Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Apa Kabar Indonesia’ Category

Saya terkejut ketika membaca berita ada seorang siswa yang tewas karena bunuh diri setelah membaca isi dari sebuah surat yang diperolehnya. Dia meninggal setelah meminum racun dan tidak sempat tertolong. Begitu juga dengan seorang siswa lainnya yang membaca surat yang serupa. Dia pun meminum racun, akan tetapi dia sempat diselamatkan.

Apa yang terjadi dengan kedua siswa tersebut ? Surat apa yang mereka baca sehingga mereka nekat untuk bunuh diri ?

Ternyata itu adalah salah satu dari berbagai respon yang mungkin ada dari seluruh siswa SMA dan SMK kelas 3 setelah mengetahui pengumuman tentang kelulusan mereka dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2010 ini. Variasi respon muncul dari masing-masing siswa setelah mereka membaca surat yang diterima itu.

Bagi mereka yang lulus, rasa kegembiraan jelas tergambar dari diri mereka. Mereka tersenyum lepas, berteriak senang. Mereka berpelukan, saling mengucapkan selamat. Ada yang segera mendapat pelukan dari ibunya. Ada yang menangis terharu karena bahagia. Tapi ada juga yang segera mencorat-coret bajunya dengan spidol maupun piloks. Sebagian yang lain konvoi di jalanan dengan sepeda motor.

Ya, itulah perasaan gembira bagi mereka yang lulus. Gembiranya mereka pun diungkapkan dengan berbagai cara tersebut. Bisa positif bisa juga negatif.

Tapi, bagaimana dengan mereka yang belum lulus ?

Kejadian yang menimpa dua siswa yang saya sebutkan di awal tadi, adalah salah satunya. Sangat tragis dan memilukan. Respon lain yang saya lihat di berita adalah mereka marah dan diungkapkan dengan berteriak dan memprotes. Bahkan ada yang melempar sekolahnya dengan batu-batu sehingga merusak sekolah mereka sendiri. Bagi yang perempuan, menangis adalah respon yang sangat wajar.  Mereka kecewa dengan hasil yang diperoleh dan diungkapkan dengan menangis. Selain itu ada juga yang duduk termenung dengan terus menunduk.

Begitulah respon bagi mereka yang mendapat pengumuman bahwa mereka belum lulus ujian nasional.

Saya sendiri pun pernah merasakan Ujian Nasional seperti yang mereka semua lakukan pada tahun ini. Alhamdulillah saya lulus pada saat itu. Tapi saya juga melihat bagaimana teman saya yang belum lulus saat itu. Saya tidak melihatnya secara langsung saat itu, tetapi pada saat perpisahan SMA, dia datang dengan wajah yang ceria.

Berbagai respon itu lahir dari dua kalimat yang berbeda. Lulus atau belum lulus. Dua kalimat itu bisa melahirkan berbagai respon yang sangat bertolak belakang. Gembira atau sedih. Senang atau kecewa. Bersyukur atau mencerca. Bersabar atau marah. Senyum atau cemberut. Positif atau negatif. Kita sendiri yang memilih untuk bersikap seperti apa dan ingin mengekspresikannya dalam bentuk apa. Kita lah yang memberikan perintah kepada anggota tubuh kita untuk bersikap. Kitalah yang menberi makna terhadap apa yang terjadi pada diri kita.

Ya, terlepas dari pro kontra tentang ujian nasional ini, saya ingin memberikan semangat kepada adik-adik yang belum mendapat kelulusan saat ini. Masih ada ujian ulangan untuk mata pelajaran yang belum lulus dan  masih berkesempatan masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tetaplah untuk optimis dan berharap yang terbaik. Berikan yang terbaik dari usaha adik-adik dalam ujian susulan nanti dan buktikan bahwa adik-adik bisa lulus. Berusahalah dengan sungguh-sungguh. Berlatihlah soal sebanyak mungkin. Dan jangan lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Insya Allah adik-adik akan mendapatkan hasil yang terbaik berupa kelulusan.

