<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yuamar's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yuamar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuamar.wordpress.com</link>
	<description>Walk Humbly, Act Justly, Love Tenderly</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 14:51:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yuamar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/de4f417ca7727bf15db6a8348b43d6b1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yuamar's Weblog</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cepatlah Beradaptasi The Hunter&#8230;!</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/11/01/cepatlah-beradaptasi-the-hunter/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/11/01/cepatlah-beradaptasi-the-hunter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 14:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Ac Milan]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax]]></category>
		<category><![CDATA[Klas Jan Huntelaar]]></category>
		<category><![CDATA[The Hunter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang dirasakan oleh Klas Jan Huntelaar saat ini ya ? Saya kira, dia sekarang sedang merasa tertekan dengan
keadaan yang melanda dirinya. Ya, sebagai seorang striker yang cukup diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih bagi Ac Milan, dia masih belum dapat mencetak gol pertmanya untuk klubnya ? Sungguh sebuah perasaan yang sangat tidak mengenakkan bagi seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=361&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa yang dirasakan oleh Klas Jan Huntelaar saat ini ya ? Saya kira, dia sekarang sedang merasa tertekan dengan</p>
<div id="attachment_362" class="wp-caption alignright" style="width: 229px"><img class="size-full wp-image-362" title="The Hunter" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/11/the-hunter.jpg?w=219&#038;h=166" alt="The Hunter" width="219" height="166" /><p class="wp-caption-text">Klas Jan Huntelaar</p></div>
<p>keadaan yang melanda dirinya. Ya, sebagai seorang striker yang cukup diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih bagi Ac Milan, dia masih belum dapat mencetak gol pertmanya untuk klubnya ? Sungguh sebuah perasaan yang sangat tidak mengenakkan bagi seorang penyerang yang cukup dikenal.</p>
<p>Sebelum di Milan, selama beberapa bulan ia sempat merasakan atmosfer sepakbola di raksasa spanyol, Real Madrid. Di sana ia memang sudah mencetak beberapa gol. Ia mencetak 8 gol dari 20 pertandingan yang dilakoninya bersama Madrid. Akan tetapi tidak cukup untuk menjadikannya dalam starting line-up Madrid. Kebanyakan dia dimasukkan saat babak kedua. Beruntung dia pun dapat memanfaatkannya dengan baik. Saat menjadi starter pun dia berhasil menyarangkan gol.</p>
<p>“<em>The Hunter</em>” yang merupakan julukan bagi Huntelaar, merupakan striker tajam yang ada di Belanda. Ketika masih berbaju Ajax, ia merupakan top skorer bagi klubnya. Raihan golnya bersama Ajax sangat luar biasa. Dalam 92 pertandingan dia membukukan 76 gol selama 2005-2009. Rasionya adalah 0.82. Nilai yang sangat baik bagi seorang striker.</p>
<p>Akan tetapi saat dia hijrah dari kampung halamannya (Belanda), seolah-olah ketajamannya menurun. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi ? Saya melihat bahwa kemampuan seorang pemain sepakbola untuk beradaptasi dalam klub baru adalah mutlak harus dimiliki. Ia harus cepat beradaptasi mengikuti teman-temannya.</p>
<p>Di klub yang baru, bahasa berbeda sehingga mungkin agak kesulitan ketika akan berkomunikasi. Begitupun dengan taktik pelatih, atmosfer stadion, teman-teman baru, tempat tinggal baru, semuanya berbeda. Dan ini bisa saja sangat mempengaruhi performa pemain baru. Oleh karena itu, seorang pamain baru hendaknya mampu beradaptasi dengan cepat serta lebih gigih lagi belajar dari suasana yang baru itu.</p>
<p>Sampai saat ini , Huntelaar baru bermain 5 kali bersama Ac Milan. Karena ia belum mencetak gol, sang pelatih pun lebih sering menempatkan ia sebagai pemain cadangan. Leonardo lebih memilih Alexander Pato, Ronaldinho, atau Inzaghi. Bahkan saat ini, Borrielo pun mulai kembali menunjukkan kemampuannya dengan mencetak dua gol kemenangan atas Parma. Sedangkan The Hunter tidak dimainkan.</p>
<p>Persaingan bagi seorang striker memang luar biasa, karena dia dituntut untuk dapat mencetak gol. Pokoknya tugas striker adalah mencetak gol. Jika tidak, maka dia akan segera dibangkucadangkan. Kira-kira hal itu yang sering terjadi. Seorang pelatih memang ingin timnya selalu menang, sehingga benar-benar dibutuhkan striker yang tajam. Tapi saya pikir, Huntelaar adalah striker yang tajam, dan bisa memanfaatkan peluang dengna baik.</p>
<p>Saya melihat terkadang hal ini sepertinya kurang adil bagi seorang striker. Mungkin pelatih terlalu cepat untuk membangkucadangkan pemain. Dan jika permainannya kurang baik, pada pertandingan berikutnya, ia harus siap-siap menonton dari bangku cadangan dulu. Dan jika ini terus belanjut, maka sang striker pun akan kurang terasah lagi kemampuannya.</p>
<p>Mungkin alangkah baiknya, jika ia tidak diganti selama 90 menit permainan. Hal ini akan menumbuhkan semangat yang luar biasa bagi sang striker untuk mencetak gol. Apabila pelatih melihat ia kurang baik dalam 45 menit pertama dan posisi klub sedang tertinggal atau seri, maka menurut saya baiknya memasukkan satu striker lagi dengan menggantikan salah satu pemain tengah. Ya, dengan demikian daya gedor klub akan semakin besar. Tapi memang ini adalah kehendak pelatih yang punya strategi sendiri.</p>
<p>Hal ini membuat saya belajar bahwa manusia itu harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan. Kalau kita masih menganggap bahwa lingkungan baru yang kita hadapi itu, sama dengan yang dahulu, dan kemampuan kita tidak ditingkatkan, maka kita pun akan kalah dalam persaingan. Kita harus cepat untuk belajar dan meraih pengalaman secepatnya juga, sehingga  dapat segera melihat kekurangan diri kita. Dengan demikian kita pun dapat segera memperbaiki dan meningkatkan kemampuan kita agar bisa tetap bersaing di lingkungan yang baru ini.</p>
