ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa bagi saya. Saat itu saya membayangkan diri saya satu bulan ke depan seperti seorang penulis yang telah menyelesaikan tulisannya dan siap untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Saya pun pernah berharap agar kelak tulisan-tulisan saya itu dapat dijadikan sebuah buku yang dapat menginspirasi diri saya dan orang lain. Dan tentu hal itu adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi diri saya.

Saya sangat bersyukur bisa menulis seperti itu secara terus menerus. Dan hal ini ingin sekali saya lanjutkan. Tidak hanya berhenti saat bulan puasa, karena saya merasakan manfaatnya ketika menulis. Ada suatu perasaaan lega setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Bisa dibilang menulis itu dapat menghilangkan stress. Dan, saya masih dalam tahap untuk menjadikan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ya, bisa dibilang suatu hobi baru bagi saya.

Selain itu saya merasa dengan menulis, saya diberikan kesempatan untuk dapat memberikan manfaat bagi sesama, bagi teman-teman saya, dan bagi orang lain. Adalah suatu kebermaknaan bagi saya, apabila saya dapat memberikan inspirasi bagi sesama. Dan ini sebetulnya adalah motivasi terbesar saya ketika menulis. Karena saya percaya atas ucapan Sang Nabi yang mulia, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Memang saat ini tulisan-tulisan saya masih seputar kisah-kisah pengalaman  saya dan apa yang saya amati di luar diri saya yang tentunya tak lupa saya selalu mengambil pelajaran atau hikmah dari setiap pengalaman itu. Akan tetapi, suatu saat saya pun berharap dapat menulis sebuah karya tulis ilmiah ataupun yang agak berbau serius.

Tentu saya harus terus belajar dan tak lupa untuk terus membaca. Apa pun. Baik itu membaca buku, koran, tabloid, majalah, ataupun membaca pikiran orang lain dan bahkan membaca tulisan-tulisan yang tertera di alam yang indah ini. Saya harus kembali menumbuhkan motivasi saya dalam kegiatan menulis ini, karena saya yakin, membaca dan menulis adalah sebuah aktivitas yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik lagi, insya Allah.

Read Full Post »

Beberapa hari yang lalu, Alhamdulillah saya sempat merasakan daratan Eropa. Salah satunya adalah kota Amsterdam, sebuah kota yang berada di negeri Belanda sekaligus yang bertindak sebagai ibukotanya. Saya sangat terkesan dengan kota Amsterdam ini yang mungkin juga mewakili keseluruhan negeri belanda.

Apa yang membuat saya terkesan ?

Yang membuat saya terkesan adalah bahwa Amsterdan merupakan kota yang berbasiskan lingkungan. Amsterdam sangat bersih kotanya. Mudah untuk menemukan tempat sampah di jalanan. Tidak ada tumpukan sampah yang mungkin dapat kita lihat di beberapa sudut jalanan di Indonesia.

Kota Amsterdam sangat asri karena cukup banyak pohon dan taman. Mungkin karena terletak di atas garis khatulistiwa, suasana Amsterdam terasa sangat sejuk.  Saat saya bersama keluarga berada di sana, musimnya akan segera memasuki winter season. Artinya musim dingin sebentar lagi tiba, kira-kira 31 Okotber.  Jadi, suasana dingin sudah mulai terasa dan beberapa kali hujan yang ringan disertai angin dingin  turun di Amsterdam.

Satu hal lagi yang paling membuat saya terkesan yang juga berkait dengan lingkungan adalah bahwa penduduk Amsterdam banyak yang menggunakan sepeda dalam bepergian. Hampir di seluruh jalanan di Amsterdam dapat saya lihat sepeda yang diparkir di tempat-tempat yang telah disediakan khusus untuk sepeda, ataupun di pinggiran jalan di depan toko-toko. Baik orang muda maupun tua, mereka menggunakan sepeda. Baik itu laki-laki maupun perempuan.