Read Full Post »

Di dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, No. 22 Tahun 2009, berbagai aturan berlalu lintas bagi para

Mobil ini Melewati Garis Batas

pengguna jalan mulai diterapkan. Beberapa sosialisasi pun sudah mulai terlihat. Saya pernah membaca koran yang berita utamanya tentang UU ini. Kemudian di perempatan dan beberapa ruas jalan, semacam spanduk atau banner dari kepolisian terkait sosialisasi undang-undang pun sudah mulai terlihat.

Aturan yang berlaku saat ini pun sebetulnya memiliki sanksi yang cukup tegas bagi pelanggarnya. Sanksi tersebut bisa berupa kurungan penjara ataupun denda yang jumlahnya tidak kecil. Dapat dikatakan aturan ini baik. Akan tetapi bagaimana penerapannya di lapangan ?

Ternyata aturan ini masih sulit untuk diterapkan dengan baik.

Pernah saya mengendarai mobil di perempatan Jembatan Cikapayang dari arah Jalan Surapati. Saat itu lampu lalu lintas menunjukkan warna merah yang berarti berhenti. Aturan yang berlaku adalah, bahwa setiap kendaraan mesti berhenti di belakang garis putih. Jika melewati garis tersebut, maka hal ini adalah pelanggaran dan dapat dikenaik sanksi.

Tetapi yang terjadi adalah bahwa masih banyak kendaraan, khususnya motor yang melewati batas itu. Sebetulnya banner tentang aturan ini pernah dipasang di persimpangan ini, akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi di ruas jalan ini. Motor-motor itu jelas melaju saja tanpa mengindahkan garis yang jelas ada di jalan tersebut. Mungkin mereka memang tidak tahu aturan yang baru ini dan  hal in iadalah wajar.

Akan tetapi ternyata, pada saat itu ada kendaraan berupa mobil, mirip mobil tahanan  yang juga melebihi garis itu, bahkan kalau boleh saya bilang, agak keterlaluan lebihnya. Hal ini dilakukan bersama kendaraan lainnya. Dan ternyata, dalam plat mobil itu terdapat sebuah lambang yang bagi saya sudah tidak asing lagi. Tahukan teman-teman lambang apa itu? Ternyata lambang itu milik kepolisian. Ya benar sekali, lambang itu milik institusi yang membuat aturan ini dan juga yang menindak terhadap pelanggaran lalu lintas itu sendiri.

Lalu, yang saya lakukan adalah segera mengambil hp dan mendokumentasikan momen itu. Gambar ini menunjukkan bahwa mobil itu telah melewati garis batas, akan tetapi lambang institusi itu tidak terlihat karena terhalang motor.

Entah apakah sang pengendara ini memang tidak mengetahui aturan ini atau memang tidak sadar? Tetapi bagi saya adalah bahwa hal ini telah membenarkan bahwa bagaimana masyarakat dapat disiplin mematuhi aturan, tetapi kalau yang berwenang membuat aturan dan menindak setiap pelanggarnya juga melanggar aturan itu sendiri. Kita bisa beranggapan “Polisi saja juga melanggar ko.” Dan ini membuat kita menjadi tidak disiplin juga.

Saya juga pernah melihat orang yang dibonceng oleh polisi dengan menggunakan sepeda motor, juga tidak menggunakan helm. Padahal polisi selalu siap siaga menindak jika ada yang tidak memakai helm saat mengendarai motor.