<p>“<strong><em>Fast adapt, fast learn, fast to be better, and fast to win</em></strong>”</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=361&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/11/01/cepatlah-beradaptasi-the-hunter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/11/the-hunter.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Hunter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembali Menulis untuk Sebuah Inspirasi</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/26/kembali-menulis-untuk-sebuah-inspirasi/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/26/kembali-menulis-untuk-sebuah-inspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 00:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah Pengalamanku]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya tidak menulis lagi yang kemudian di-publish di media, seperti di blog saya ataupun di facebook. Terakhir, saya benar-benar menulis dengan terus menerus adalah saat bulan Ramadhan. Saat itu, memang saya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya alami di bulan puasa itu. Akan tetapi setelah itu bahkan sampai sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=358&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lama saya tidak menulis lagi yang kemudian di-<em>publish</em> di media, seperti di blog saya ataupun di facebook. <img class="alignright size-full wp-image-357" title="Menulis untuk Inspirasi" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/10/write.jpg?w=199&#038;h=212" alt="Menulis untuk Inspirasi" width="199" height="212" />Terakhir, saya benar-benar menulis dengan terus menerus adalah saat bulan Ramadhan. Saat itu, memang saya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya alami di bulan puasa itu. Akan tetapi setelah itu bahkan sampai sebelum saya menulis tulisan ini, intensitas saya dalam menulis sudah menurun.</p>
<p>Setelah menyelesaikan proyek pribadi menulis di bulan suci kemarin, seolah-olah saya tidak perlu menulis lagi. Rasanya ingin istirahat dulu dari kegiatan menulis. Sudah cukup dengan tulisan-tulisan saya kemarin. Motivasi saya kembali menurun. Tidak ada lagi dorongan yang kuat yang menyebabkan saya ingin menulis lagi. Antusiasme saya dalam menulisa sudah mulai menghilang.</p>
<p>Saat menulis di bulan Ramadhan, sempat saya merasakan bahwa saya menulisnya dengan agak terpaksa, karena agar proyek yang telah dumulai ini, tidak berhenti di tengah jalan. Akan tetapi keterpaksaan itu membuat saya kembali bergairah untuk menulis.</p>
<p>Ada yang bilang, <em>emotion creates a motion and a motion can create emotion</em>. Artinya ketika saya dipaksa untuk menulis, maka semangat saya muncul kembali. Dan ketika saya bersemangat, maka saya akan dapat terus menulis. Akhirnya, dengan berjuang keras, saya berhasil menyelesaikan sekitar 31 tulisan, yang terdiri dari satu pembuka bulan Ramadhan, 29 tulisan berhikmah saat berpuasa, dan satu tulisan penutup saat idul Fitri.</p>
<p>Apalagi ketika saya mengingat bahwa proyek menulis selama satu bulan penuh ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa bagi saya. Saat itu saya membayangkan diri saya satu bulan ke depan seperti seorang penulis yang telah menyelesaikan tulisannya dan siap untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Saya pun pernah berharap agar kelak tulisan-tulisan saya itu dapat dijadikan sebuah buku yang dapat menginspirasi diri saya dan orang lain. Dan tentu hal itu adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi diri saya.</p>
<p>Saya sangat bersyukur bisa menulis seperti itu secara terus menerus. Dan hal ini ingin sekali saya lanjutkan. Tidak hanya berhenti saat bulan puasa, karena saya merasakan manfaatnya ketika menulis. Ada suatu perasaaan lega setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Bisa dibilang menulis itu dapat menghilangkan stress. Dan, saya masih dalam tahap untuk menjadikan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ya, bisa dibilang suatu hobi baru bagi saya.</p>
<p>Selain itu saya merasa dengan menulis, saya diberikan kesempatan untuk dapat memberikan manfaat bagi sesama, bagi teman-teman saya, dan bagi orang lain. Adalah suatu kebermaknaan bagi saya, apabila saya dapat memberikan inspirasi bagi sesama. Dan ini sebetulnya adalah motivasi terbesar saya ketika menulis. Karena saya percaya atas ucapan Sang Nabi yang mulia, “<em>Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya</em>.”</p>
<p>Memang saat ini tulisan-tulisan saya masih seputar kisah-kisah pengalaman  saya dan apa yang saya amati di luar diri saya yang tentunya tak lupa saya selalu mengambil pelajaran atau hikmah dari setiap pengalaman itu. Akan tetapi, suatu saat saya pun berharap dapat menulis sebuah karya tulis ilmiah ataupun yang agak berbau serius.</p>
<p>Tentu saya harus terus belajar dan tak lupa untuk terus membaca. Apa pun. Baik itu membaca buku, koran, tabloid, majalah, ataupun membaca pikiran orang lain dan bahkan membaca tulisan-tulisan yang tertera di alam yang indah ini. Saya harus kembali menumbuhkan motivasi saya dalam kegiatan menulis ini, karena saya yakin, membaca dan menulis adalah sebuah aktivitas yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik lagi, <em>insya Allah</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=358&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/26/kembali-menulis-untuk-sebuah-inspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/10/write.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menulis untuk Inspirasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepeda (bukan motor) di Amsterdam</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/14/sepeda-bukan-motor-di-amsterdam/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/14/sepeda-bukan-motor-di-amsterdam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 06:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah Pengalamanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, Alhamdulillah saya sempat merasakan daratan Eropa. Salah satunya adalah kota Amsterdam, sebuah kota yang berada di negeri Belanda sekaligus yang bertindak sebagai ibukotanya. Saya sangat terkesan dengan kota Amsterdam ini yang mungkin juga mewakili keseluruhan negeri belanda.
Apa yang membuat saya terkesan ?
