Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘inspirasi’

Di tengah perjalanan bersepeda menuju kampus pada hari sabtu ini, saya melihat seorang Bapak tua dengan gerobaknya, sedang duduk di trotoar. Bapak itu terlihat lelah, hingga saya sempat melihatnya tertidur dalam duduknya. Bapak itu memejamkan matanya sejenak, terlihat sedang melepas lelahnya.

Saya berada di depannya, sekitar 5 meter. Saya memperhatikan bapak itu dari sepeda.  Pasti ia telah berjualan sejak pagi dengan mendorong gerobaknya itu yang saya kira tidak ringan. Saat itu saya masih diam.

Tak lama kemudian, ada mobil yang berhenti dekat gerobak Bapak tadi. Lalu keluar dari bangku supir, seorang bapak yang menghampiri si Bapak penjual ini. Terdengar oleh saya, dia menanyakan tentang suatu tempat. Lalu dengan semangat si Bapak tua penjual tadi menjelaskan sambil menunjuk dengan tangannya. Padahal baru saja dia tertidur sebentar. Tapi ia menjelaskannya dengan semangat dan tidak terlihat malas.

Saya terharu melihatnya. Di tengah kelelahannya, dia tetap bersemangat untuk membantu sesama. Luar biasa. Bapak tadi mengucapkan terima kasih dan kembali mengendarai mobilnya. Lalu saya menghampirinya.

Tanpa bermaksud untuk menguji, tapi saya menanyakan arah juga. Saya bertanya tentang arah kampus saya – yang sebetulnya sudah saya ketahui. Saya sempat kebingungan untuk bersikap seperti apa. Tapi saya juga ingin membantunya. Lagi, dia pun dengan semangat menunjukkan arah itu kepada saya. Cukup jelas dia menerangkannya. Luar biasa.

Saya berterima kasih dan mulai mengajaknya mengobrol. Saya menanyakan apa yang sedang dijualnya. Saya bertanya berjualan dari jam berapa dan sudah berapa yang terjual. Yang membuat saya semakin terharu adalah saat ia mengucapkan “Alhamdulillah” dengan dagangannya yang baru terjual dua barang. Tapi dia tetap bersyukur tentang apa yang telah dicapainya hari ini. Di tengah kesulitannya, dia tetap bersyukur. Saya belajar darinya. Bersyukur itu ternyata tidak hanya saat senang, tapi juga pada saat susah.

Akhirnya saya membeli sebuah kemoceng darinya. Saya ingin membantunya. Dan saya memberikan pecahan terbesar dari dompet saya, tanpa mengharap kembalian darinya. Semoga bisa bermanfaat baginya. Saya bersyukur bisa bertemu dengan Bapak penjual yang sangat tegar ini dan masih terus mau membantu sesama walaupun badan sudah cukup lelah.

Alhamdulillah, doa mengalir dari mulut Bapak itu. Dan saya pun berdoa untuknya. Berdoa untuk keluarganya. Semoga beliau senantiasa diberkahi oleh Allah. Seorang Bapak yang senantiasa menghindari dari meminta-minta. Saya bahagia dengan pertemuan ini. Sebuah kebahagiaan yang sangat bermakna.

Sebuah pertanyaan terbesit dalam diri saya, sudahkah saya bersyukur dengan keadaan saya sekarang.walaupun sedang dalam tertekan, walaupun sedang dalam sulit, walaupun sedang dalam kedaan yang tidak saya harapkan ?

Advertisements

Read Full Post »

Sudah lama saya tidak menulis lagi yang kemudian di-publish di media, seperti di blog saya ataupun di facebook. Menulis untuk InspirasiTerakhir, saya benar-benar menulis dengan terus menerus adalah saat bulan Ramadhan. Saat itu, memang saya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya alami di bulan puasa itu. Akan tetapi setelah itu bahkan sampai sebelum saya menulis tulisan ini, intensitas saya dalam menulis sudah menurun.

Setelah menyelesaikan proyek pribadi menulis di bulan suci kemarin, seolah-olah saya tidak perlu menulis lagi. Rasanya ingin istirahat dulu dari kegiatan menulis. Sudah cukup dengan tulisan-tulisan saya kemarin. Motivasi saya kembali menurun. Tidak ada lagi dorongan yang kuat yang menyebabkan saya ingin menulis lagi. Antusiasme saya dalam menulisa sudah mulai menghilang.

Saat menulis di bulan Ramadhan, sempat saya merasakan bahwa saya menulisnya dengan agak terpaksa, karena agar proyek yang telah dumulai ini, tidak berhenti di tengah jalan. Akan tetapi keterpaksaan itu membuat saya kembali bergairah untuk menulis.

Ada yang bilang, emotion creates a motion and a motion can create emotion. Artinya ketika saya dipaksa untuk menulis, maka semangat saya muncul kembali. Dan ketika saya bersemangat, maka saya akan dapat terus menulis. Akhirnya, dengan berjuang keras, saya berhasil menyelesaikan sekitar 31 tulisan, yang terdiri dari satu pembuka bulan Ramadhan, 29 tulisan berhikmah saat berpuasa, dan satu tulisan penutup saat idul Fitri.