Mudah-mudahan mereka itu hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya percaya bahwa masih banyak polisi yang baik dan disiplin. Tetapi saya juga tidak memungkiri jika masih banyak juga polisi yang tidak menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

Aturan ini dibuat untuk meningkatkan ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas. Akan tetapi jika implementasinya tidak baik, tetap saja tidak dapat mewujudkan tujuan dibuatnya aturan ini. Baik polisi maupun masyarakat harus bisa disiplin dalam menegakkan aturan ini. Polisi harus bisa mencontoh yang baik. Polisi tidak hanya menindak orang yang melanggar, tetapi dia pun harus bertindak untuk turut taat terhadap aturan itu. Selain itu sosialisasi tentang aturan ini harus digencarkan lagi.

Sedangkan bagi masyarakat, kita harus proaktif dalam mencari info terkait aturan ini sekaligus segera menerapkan dalam berlalu lintas di jalan. Jika kedua peran ini dipenuhi, maka kelancaran dan ketertiban dalam berlalu lintas dapat tercipta.

Read Full Post »

Benarkah orang-orang seperti ini sudah sangat LANGKA di Indonesia saat ini ? Sulitkah menemukan orang-orang yang melakukan tugasnya dengan sebenar-benarnya ? Apakah benar Indonesia sulit untuk menghasilkan orang-orang yang memiliki integritas ketika sudah menjadi PEJABAT ?

Pertanyaan-pertanyaan ini sedang memenuhi pikiran saya saat ini. Topik ini muncul ketika saya sedang melakukan percakapan dengan ayah saya di mobil saat perjalanan ke rumah. Bermula saat saya mendengar kata LANGKA dari ayah saya yang ditujukan kepada beberapa orang pejabat dan mantan pejabat. Ayah saya mengatakan bahwa orang-orang ini adalah manusia langka di Indonesia. Orang-orang ini punya kejujuran dan kesederhanaan yang luar biasa saat menjadi pejabat pemerintahan.

Pertama, dia adalah Mar’i Muhammad. Orang yang dikenal cukup tegas dengan Amerika ini, pernah menjabat menjadi Dirjen Pajak. Saat menjadi Dirjen ini beliau mendapat rumah dinas yang tidak cukup besar, hanya memiliki tiga kamar saja. Satu digunakan oleh beliau dan istrinya, dan dua lagi digunakan oleh anaknya. Beliau tidak memiliki ruang kerja, dimana ia bisa berfokus dengan tugas-tugasnya sebagai Dirjen. Suatu saat Menteri Keuangan saat itu, hendak datang ke kediaman Mar’i Muhammad. Ketika menteri datang, Mar’i sedang mengerjakan tugas sebagai Dirjen di meja makannya. Dan pada saat itu menteri keuangan cukup kaget melihat seorang Dirjen melakukan tugasnya di meja makan.

Dirjen Pajak adalah sebuah jabatan yang dikelilingi oleh “uang”. Bagaimana tidak? Setiap harinya berurusan dengan pajak yang merupakan suatu iuran yang wajib dikeluarkan oleh warga negara Indonesia. Bila Mar’i, sedikit saja “terbawa arus”, maka dia bisa memiliki rumah yang besar. Bayangkan, selama lima tahun menjabat dia tidak punya rumah sendiri. Rumahnya hanya dari rumah dinas dengan tiga kamar itu. Coba kita lihat rumah-rumah dinas beserta fasilitas para pejabat saat ini ?

Kedua, dia adalah dewan penasehat KPK saat ini, namanya Abdullah Hehamahua.. Ayah saya saat bercerita

Abdullah Hehamahua

tentangnya, menyebut Abdullah sebagai orang yang spartan dan memiliki idealisme yang luar biasa. Dia adalah mantan aktivis di HMI dulu. Ayah saya mengisahkan suatu saat, Abdullah ini hendak mendatangi seorang yang akan diperiksa olehnya. Orang yang akan diperiksa ini, menawarkan jemputan kepada Abdullah untuk datang ke tempatnya. Akan tetapi beliau menolak. Dia datang dengan menggunakan taksi. Kemudian ketika selesai diperiksa, beliau pun ditawari “oleh-oleh” sebelum pulang. Lagi-lagi Abdullah menolak. Tapi orang ini memaksanya, hingga kemudian Abdullah berkata, “Jika Saudara masih memaksa-maksa saya, maka saya akan melaporkan Saudara atas perkara penyuapan kepada KPK!” Seketika pun orang yang diperiksa itu surut dan takut.