Yang membuat saya terkesan adalah bahwa Amsterdan merupakan kota yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=354&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu, Alhamdulillah saya sempat merasakan daratan Eropa. Salah satunya adalah kota Amsterdam, sebuah kota yang berada di negeri Belanda sekaligus yang bertindak sebagai ibukotanya. Saya sangat terkesan dengan kota Amsterdam ini yang mungkin juga mewakili keseluruhan negeri belanda.</p>
<p>Apa yang membuat saya terkesan ?</p>
<p>Yang membuat saya terkesan adalah bahwa Amsterdan merupakan kota yang berbasiskan lingkungan. Amsterdam sangat bersih kotanya. Mudah untuk menemukan tempat sampah di jalanan. Tidak ada tumpukan sampah yang mungkin dapat kita lihat di beberapa sudut jalanan di Indonesia.</p>
<p>Kota Amsterdam sangat asri karena cukup banyak pohon dan taman. Mungkin karena terletak di atas garis khatulistiwa, suasana Amsterdam terasa sangat sejuk.  Saat saya bersama keluarga berada di sana, musimnya akan segera memasuki <em>winter season</em>. Artinya musim dingin sebentar lagi tiba, kira-kira 31 Okotber.  Jadi, suasana dingin sudah mulai terasa dan beberapa kali hujan yang ringan disertai angin dingin  turun di Amsterdam.</p>
<p>Satu hal lagi yang paling membuat saya terkesan yang juga berkait dengan lingkungan adalah bahwa penduduk Amsterdam banyak yang menggunakan sepeda dalam bepergian. Hampir di seluruh jalanan di Amsterdam dapat saya lihat sepeda yang diparkir di tempat-tempat yang telah disediakan khusus untuk sepeda, ataupun di pinggiran jalan di depan toko-toko. Baik orang muda maupun tua, mereka menggunakan sepeda. Baik itu laki-laki maupun perempuan.</p>
<p>Mereka dapat bersepeda dengan nyaman, karena untuk sepeda ada jalurnya sendiri. Lajurnya pun ada dua untuk masing-masing arah sesuai dengan jalan untuk kendaraan. Karena ada jalurnya, maka rambu-rambu dan lampu merahnya pun juga ada. Jadi sepeda merupakan bagian yang cukup penting dari system transportasi di kota Amsterdam ini.</p>
<p align="center">
<div id="attachment_355" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-355" title="IMG_0508" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/10/img_0508.jpg?w=500&#038;h=375" alt="jalur sepeda" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">jalur sepeda</p></div>
<p>Seperti gambar ini, jalur merah ini merupakan jalur untuk sepeda. Terkadang, karena belum terbiasa, saya diklakson oleh sepeda-sepeda yang akan melintas dari belakang saya. Tapi bunyi klaksonnya tidak seperti mobil. Bunyinya itu “<em>krinting-krinting</em>”. Bahkan karena tidak memperhatikan saat menyebrang, saya dan kaka saya hampir-hampir saja ”dihampiri” oleh sepeda yang melintas dengan cukup cepat.</p>
<p>Lebar jalur ini kira-kira 1,5 m, berada di sebelah trotoar untuk pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil, kebanyakan hanya disediakan satu lajur mobil untuk masing-masing arah. Belum lagi, jalur mobil itu harus berbagi dengan moda transportasi lainnya, yaitu <em>tram</em>. Tram merupakan sejenis kereta yang hanya berjumlah sekitar tiga gerbong yang melintas di tengah-tengah jalan. Tram juga merupakan salah satu moda transportasi favorit bagi orang belanda, karena dapat menjangkau berbagai daerah di Amsterdam. Rel-relnya berada di jalur mobil. Jadi terkadang mobil berjalan di belakang tram yang juga sedang beroperasi.</p>
<p>Dengan demikian, orang akan mudah, nyaman, serta cukup aman untuk bepergian dengan sepeda. Baik itu untuk ke sekolah maupun untuk pergi kerja. Benar-benar dapat menghemat ongkos transportasi dan bebas dari polusi udara. Hal ini juga yang menyebabkan udara di Amsterdam sangat sejuk.</p>
<p>Saya juga baru mengetahui kalau ternyata Amsterdam adalah ibukota terkecil yang ada di Eropa. Memang dari peta kota Amsterdam yang saya peroleh, sepertinya tidak terlalu luas. Kita akan mudah untuk menjangkau ke tempat-tempat yang ada di Amsterdam ini. Jarang terjadi macet di sana. Pernah kami sedikit terkena macet, tapi itu pun sambil jalan dan memang karena lajurnya hanya dua, tidak benar-benar berhenti.</p>
<p>Tata kotanya pun cukup teratur dengan memusat ke tengah dan diapit oleh sungai-sungai. Kota Amsterdam memang termasuk kota tua, karena bangunannya adalah bangunan-bangunan tua. Sedangkan jika kita kita ingin melihat kota modern, kita harus pergi ke Rotterdam. Nah, disana kita dapat melihat gedung-gedung yang memang sesuai dengan zaman sekarang ini.</p>
<p>Saya jadi membayangkan kapan ya Bandung bisa mempunyai jalur untuk sepeda ? Kalau sekarang mungkin yang harus diperhatikan adalah jalur untuk motor, karena motor di Bandung sudah sangat banyak, bahkan kalau boleh saya bilang, sudah <em>over loaded</em>. Wah, kalau di Amsterdam, paling saya hanya melihat satu sampai dua motor saja yang melintas. Kalau di Bandung, hampir setiap saat dan setiap arah di jalanan, kita dapat menemukan motor.</p>
<p>Saya tidak ingin menyalahkan para pengendara motor, tetapi bagaimana ya agar transportasi di Bandung ini bisa lebih tertata rapi dan teratur, sehingga macet dapat dihindari dan polusi dapat dikurangi. Gimana ya ?</p>