Apalagi ketika saya mengingat bahwa proyek menulis selama satu bulan penuh ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa bagi saya. Saat itu saya membayangkan diri saya satu bulan ke depan seperti seorang penulis yang telah menyelesaikan tulisannya dan siap untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Saya pun pernah berharap agar kelak tulisan-tulisan saya itu dapat dijadikan sebuah buku yang dapat menginspirasi diri saya dan orang lain. Dan tentu hal itu adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi diri saya.

Saya sangat bersyukur bisa menulis seperti itu secara terus menerus. Dan hal ini ingin sekali saya lanjutkan. Tidak hanya berhenti saat bulan puasa, karena saya merasakan manfaatnya ketika menulis. Ada suatu perasaaan lega setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Bisa dibilang menulis itu dapat menghilangkan stress. Dan, saya masih dalam tahap untuk menjadikan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ya, bisa dibilang suatu hobi baru bagi saya.

Selain itu saya merasa dengan menulis, saya diberikan kesempatan untuk dapat memberikan manfaat bagi sesama, bagi teman-teman saya, dan bagi orang lain. Adalah suatu kebermaknaan bagi saya, apabila saya dapat memberikan inspirasi bagi sesama. Dan ini sebetulnya adalah motivasi terbesar saya ketika menulis. Karena saya percaya atas ucapan Sang Nabi yang mulia, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Memang saat ini tulisan-tulisan saya masih seputar kisah-kisah pengalaman  saya dan apa yang saya amati di luar diri saya yang tentunya tak lupa saya selalu mengambil pelajaran atau hikmah dari setiap pengalaman itu. Akan tetapi, suatu saat saya pun berharap dapat menulis sebuah karya tulis ilmiah ataupun yang agak berbau serius.

Tentu saya harus terus belajar dan tak lupa untuk terus membaca. Apa pun. Baik itu membaca buku, koran, tabloid, majalah, ataupun membaca pikiran orang lain dan bahkan membaca tulisan-tulisan yang tertera di alam yang indah ini. Saya harus kembali menumbuhkan motivasi saya dalam kegiatan menulis ini, karena saya yakin, membaca dan menulis adalah sebuah aktivitas yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik lagi, insya Allah.

Read Full Post »

Saat sy berjalan dari rumah saya menuju ke bawah, tempat dimana saya biasa naik angkot pink untuk berangkat ke kampus, saya melihat diseberang jalan, seorang anak kecil yang berjalan di depan ibunya yang sedang membawakan tas sekolah anaknya itu. Pagi itu, anak kecil itu sedang berangkat menuju ke taman kanak-kanaknya yang kira-kira 500 meter jauhnya dari tempat saya melihat anak tadi.

Tak lama kemudian anak kecil itu berlari. Tetapi ia tersandung sesuatu dan terjatuh. Sempat anak kecil itu melihat ke arah saya yang secara spontan saya pun melihatnya. Lalu ia berdiri kembali dengan wajah yang polos dan segera menuju ke ibunya. Lalu ia pun menangis dalam pelukan ibunya.

Dalam hati, saya berpikir, ntah ini memang bener atau tidak, yang saya rasakan adalah bahwa anak kecil tadi sedang semangat untuk bersekolah. Saya dapat melihatnya saat dia berlari menuju sekolahnya yang taman kanak-kanak itu. Akan tetapi sesuatu membuatnya terjatuh. Tapi apa yang kemudian dilakukannya sesaat setelah jatuh? Tetap tersungkur di bawah ? tidak. Ia langsung bangkit. Bangkit untuk dapat tegak berdiri kembali. Tapi yang namanya anak kecil, menangis adalah hal sangat wajar. Ia pun menangis saat memeluk ibunya.

Anak kecil tadi memberikan hikmah kepada saya, bahwa saya harus bersemangat dalam menuntut ilmu. Kejarlah ilmu itu dan amalkanlah. Kedua, dalam belajar pasti ada hambatan atau ujian yang membuat saya terjatuh, tapi anak tadi mengajarkan saya untuk langsung bangkit.

Ketiga, setiap manusia perlu sandaran dalam mencurahkan perasaannya dan keluh kesahnya. Dan sandaran yang paling utama adalah saat kita bersandar kepada Allah. Menangislah di hadapan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Keempat, Anak itu, sekali lagi mengajarkan kepada saya bahwa saya tidak bisa sendiri dalam proses belajar ini. Saya perlu bantuan dari orang lain yang senantiasa mendukung saya. Dalam hal ini orang-orang terdekat seperti orang tua, sahabat, serta teman bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi yang sangat berharga bagi saya.

Inilah salah satu pembelajaran bagi saya pada hari itu. Anak kecil pun bisa menjadi sumber ilmu bagi saya. Saya sangat berterima kasih kepada anak kecil tadi. Semoga anak kecil itu dapat tetap bersemangat dalam belajar. Saya berharap ia menjadi seorang yang haus akan ilmu dan mengamalkannya dalam bentuk kontribusi bagi bangsa Indonesia ini.

Semua bisa menjadi guru kita, saat kita bersedia menjadi muridnya. Semua bisa menjadi hikmah bagi kita, saat kita mau berendah hati dan membuka diri kita.”

Read Full Post »