Lalu orang langka yang ketiga adalah, Pak Hoegeng. Beliau adalah mantan Kapolri yang terkenal dengan kejujurannya. Untuk menggambarkan kujujuran beliau, sebuah anekdot berkembang, “Hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, Pak Hoegeng, kedua adalah polisi tidur, dan ketiga, patung polisi”. Profil Hoegeng pernah dihadirkan dalam program Kick Andy di Metro TV yang membahas bagaimana integritas seorang Hoegeng. Beliau pun tidak memiliki rumah sendiri, hanya rumah dinas. Lalu, dia pun menolak berbagai barang-barang yang tiba-tiba ada di rumahnya. Bahkan dia menyuruh ajudannya untuk mengeluarkan barang-barang itu dan ditaruh di pinggir jalan.

Hoegeng

Hoegeng

Pernah juga suatu saat ada sepeda motor baru yang datang di rumahnya. Saat itu beliau sedang tidak ada, tetapi anaknya yang menerimanya. Ketika Hoegeng pulang dan melihat sepeda motor itu, dia segera meminta untuk dikembalikan. Padahal anaknya sangat menginginkan sepeda motor itu. Luar biasa kehidupan dari seorang Hoegeng ini. Kisah yang paling membuat saya terkesan adalah, saat beliau berangkat pagi untuk hendak ke kantor sekalian mengantarkan putrinya ke sekolah. Ketika di jalan menemukan kondisi jalan yang macet, maka Pak Hoegeng, seorang Kapolri, sebuah jabatan tertinggi dalam sebuah lembaga kepolisian, turun dari kendarannya dan segera mengatur lalu lintas jalan itu. Sekali lagi, seorang Kapolri turun ke jalan sambil mengatur kondisi lalu lintas yang sedang macet itu. Kejadian ini membuat putrinya sering terlambat masuk sekolah. Cerita ini dikisahkan sendiri oleh putrinya saat diwawancarai oleh Andy F. Noya dalam Kick Andy.

Terakhir, Ayah saya melengkapi keempat orang langka ini dengan seorang mantan jaksa agung tinggi yang terkenal

Baharuddin Lopa

berani dan jujur ini, yaitu Baharuddin Lopa. Berbagai kasus korupsi atau penyelundupan berhasil ia buka dan membuat orang yang kebal hukum pun dapat dijadikan terdakwa. Ketika diangkat menjadi Kajaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, gebrakan pertama yang dilakukannya adalah dengan membuat pengumuman di surat kabar: Ia meminta agar masyarakat atau siapa pun, tidak memberikan sogokan kepada anak buah Baharuddin Lopa. Ia juga pernah mendapat anugerah Government Watch Award (GOWA award) atas jasanya dalam memberantas korupsi.

Sekali lagi luar biasa bagi diri saya saat mendengar kisah orang-orang LANGKA ini. Begitu menyentuh hati karena saya merasa orang-orang ini seharusnya berda dalam pemerintahan saat ini. Dengan begitu banyaknya kasus yang membuat telinga masyarakat panas, orang-orang seperti ini seharusnya dijadikan teladan oleh para pejabat saat ini. Saya melihat karakter-karakter seperti jujur, berani, dan tidak terbuai oleh uang dan kekuasaan , seharusnya menjadi karakter yang melekat pada diri setiap orang Indonesia, khususnya para pejabat pemerintahan. Bahkan, seorang presiden harus terdepan dalam memberikan teladan akan karakter-karakter ini.