<p>Wah, ini menjadi PR kita bersama, terutama bagi para ahli transport dan pemerintah nih untuk menemukan sebuah system ataupun kebijakan yang benar-benar efektif dan efisien untuk memperbaiki system transportasi di kota Bandung yang juga disebut sebagai kota kembang.</p>
<p>Kalau Bandung itu kota kembang, seharusnya bandung ini terasa asri ya, tapi apakah sekarang kita masih bisa merasakan keasriannya di seluruh kota Bandung ?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=354&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/10/14/sepeda-bukan-motor-di-amsterdam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/10/img_0508.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0508</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beautiful Victory Day, 1 Syawal..</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/09/21/beautiful-victory-day-1-syawal/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/09/21/beautiful-victory-day-1-syawal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 00:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[hari kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[kartu ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Gema takbir membahana di seluruh Indonesia menyambut hari yang fitri. Takbir kemenangan mengudara dan bersahut-sahutan mengagungkan Sang Maha Pencipta alam semesta, Allah SWT. Tidak ada yang Besar, kecuali hanyalah Allah semata.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allahu Akbar wa lillaahil hamdu
Bergetar hati saat melafadzkannya. Tak kuasa membendung gemeruh hati saat mengucapkannya. Mataku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=349&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_350" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-350" title="Idul Fitri 1430 H" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/09/idul-fitri-1430-h.jpg?w=500&#038;h=385" alt="Selamat Idul Fitri ya...!!" width="500" height="385" /><p class="wp-caption-text">Selamat Idul Fitri ya...!!</p></div>
<p>Gema takbir membahana di seluruh Indonesia menyambut hari yang fitri. Takbir kemenangan mengudara dan bersahut-sahutan mengagungkan Sang Maha Pencipta alam semesta, Allah SWT. Tidak ada yang Besar, kecuali hanyalah Allah semata.</p>
<p><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar</em></p>
<p><em>Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar</em></p>
<p><em>Allahu Akbar wa lillaahil hamdu</em></p>
<p>Bergetar hati saat melafadzkannya. Tak kuasa membendung gemeruh hati saat mengucapkannya. Mataku mulai berkaca-kaca dan satu tetes air mata kemenangan jatuh ke bumi. Ya Allah, Engkau-lah Zat Yang Maha Agung, Maha Besar, Maha Kuasa, Berkehendak atas segala apapun. Engkaulah yang menggenggam hati kami.</p>
<p>Lalu, kebesaran-Mu membawa aku kepada indahnya hari yang fitri ini. Melakukan shalat iedul Fitri seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, dua rakaat dengan tujuh takbir serta dua takbir pada setiap rakaatnya, membuatku semakin lemah di hadapan-Mu.</p>
<p>Selepas shalat, aku dan keluarga saling memaafkan satu sama lain atas segala salah dan khilaf. Hal ini membuat hatiku terasa lapang dan insya Allah Hatiku kembali suci. Menikmati hidangan ketupat yang sangat lezat semakin melengkapi indahnya hari ini. Ya Allah, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.</p>
<p>Hari ini pun semakin bermakna dengan berbagai ucapan maaf serta doa yang saling dihaturkan dengan para teman dan sahabat. Sebuah momen yang bahagia untuk kita semua.</p>
<p>Aku pun tak lupa bahwa Iedul Fitri ini memiliki makna kembali ke fitrah. Aku ingin agar hatiku tidak lagi dikotori oleh berbagai pikiran ,ucapan, sikap, maupun tindakan yang negative. Aku berharap agar gemblengan satu bulan Ramadhan kemarin dapat menjadikan diriku lebih baik, hati benar-benar suci, serta makna ramadhan tetap tertanam dalam jiwaku.</p>
<p>Ramadhan telah selesai, tetapi makna dan hikmahnya harus tetap ku ingat dan ku praktikan dalam kehidupan sehari-hari. Sekali shaum tetap shaum. Aku tahu setelah ini adalah realita yang sebenarnya. Kita kembali dengan rutinitas serta kehidupan yang terkadang membuat kita lupa kepada-Nya. Tapi, aku harus yakin bahwa insya Allah aku bisa lebih baik lagi dalam menjaga hatiku.</p>
<p>Lagi dan lagi, aku ingin ngucapin,,,selamat idul fitri 1430 H ya…</p>
<p><em>Taqabbalallahu minna waminkum…</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=349&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/09/21/beautiful-victory-day-1-syawal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/09/idul-fitri-1430-h.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Idul Fitri 1430 H</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ke-1 (Ramadhan itu Membakar)</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/31/hari-ke-1-ramadhan-itu-membakar/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/31/hari-ke-1-ramadhan-itu-membakar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 17:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan 1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[al-rhamdu]]></category>
		<category><![CDATA[membakar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, telah dilewati. Ibadah shaum pun telah dilaksanakan. Ya Allah, semoga amal ibadah puasa saya dan seluruh kaum muslimin diterima oleh-Mu..amin..