Mereka dapat bersepeda dengan nyaman, karena untuk sepeda ada jalurnya sendiri. Lajurnya pun ada dua untuk masing-masing arah sesuai dengan jalan untuk kendaraan. Karena ada jalurnya, maka rambu-rambu dan lampu merahnya pun juga ada. Jadi sepeda merupakan bagian yang cukup penting dari system transportasi di kota Amsterdam ini.

jalur sepeda

jalur sepeda

Seperti gambar ini, jalur merah ini merupakan jalur untuk sepeda. Terkadang, karena belum terbiasa, saya diklakson oleh sepeda-sepeda yang akan melintas dari belakang saya. Tapi bunyi klaksonnya tidak seperti mobil. Bunyinya itu “krinting-krinting”. Bahkan karena tidak memperhatikan saat menyebrang, saya dan kaka saya hampir-hampir saja ”dihampiri” oleh sepeda yang melintas dengan cukup cepat.

Lebar jalur ini kira-kira 1,5 m, berada di sebelah trotoar untuk pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil, kebanyakan hanya disediakan satu lajur mobil untuk masing-masing arah. Belum lagi, jalur mobil itu harus berbagi dengan moda transportasi lainnya, yaitu tram. Tram merupakan sejenis kereta yang hanya berjumlah sekitar tiga gerbong yang melintas di tengah-tengah jalan. Tram juga merupakan salah satu moda transportasi favorit bagi orang belanda, karena dapat menjangkau berbagai daerah di Amsterdam. Rel-relnya berada di jalur mobil. Jadi terkadang mobil berjalan di belakang tram yang juga sedang beroperasi.

Dengan demikian, orang akan mudah, nyaman, serta cukup aman untuk bepergian dengan sepeda. Baik itu untuk ke sekolah maupun untuk pergi kerja. Benar-benar dapat menghemat ongkos transportasi dan bebas dari polusi udara. Hal ini juga yang menyebabkan udara di Amsterdam sangat sejuk.

Saya juga baru mengetahui kalau ternyata Amsterdam adalah ibukota terkecil yang ada di Eropa. Memang dari peta kota Amsterdam yang saya peroleh, sepertinya tidak terlalu luas. Kita akan mudah untuk menjangkau ke tempat-tempat yang ada di Amsterdam ini. Jarang terjadi macet di sana. Pernah kami sedikit terkena macet, tapi itu pun sambil jalan dan memang karena lajurnya hanya dua, tidak benar-benar berhenti.

Tata kotanya pun cukup teratur dengan memusat ke tengah dan diapit oleh sungai-sungai. Kota Amsterdam memang termasuk kota tua, karena bangunannya adalah bangunan-bangunan tua. Sedangkan jika kita kita ingin melihat kota modern, kita harus pergi ke Rotterdam. Nah, disana kita dapat melihat gedung-gedung yang memang sesuai dengan zaman sekarang ini.

Saya jadi membayangkan kapan ya Bandung bisa mempunyai jalur untuk sepeda ? Kalau sekarang mungkin yang harus diperhatikan adalah jalur untuk motor, karena motor di Bandung sudah sangat banyak, bahkan kalau boleh saya bilang, sudah over loaded. Wah, kalau di Amsterdam, paling saya hanya melihat satu sampai dua motor saja yang melintas. Kalau di Bandung, hampir setiap saat dan setiap arah di jalanan, kita dapat menemukan motor.

Saya tidak ingin menyalahkan para pengendara motor, tetapi bagaimana ya agar transportasi di Bandung ini bisa lebih tertata rapi dan teratur, sehingga macet dapat dihindari dan polusi dapat dikurangi. Gimana ya ?

Wah, ini menjadi PR kita bersama, terutama bagi para ahli transport dan pemerintah nih untuk menemukan sebuah system ataupun kebijakan yang benar-benar efektif dan efisien untuk memperbaiki system transportasi di kota Bandung yang juga disebut sebagai kota kembang.

Kalau Bandung itu kota kembang, seharusnya bandung ini terasa asri ya, tapi apakah sekarang kita masih bisa merasakan keasriannya di seluruh kota Bandung ?

Read Full Post »