Kalau kita melihat kedaan para pejabat kita saat ini, bagaimana ya ? Masyarakat Indonesia pun mungkin sudah bisa menilai mana yang benar-benar BENAR, dan mana yang benar-benar PURA-PURA BENAR. Masyarakat pun bisa menilai apakah saat ini orang-orang seperti Hoegeng, sudah begitu langka ?

Bagi saya, Indonesia masih punya harapan. Indonesia masih menyimpan orang-orang yang punya integritas tinggi. Dan orang-orang itu masih banyak, hanya mungkin kita belum tahu dan mungkin orang-orang langka itu juga tidak ingin diketahui oleh orang lain. Saya pun yakin, semua masyarakat Indonesia berharap orang –orang langka ini bisa mermunculan di negeri kita ini, sehingga keadilan dan kebenaran dapat ditegakkan.

Read Full Post »

MU ngasih opsi untuk mengundang Indonesia bermain di Kuala Lumpur… Eh Nurdih Halid menolaknya…8_4615_mu_tour_asia_indonesia

Ketika saya mendengar ada opsi bahwa Indonesia masih bisa bertanding dengan MU di Kuala Lumpur, jujur saya merasa senang. Tapi saat mendengar PSSI menolaknya, saya langsung kecewa.

Udah untung MU masih berbaik hati memikirkan indonesia agar dapat mengobati kekecewaan para fans. Eh, kesannya indonesia malah jadi sombong ya…seperti Indonesia adalah sebuah tim besar saja. Yang penting kan Boza Salossa dkk, bisa mendapat pelajaran berharga dr pertandingan lawan MU itu, bisa melihat permainan para pemain bintangnya dan menguji langsung mental dan teknik para pemain Indonesia.

Kita menolak undangan tersebut karena ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Selain untuk memuaskan pencinta sepakbola tanah air juga untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” kata Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Eits..justru dengan adanya penolakan Nurdin seperti ini malah para pecinta sepakbola tanah air semakin tidak bisa melihat Indonesia All-Star bertanding dengan MU. Walaupun di Kuala Lumpur, TVone pasti tetap akan meyiarkannya, karena pertandingan Malaysia Vs MU saja disiarkan TVone.

Mengenai citra Indonesia, justru hal ini akan menimbulkan anggapan dari klub MU tersebut, bahwa Indonesia tidak percaya kepada mereka dan ini akan kurang baik terhadap kepercayaan mereka kepada Indonesia kedepannya. Buktinya, MU telah percaya kepada Indonesia akan keamanan di Jakarta, terutama di hotel yang akan diinapnya, Ritz Carlton, sehingga MU bersedia datang ke Jakarta. Eh, sekarang giliran diminta kepercayaannya, PSSI malah ga mau percaya dengan undangan MU itu.

Kalau sekarang udah menolak seperti ini, memang untungnya seperti apa ? Sudah tidak jadi main, panitia rugi sekitar 30 Milyar. (sumber: detiksport.com). Apakah mau berharap tahun depan MU mau berkunjung lagi ? emm..sepertinya mereka akan berpikir ulang lebih banyak.. Mereka juga akan takut untuk datang lagi karena kita belum bisa memberikan jaminan keamanan di Indonesia., seperti sekarang ini.

Saya dan mungkin seluruh penggemar sepakbola di tanah air kecewa dengan batalnya kedatangan klub sebesar MU di Indonesia. Tapi, saya pribadi juga kecewa dengan Nurdin Halid yang menolak undangan dari MU. Kapan lagi MU mengundang Indonesia ? Saya pikir justru ini suatu kehormatan mendapat undangan dari tim sebesar MU.

Ya, mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini. Mari kita berdoa supaya Indonesia tetap menjadi Negara yang aman, tertib, dan damai.

Read Full Post »

Tadi saya melihat anak kecil sedang duduk di sebuah kursi plastik. Saya melihatnya saat sedang membeli bubur kacang ijo di depan parkiran sipil. Ada apa dengan anak itu ? anak itu kira-kira berumum 10-12 tahunan. Apa yang membuat saya sampai menulisnya dalam tulisan ini ? Apa yang membuat saya menaruh perhatian khusus kepada anak ini ?