Saya merasa hari pertama ini berbeda dengan hari-hari yang lain. Iya lah, sekarang sabtu, kemarin jumat. Sekarang Ramadhan, kemarin Syaban. Kemarin saya masih makan siang, sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=347&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, telah dilewati. Ibadah shaum pun telah dilaksanakan. Ya Allah, semoga amal ibadah puasa saya dan seluruh kaum muslimin diterima oleh-Mu..amin..</p>
<p>Saya merasa hari pertama ini berbeda dengan hari-hari yang lain. Iya lah, sekarang sabtu, kemarin jumat. Sekarang Ramadhan, kemarin Syaban. Kemarin saya masih makan siang, sekarang ga ada <em>lunch, </em>lalu saya juga kadang-kadang suka ngemil sorenya, tetapi hari ini saya berpuasa. Saya harus menahan diri dari makan dan minum  dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.</p>
<p>Ya, bisa dibilang adaptasi dulu untuk hari pertama ini. Terkadang terbesit dalam pikiran, “ <em>Wah, siang ini ga ada makan siang ya</em>..”. Lalu pada sekitar jam 13, saya juga bertanya dalam hati, “<em>Berapa jam lagi nih buka puasanya</em> ?”.</p>
<p>Siang ini sekitar jam 14.30 saya sempat berkunjung  ke salah satu toko buku terkenal di jalan Merdeka. Ternyata cukup padat  saat itu. Banyak orang beserta  keluarganya jalan-jalan, melihat-lihat  serta bebelanja buku. Hal ini dilakukan mungkin sambil menunggu berbuka puasa. Saya menikmati pemandangan ini. Orang-orang melihat-lihat buku di rak-rak serta dengan serius membaca sambil duduk di bangku-bangku yang ada di sana. Bahkan yang sambil jongkok pun ada. Suatu hal yang positif menurut saya, dari pada jalan-jalan ke mal, lebih baik ngabuburit di toko buku. Ya, Semoga di bulan Ramadhan ini qt banyak mengisinya dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, terutama yang menambah keimanan kita.</p>
<p>Ada satu kondisi yang menarik bagi saya saat itu. Ternyata hampir seluruh pramuniaga di toko buku itu menggunakan kerudung bagi yang perempuan dan peci bagi yang laki-laki. Mungkin dalam momen Ramadhan ini, toko buku itu mengambil kebijakan seperti itu. Atau mungkin inisiatif dari para pramuiaga tersebut ? Ya, semoga itu menjadi barokah dan sesuatu yang menambah kebermaknaan kita semua ,berpuasa di bulan ramadhan ini. Bagi, saya pemandangan itu bisa menggambarkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan ini.</p>
<p>Di musholanya pun terlihat berbeda dari biasanya. Kali ini tempat yang cukup kecil itu penuh ketika ashar. Saat itu pun termasuk di awal waktu dan orang-orang yang ingin shalat asar begitu banyak baik laki-laki maupun perempuan. Saya pun terpaka menunggu satu jamaah beres dulu. <em>Alhamdulillah</em>, momen ramadhan ini semoga dapat membawa perubahan yang luar biasa bagi kita semua.</p>
<p>Dan saya pun harus tetep semangat seperti mereka dan insya Allah saya berusaha untuk menikmati setiap momen di hari pertama ramadhan ini. Yup, saya harus tetep semangat.</p>
<p>O ya kawan, tahukah kalau ternyata Ramadhan ini berasal dari kata <em>al-rhamdu</em> yang artinya membakar sesuatu. Jadi, dari buku “Madrasah Ruhaniah” yang saya baca hari ini, ternyata orang arab dulu, menamai bulan-bulan hijriah ini berdasarkan kondisi waktu saat mereka mengalami bulan-bulan itu. Sebagai contoh nama Rabi’ul awal dan Rabi’ul akhir. Rabi’ artinya musim semi. Dan pada saat itu mereka sedang berada dalam musim semi, sehingga menamakannya Rabi’. Nah, begitu juga dengan ramadhan. Pada saat akan melakukan penamaan bulan itu, Ramadhan jatuh pada musim panas, sehingga mereka menamainya Ramadhan.</p>
<p>Jadi, sesuai dengan asal muasal namanya, maka seharusnya Ramadhan ini dapat membakar semangat saya untuk lebih giat lagi beramal. Lalu saya juga sangat berharap dengan puasa di bulan ramadhan ini dosa-dosa saya yang lalu juga terbakar. Saya juga menemukan hadits yang sesuai, bahwa bulan ini disebut ramadhan karena untuk membakar dosa-dosa kita.</p>
<p>Ya semoga kita semua mendapat ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan, sehingga dosa-dosa itu benar-benar terbakar dan kita kembali suci. Bagaikan abu dari hasil pembakaran yang hilang ke udara diterpa angin.. aminn</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=347&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/31/hari-ke-1-ramadhan-itu-membakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khutbah Dahsyat Rasulullah Menjelang Ramadhan</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/22/khutbah-dahsyat-rasulullah-menjelang-ramadhan/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/22/khutbah-dahsyat-rasulullah-menjelang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 15:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Setelah saya membaca tulisan yang merupakan khutbah Rasulullah saat menyambut bulan Ramadhan, Alhamdulillah saya merasa bersemangat untuk melakukan amal-amal di bulan Ramadhan ini. Saya merasa ingin memperbaiki diri saya serta mengembangkan kemampuan diri saya untuk dapat menjalankan puasa ini dengan sebaik-baiknya.
Mungkin dulu saya pernah membacanya, tetapi kali ini rasanya lain. Saya yakin teman-teman juga ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=344&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah saya membaca tulisan yang merupakan khutbah Rasulullah saat menyambut bulan Ramadhan, <em>Alhamdulillah</em> saya merasa bersemangat untuk melakukan amal-amal di bulan Ramadhan ini. Saya merasa ingin memperbaiki diri saya serta mengembangkan kemampuan diri saya untuk dapat menjalankan puasa ini dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Mungkin dulu saya pernah membacanya, tetapi kali ini rasanya lain. Saya yakin teman-teman juga ingin tahu khutbah Rasul kita yang luar biasa ini, kan? Khutbah yang bagi saya memiliki kekuatan yang besar untuk dapat merasakan keindahan serta keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, walaupun saya hanya membacanya.</p>
<p>Ini dia saya akan menuliskannya lagi untuk kita semua,</p>
<p>Wahai manusia !</p>
<p>Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah yang malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.</p>
<p>Inilah bulan ketika kamu diundang untuk menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih., tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan <em>shiyam</em> dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.</p>