Ternyata anak kecil ini….MEROKOK !!!

Ya…dengan santainya sambil duduk, memegang puntung rokok, lalu menghisapnya , kemudian mengeluarkan asap dari mulutnya. Terlihat menikmati sekali…

Aneh tidak ? pantas tidak ?

Menurut saya sangat tidak wajar. Ssangat prihatin melihatnya.

Seorang Generasi penerus bangsa Indonesia, yang masih kecil, sudah merokok ? kok bisa ? dapet darimana ? siapa yang ngasih ? apakah orang tuanya mengetahuinya ?

Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiran saya kala itu…

Sangat tidak bertanggung jawab sekali orang yang menawarinya rokok. Sangat tidak manusiawinya, orang yang dengan bangga memberikan rokok itu kepada anak kecil itu. Saya yakin tidak mungkin anak kecil itu akan merokok, klo ada orang yang melarangnya untuk menggunakannya.

Saya berdoa semoga anak tadi segera berhenti merokok…

Read Full Post »

Bagaimana sih moral atau akhlak bangsa Indonesia saat ini ? Udah baguskah ? atau masih jelek ? Apakah lebih banyak yang sudah berakhlak baik atau yang belum bermoral dengan baik ? Karena moral baik atau akhlakul karimah inilah yang menurut saya sangat penting untuk dimiliki oleh setiap diri manusia Indonesia. Ini juga yang dapat menentukan kemajuan bangsa ini..

Pendidilan moral atau akhlak memang harus dilakukan sejak dini. Paling awal, pendidikan memang harus dilakukan dari lingkungan keluarga, karena di dalam keluargalah, orang-orang terdekat berada bersama kita dan senantiasa berinteraksi sejak kecil.

Seiring berjalannya waktu, dimana anak sudah mulai dewasa, dimana mungkin interaksi yang dilakukan lebih banyak di lingkungan luar, seperti sekolah atau kampus, atau lingkungan kerja, sehingga orang tua tidak bisa mengontrol terus menerus, pendidikan akan akhlak itu bagaimanapun harus dapat berjalan. Dan dari mana kita bisa mendapat pendidikan moral itu ? Kita yang harus mau mencarinya dan kita juga harus mau memulainya dan menerapkannya..

Saat kita sudah tidak peduli dengan akhlak kita, saat kita sudah tidak memikirkan lagi bagaimana kita bersikap sehari-hari dalam kehidupan kita, maka tinggal tunggulah kebobrokan bangsa ini. Saat kita sudah rela untuk melanggar etika dan norma-norma yang berlaku, bahkan kita mengaggap pelanggatan itu adalah suatu hal yang wajar, maka kita harus berhati-hati, bahwa cita-cita bangsa ini untuk menjadi bangsa yang maju dan mempunyai harga diri, akan menjadi mimpi-mimpi belaka.

Kita yang harus mulai sadar akan pentingnya akhlak yang baik ini. Hal-hal mengenai kejujuran, toleransi terhadap perbedaan, saling menghormati, mampu mengendalikan emosi, dan profesionalitas sudah sepatutnya kita menaruh perhatian yang lebih. Bukan saja hanya memberikan perhatian, tetapi kita pun harus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sepertinya masalah apapun dalam bangsa ini, akan terselesaikan jika semua warganya mempunyai akhlakul karimah. Orang pintar, tapi curang, akan banyak menipu orang. Orang ahli ekonomi tanpa sikap jujur, dengan mudah mengeruk kekayaan negara dan tanpa rasa bersalah melakukan korupsi. Seorang pejabat atau politikus tanpa kerendahan hati akan senantiasa bernafsu meraih kekuasaan dan semakin lupa akan dirinya. Seorang engineer yang tak memiliki moral yang baik, akan mencari-cari cara agar bisa meraih keuntungan dengan merekayasa perhitungannya sehingga melanggar aturan dan merugikan orang lain.

Untuk melakukan suatu perubahan bangsa ini untuk mejadi lebih baik dan bermartabat, tak ada cara lain selain kita semua bersedia merubah keadaan yang ada diri dengan memperbaiki akhlak kita menjadi lebih baik dan meningkatkan kualitas pribadi kita.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri. “ (Ar-Ra’du : 11)

Insya Allah..negeri ini akan menjadi negeri yang makmur, sejahtera, dan diberkahi oleh Allah.. menjadi negeri yang baik (baldatun tayyibatun). Sehingga para pahlawan bangsa dahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini bisa tetap tersenyum melihat negeri ini tetap merdeka. Merdeka dari berbagai kejahatan, merdeka dari kebobrokan moral dan merdeka dari kezhaliman..

Read Full Post »

Apa yang dirasakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) saat ini ? Apa yang dipikirkan oleh ketua KPU saat ini ? Pasti ga bisa tidur dengan nyenyak.. Bayangkan banyak partai yang menggugat KPU akan kinerjanya, banyak orang yang menganggap KPU telah gagal total, banyak yang merasa dirugikan dan dicurangi dalam pemilu saat ini..

Saya prihatin terhadap kondisi para politikus saat ini. Partai-partai, para tokoh di dalamnya juga, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang elit politik. Dengan mudah menyalahkan pihak lain, dengan enaknya menjudge kalau kekacauan yang terjadi pada pemilu ini merupakan salah dari satu pihak tertentu. Dalam hal ini KPU sebagai pihak yang disudutkan. KPU dianggapa gagal dalam mengelola dan melaksanakan pemilu. Dinilai bahwa pemilu 2009 adalah pemilu yang paling amburadul.

Lihat saja sikap dari partai-partai saat ini. Mereka seperti berlomba-lomba untuk mencari kesalahan KPU. Mereka dengan semangat menggali berbagai bukti kecurangan dalam pemilu kemarin. Lalu mereka bekerja sama dengan partai-partai yang mempunya nasib yang sama untuk menuntut KPU, bahkan terdengar untuk memboikot pemilu presiden mendatang.

Perlu diakui memang pemilu kali ini berjalan dengan kurang baik. Saya tidak bilang dengan tidak baik karena saya merasa pemilu ini masih banyak baiknya. Kekurangan-kekurangan masih terjadi seperti masalah logistik dan DPT. Untuk masalah DPT inilah yang paling diributkan oleh orang-orang tadi.

Akan tetapi perlu diingat, bahwa pemilu kali ini memiliki sistem yang berbeda dari pemilu 2004, dimana anggota legislatif dipilih langsung oleh rakyat. Jelas ini menambah kerjaan KPU, dimana begitu banyaknya pengurusan administratif para caleg yang jumlahnya ribuan itu. Belum lagi ngurus kertas suara yang harus dicetak lebih besar dan berjumlah 4 untuk setiap pemilih.

Udah beres kerjaannya ? belum…mereka harus gencar mensosialisasikan perubahan tata cara pemilu saat ini, dimana dicontreng bukan lagi dicoblosnya. Menginformasikan ke seluruh pelosok Indonesia bukan suatu hal yang mudah. Dan yang paling ribet mereka harus mengupdate daftar pemilih tetap Indonesia yang pada akhirnya jadi berantakan.

Saya yakin masalah DPT ini sebetulnya bukan hanya urusan KPU, tapi seluruh aparat daerah yang mengurus hal ini juga punya kerjaan terkait hal ini. Para kepala RT, RW, lurah, camat mempunyai tugas untuk merapikan segala hal-hal administratif tentang kependudukan di wilayahnya. Berapa jumlah orang yang telah berumur 17 tahun, berapa yang telah punya kTP, berapa yang tidak menjadi pemilih lagi…Itu semua kalau masih acak-acakan, bagaimana KPU juga mau menetapkan berapa jumlah sebenarnya DPT. Perlu ada koordinasi yang baik.