<p>Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum <em>fuqara</em> dan <em>masakin</em>. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.</p>
<p>Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu, karena itulah saat-saat paling utama ketika Allah memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Wahai manusia !</p>
<p>Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah ! Allah bersumpah dengan kebesaran-Nya bahwa dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.</p>
<p>Wahai manusia !</p>
<p>Barang siapa di antaramu memberika buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.</p>
<p>Sahabat-sahabat lain bertanya, “Ya, Rasulullah ! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian ?”. Rasulullah meneruskan, “ Jagalah dirimu dari apa neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.</p>
<p>Wahai manusia !</p>
<p>Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati <em>sirathul mustaqim</em> pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekan di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p>Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Alah akan menuliskannya baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardu di bulan lain.</p>
<p>Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.</p>
<p>Wahai manusia !</p>
<p>Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak pernah lagi menguasaimu.</p>
<p><em>Suhbanallah</em>…untaian kalimat yang diucapkan Beliau bisa menggambarkan dengan sangat indah bagaimana luar biasanya Ramadhan. Begitu besarnya keutamaan serta hikmah di bulan yang suci ini. Saya jadi bisa membayangkan begitu pengasih dan penyayang-Nya Allah kepada hamba-hamba-Nya.</p>
<p>Semoga khutbah Rasulullah ini dapat membangkitkan semangat serta antusiasme saya dan teman-teman dalam beramal shaleh di bulan Ramadhan ini…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=344&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/22/khutbah-dahsyat-rasulullah-menjelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hatiku Menyambut Ramadhan</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/21/hatiku-menyambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/21/hatiku-menyambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 23:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[1430 H]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadr]]></category>
		<category><![CDATA[Meyambut]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Saat saya menulis ini, sudah H-2 menuju Ramadhan. Mungkin saat saya dan teman-teman membaca tulisan ini lagi, sudah tinggal satu hari atau bahkan sudah masuk ke dalam bulan Ramadhan. Wah, perasaan saya gimana ya saat ini ? Saya ingin mengetahui bagaimana perasaan saya saat mengetahui ramadhan sesaat lagi akan menghampiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=342&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Saat saya menulis ini, sudah H-2 menuju Ramadhan. Mungkin saat saya dan teman-teman membaca tulisan ini lagi, sudah tinggal satu hari atau bahkan sudah masuk ke dalam bulan Ramadhan. Wah, perasaan saya gimana ya saat ini ? Saya ingin mengetahui bagaimana perasaan saya saat mengetahui ramadhan sesaat lagi akan menghampiri kita, insya Allah.</p>
<p>Bagaimana hati saya menyambut kedatangan bulan puasa ini ya ? Apakah saya merasa senang dengan kedatangannya ? Apakah saya gembira dan sudah tidak sabar lagi untuk berpuasa ? Atau saya sudah gereget ingin melakukan berbagai amalan di bulan ramadhan ? Wah, saya sangat bersyukur jika saya sudah bisa merasakan hal seperti itu.</p>
<p>Atau mungkin, perasaan saya biasa aja? Mungkinkah saya tidak punya rasa yang berbeda saat mengetahui bulan ramadhan sebentar lagi tiba? Emm, mungkin saja saya berpendapat, jika bulan ramadhan sama saja dengan bulan-bulan yang lainnya. Saya melaluinya dengan biasa saja, <em>toh</em> dari tahun- ke tahun ramadhan seperti itu saja. Sepertinya, perasaan yang satu ini menandakan saya belum peka dengan apa yang terjadi di bulan ramadhan.</p>
<p>Ataukah justru saya malah merasa kurang senang dengan kedatangan bulan Ramadhan ? “<em>Yah, koq bentar lagi ya ?, berarti saya mesti puasa lagi dong, padahal saya kan masih ingin makan banyak</em>.” BIsa saja perasaan ini muncul dalam hati saya. Perasaan yang mengatakan lebih baik Ramadhan bulan depan aja ,,jangan sekarang,,kurang pas waktunya. Emm, saya berharap perasaan ini tidak hinggap dalam hati saya.</p>
<p>Nah, sekarang ini perasaan apa ya yang muncul dalam hati saya ? Benarkah saya merindukannya ? ataukah justru biasa saja ? Saat ini saya mesti jalan-jalan menelusuri hati ini. Mencoba untuk mengintip sanubari saya dan melihat lebih dalam keadaan hati saya. Ingin rasanya, saya bisa mengetahui dan benar-benar merasakan apa yang sedang hati saya katakan. Apa yang dibisikkan oleh hati saya yang terdalam tentang Ramadhan ini ?</p>
<p>Saya dan mungkin teman-teman semua sudah banyak mengetahui kalau Ramadhan itu adalah bulan yang spesial. Banyak hikmah dan keutamaan di bulan ramadhan ini. Pahala ibadah sunah jadi seperti pahala ibadah wajib dan yang wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat. Belum lagi, ampunan yang Allah berikan buat hamba-Nya, lalu ada lagi rahmat dan barokah-Nya yang akan dianugrahkan bagi orang-orang yang berpuasa. <em>Subhanallah</em>… O ya, bahkan kita juga tahu, kalau di dalamnya terdapat suatu malam yang luar biasa. Malam yang Allah katakan dalam surat Al-Qadr, lebih baik dari 1000 bulan, yaitu <em>lailatul Qadr</em>.</p>
<p>Luar biasa, begitu banyak keutamaan serta manfaat yang dapat saya peroleh di bulan Ramadhan ini. Saya merasakan sesuatu perasaan dalam diri saya akan keinginan saya untuk segera melakukan kebaikan-kebaikan di bulan ramadhan. Timbul perasaan kangen dan berharap saya bisa mendapat berbagai macam keutamaan serta manfaat dari bulan yang penuh rahmat ini. Sepertinya saya perlu untuk mengetahui lebih banyak lagi dan mendalam tentang dahsyatnya ramadhan ini, sehingga saya bisa semakin bersemangat dalam menghadapi ramadhan kali ini.</p>