Jadi…saya kurang setuju kalau hal ini, seolah-olahnya tanggung jawab sepenuhnya KPU. Ingat..keberhasilan suatu proses demokrasi akan terwujud jika setiap warganya bersedia membantu dan bersama-sama mensukseskan pemilu ini. Sistem yang berubah ini harusnya menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Coba kalau kita yang disuruh jadi KPU. Bisa gak? Apresiasi dong kinerja KPU…Pernah ga ketua KPU menerima ucapan terima kasih dari elit politik karena telah menyelenggarakan pemilu ?

Jangan dengan mudahnya meyalahkan KPU terus menerus. Partai-partai juga harus berkaca diri. Kalau memang cuman segitu suaranya, berarti ada yang salah pada kinerja partai itu atau mungkin orang udah malas milih partai itu karena mereka tahu, orang didalamnya udah kurang bener. Para tokoh partai juga harus lihat, kenapa dirinya tidak lagi menjadi orang yang dipercayai oleh masyarakatnya. Coba lihat diri kita masing-masing.

Jika beranggapan pemilu ini curang, coba berkaca juga apakah partai-partai juga melakukan kecurangan saat kampanye.. Faktanya memang seperti itu. Mereka banyak melakukan pelanggaran saat kampanye. Memberi uang kepada rakyat untuk disuruh memilih suatu partai kayaknya juga udah bukan hal yang asing lagi. Hal itu kecurangan juga ga ya? Coba pikir deh…

Bagi yang menang pun harus berkaca juga,,,benar gak nih kemenangan ini diraih dengan kejujuran ? Janganlah bangga atas hasil yang diraih kalau itu diperoleh dari kecurangan-kecurangan. Tanggung jawabnya justru lebih besar karena harus mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan rakyat. Janji-janji yang udah diucapkan saat pemilu harus direalisasikan.

Saya juga baca di salah satu surat kabar, di sana disebutkan bahwa para pengusaha kaos, sepanduk dan sejenisnya itu mengalami kerugian bermiliaran rupiah..Apa sebab ? ternyata banyak partai yang belum melunasi utang mereka untuk atribut yang mereka gunakan untuk kampanye. Ini kecurangan juga ga ya?

Ayo…lihat cermin wahai para bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin menjadi anggota DPR, yang ingin menjadi pemimpin bagi bangsa ini ! Rakyat tahu niat baik bapak dan ibu sekalian terhadap bangsa ini.. Tapi tunjukkan dong dalam sikap dan ucapannya kalau bapak dan ibu adalah teladan yang biak bagi rakyat. Kan mau jadi pemimpin, tapi kalau tidak punya teladan, apa yang mau dicontoh oleh yang dipimpinnya. Kalau pemimpinnya udah ga bener, apalagi rakyatnya.

Waduh…gemes ngeliatnya…

Ayolah…jadilah kita ini kembali melihat diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain, lihat dulu diri sendiri. Kita itu bukan Tuhan yang punya kuasa sepenuhnya di dunia ini. Kita pun bukan malaikat yang tidak pernah berbuat salah. Kita adalah manusia…

Tapi inget, mau jadi manusia yang seperti apa..? Kalau ingin dicintai rakyat, ya harus jadi manusia yang punya teladan baik dalam moral maupun intelektualitas.

Sudah saatnya untuk..bersama-sama mencari solusi dari permasalahan bangsa ini..dan luruskan kembali niatnya. Berjuanglah untuk kepentingan rakyat, jangan terbawa nafsu untuk meraih kekuasaan dan meraih fasilitas-fasilitas yang ada.

Read Full Post »

Older Posts »