<p>Ternyata menurut pakar kesehatan, puasa itu juga dapat menyehatkan badan kita. Saya melihat beberapa judul buku di took buku yang membahas mengenai hal itu, walaupun saya pun belum membacanya. Jelas ini pun keuntungan yang lagi-lagi dapat saya peroleh jika melakukan puasa di bulan ramadhan ini. Siapun menginginkan agar tubuhnya sehat. Dan dengan puasa ini, insya Allah membuat tubuh kita sehat. Waw, begitu luar biasanya hikmah puasa di bulan Ramadhan..</p>
<p>Kira-kira apa lagi ya keuntungannya ?</p>
<p>O ya, saya teringat bahwa Ramadhan itu mirip dengan training / pelatihan. Ramadhan adalah sebuah training yang hebatnya, langsung diselenggarakan oleh Sang Pencipta alam ini. Satu bulan penuh dan GRATIS !. Allah akan mentraining kita semua melalui programnya, yaitu shaum di bulan Ramadhan. Di sini saya dan teman-teman akan  ditempa untuk melatih kesabaran diri kita. Selain itu jiwa empati kita terhadap orang-orang yang kurang beruntung , juga ditumbuhkan. Kita juga akan dilatih untuk dapat senantiasa menjaga hati, pikiran, penglihatan, pendengaran, serta tindakan kita agar selalu positif. <em>Subhanallah</em>..</p>
<p>Belum lagi, Sang Khaliq, juga akan memberikan penghargaan kepada kita semua berupa derajat taqwa, seperti dalam surat Al-Baqarah yang insya Allah saya dan teman-teman pun sudah sering mendengarnya,</p>
<p>“ <em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>, “</p>
<p>Luar biasa ya teman-teman, hikmah dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan saya dan teman-teman semakin bersemangat serta bergembira menyambut kedatangan bulan yang suci ini. Mudah-mudahan kita semua bersuka cita atas kedatangan Ramadhan kali ini.</p>
<p>Saya akan menutup tulisan ini dengan sebuah hadits,</p>
<p>“ <em>Seandainya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terkandung di bulan Ramadhan itu, maka tentulah mereka mengharap-harap Ramadhan berlaku sepanjang tahun</em>. “ (HR. Ibn. Abid Dun-ya)</p>
<p>Insya Allah kita semua bisa mendapatkan hikmah serta manfaat dari bulan Ramadhan ini. Amin&#8230; Mari kita sambut dengan mengucapkan, <strong><em>Bismillaahir rahmaanir rahiim</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=342&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/21/hatiku-menyambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah dibalik Peristiwa Isro Mi&#8217;raj</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/10/hikmah-dibalik-peristiwa-isro-miraj/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/10/hikmah-dibalik-peristiwa-isro-miraj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 00:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[isro mi'raj]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil aqsa]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[perintah shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sidratul muntaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[“ Setiap kejadian yang menimpa siapapun pasti ada hikmahnya “
Itulah kalimat pembuka dalam salah satu khutbah solat jumat. Saya sangat tergugah dengan kalimat itu. Lalu khotib melanjutkan lagi bahwa kejadian yang menimpa siapapun, baik itu diri kita sendiri, orang tua, teman, ataupun orang lain, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah yang bertebaran di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=337&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“ <em>Setiap kejadian yang menimpa siapapun pasti ada hikmahnya</em> “</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-336" title="23937" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/08/23937.jpg?w=232&#038;h=187" alt="23937" width="232" height="187" />Itulah kalimat pembuka dalam salah satu khutbah solat jumat. Saya sangat tergugah dengan kalimat itu. Lalu khotib melanjutkan lagi bahwa kejadian yang menimpa siapapun, baik itu diri kita sendiri, orang tua, teman, ataupun orang lain, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah yang bertebaran di dunia ini. Hikmah yang dapat dipetik bagi siapapun yang mau terbuka dalam melihat kejadian apapun di dunia ini.</p>
<p>Dalam ceramahnya, dia mencoba untuk mengambil hikmah dalam momentum <em>isro mi’raj</em>. Banyak hikmah yang bisa diambil dari peristiwa yang sangat bersejarah ini. Sebuah peristiwa yang menjadikan umat muslim di seluruh dunia mendapat perintah sholat lima waktu.</p>
<p>Saat Nabi Muhammad saw berada di masjidil aqsa setelah melakukan isra dari masjidil haram, Beliau mendapatkan sebuah gambaran dari malaikat. Sebuah gambaran yang menjelaskan keadaan orang yang beriman dan orang yang mengingkari Allah.</p>
<p>Malaikat memerlihatkan sebuah daging yang segar, sehat, dan siap untuk dihidangkan. Lalu Nabi bertanya, “ <em>Wahai malaikat, apa maksud dari daging ini</em> ?”</p>
<p>“ <em>Ini adalah gambaran seorang suami yang tidak selingkuh terhadap istrinya yang sangat baik, solehah. Dan ini juga merupakan gambaran seorang istri yang tidak meninggalkan suaminya yang soleh</em>. “</p>
<p>Kemudian, malaikat menunjukkan sebuah daging mentah yang sudah busuk. Nabi kembali bertanya, “ <em>Lalu yang ini, apa maksudnya wahai malaikat</em> ?”</p>
<p>“ <em>Ini adalah gambaran seorang suami atau istri yang selingkuh dan meninggalkan pasangannya yang soleh dan solehah</em>. “</p>
<p>Setelah malaikat memperlihatkan gambar daging tadi, diperlihatkan suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Nabi diperlihatkan seorang yang sedang membenturkan kepalanya ke sebuah dinding. Setelah kepalanya hancur, kembali lagi utuh kepalanya, lalu orang itu lagi-lagi membenturkan dengan keras kepalanya ke dinding itu sampai kepalanya hancur kembali. Kejadian itu terus berulang.</p>
<p>Kemudian Malaikat ditanya kembali oleh Nabi, “ <em>Sedangkan yang ini, kenapa orang itu terus membenturkan kepalanya hingga hancur</em> ? ”</p>
<p>“ <em>Itu adalah gambaran orang yang tidak pernah sholat</em>. “</p>
<p>Apa hikmah dari percakapan antara nabi dan malaikat itu ?, Hikmahnya adalah bahwa dalam pertemuannya dengan malaikat, Nabi Muhammad saw, selalu bertanya kepada malaikat. Nabi bertanya karena Beliau tidak tidak tahu dan tidak paham. Nabi saja suka bertanya, apalagi kita sebagai manusia dimana tempat ketidaktahuan dan kelemahan, maka kita pun seharusnya punya keinginan untuk selalu mencari tahu. Dengan cara apa ? Ya, dengan bertanya salah satunya. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi. Janganlah diri kita ini merasa sudah cukup tahu, tanpa mau untuk belajar lagi. Karena belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak akan pernah berhenti, kapanpun dan dimanapun.</p>
<p>Setelah itu, nabi kembali bepergian. Kali ini nabi melakukan perjalanan ke sidratul muntaha, sebuah tempat di langit dimana kita belum mengetahui keberadannya. Yang terpenting adalah kita meyakini dengan keimanan yang kita miliki. Di tempat inilah Nabi mendapat perintah shalat 5 waktu.</p>
<p>Akan tetapi perintah shalat 5 waktu itu tidak langsung diberikan. Pada awalnya nabi mendapat perintah shalat 50 waktu. Ya, 50 waktu dalam sehari.  Lalu nabi turun dari langit dan bertemu dengan nabi Musa. Nabi Musa memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad terkait perintah shalat 5 waktu ini.</p>
<p>“ <em>Umatmu tidak akan sanggup untuk mengerjakannya, bahkan umatku pun tidak akan sanggup</em>. “ Lalu nabi kembali ke sidratul muntaha untuk memohon keringanan kepada Allah agar dikurangi jumlah waktu shalatnya. Akhirnya Allah menurunkan menjadi 45 waktu sholat. Kembali lagi nabi bertemu dengan Nabi Musa. Lagi-lagi Nabi Musa menasihatinya bahwa jumlah itu masih akan membuat umat nabi Muhammad tidak sanggup mengerjakannya. Setelah mendapat nasihat kembali, Nabi melakukan perjalanan ke langit lagi untuk bertemu dengan Allah, kembali untuk memohon pengurangan jumlah waktu sholat. Kembali lagi Allah mengurangi 5 waktu menjadi 40.</p>
<p>Hal ini terus berlangsung hingga nabi bulak-balik sebanyak 9 kali ! Sehingga pada akhirnya jumlah waktu shalat dalam sehari hanya 5 waktu. <em>Subhanallah</em>.</p>
<p>Saat saya mencoba membayangkannya, saya merasa tidak sanggup. Sembilan kali Nabi bulak-balik  untuk bertemu dengan Allah untuk memohon keringanan jumlah waktu shalat. <em>Allahu akbar</em>.. Apa hikmah dibalik peristiwa yang sungguh luar biasa ini. Setidaknya ada tiga hikmah yang bisa kita petik dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><em>Pertama</em>, <strong>kita harus belajar untuk mendengarkan</strong>. Nabi Muhammad berusaha untuk mendengarkan Nabi Musa. Beliau memeperhatikan nasihatnya. Beliau tidak merasa beliau yang paling hebat. Di sini nabi memperlihatkan kepada kita kemampuan nabi dalam berkomunikasi, yaitu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Kita bisa mengambil hikmah tersebut bahwa kita pun masih harus lebih banyak mendengar orang lain, ketimbang berbicara terus yang mungkin membuat orang lain kurang nyaman. Mengapa Allah menciptakan telinga berjumlah dua, sedangkan mulut hanya satu. Salah satu hikmahnya adalah bahwa kita sebaiknya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.</p>
<p><em>Kedua</em>, <strong>jangan pernah menyerah</strong>. Apakah nabi menyerah ketika harus bulak-balik ke langit ? Apakah Nabi merasa sudah cukup sampai 30 waktu saja untuk perintah shalat bagi umatnya ?. Tidak, Sama sekai Beliau tidak menyerah. Beliau merasa hal tersebut masih memberatkan, maka beliau terus berusaha dan berusaha dengan bulak-balik sebanyak 9 kali memohon agar Allah menguranginya. Apakah Beliau mengeluh ? tidak.. Apakah beliau menggerutu ? tidak.. <em>Subhanallah</em>. Kita pun seharusnya tidak pernah menyerah. Kita pun seharusnya berupaya untuk tidak pernah mengeluh dan menggerutu dalam menghadapi persoalan hidup ini. Kita harus berusaha terus dalam mengejar cita-cita kita. Jangan menyerah di tengah jalan.</p>
<p><em>Ya Allah berilah kami kekuatan dalam menjalani hidup ini</em> !</p>
<p><em>Yang ketiga</em> adalah <strong>hormatilah orang tua</strong>. Nabi Musa lebih dahulu dari Nabi Muhammad, sehingga nabi sangat menghormatinya. Seharusnya kita pun selalu berupaya menghormati orang yang lebih tua dari kita, baik itu orang tua, guru, ataupun orang lain. Dengan menujukkan rasa hormat kita kepada mereka menunjukkan kedewasaan diri kita.</p>
<p>Yup,itulah beberapa hikmah dari dari persitwa besar Isra Mi’raj. Sudah tentu banyak hikmah yang masih bisa dipetik, jika kita mau lebih terbuka melihatnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=337&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/08/10/hikmah-dibalik-peristiwa-isro-miraj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/08/23937.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">23937</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ITB, Memang Kenapa ?</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/26/itb-memang-kenapa/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/26/itb-memang-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 00:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah Pengalamanku]]></category>
		<category><![CDATA[ITB]]></category>
		<category><![CDATA[lulusan ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saat saya berada di sebuah toko buku di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta, saya dikejutkan oleh seorang perempuan. Saat itu saya sedang melihat-lihat buku teknik sipil.
“Buku -buku arsitektur di mana ya?”, Tanya seorang perempuan mengagetkan saya.
“Oh, kayaknya di rak ini juga.”,langsung saya jawab.
Ternyata perempuan itu pernah saya lihat sebelumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=333&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa waktu yang lalu, saat saya berada di sebuah toko buku di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta, <img class="alignright size-medium wp-image-334" title="AulaTimur" src="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/07/aulatimur.gif?w=244&#038;h=169" alt="AulaTimur" width="244" height="169" />saya dikejutkan oleh seorang perempuan. Saat itu saya sedang melihat-lihat buku teknik sipil.</p>
<p>“Buku -buku arsitektur di mana ya?”, Tanya seorang perempuan mengagetkan saya.</p>
<p>“Oh, kayaknya di rak ini juga.”,langsung saya jawab.</p>
<p>Ternyata perempuan itu pernah saya lihat sebelumnya juga tengah berbicara dengan orang lain yang sepertinya baru ia kenal. Sekarang dia berbicara dengan saya yang juga belum pernah kenalan sebelumnya. Lalu kami mengobrol dan saya mengetahui kalau dia itu mahasiswi universitas Sahid di Jakarta jurusan komunikasi dan sedang mengambil tugas akhir dengan tema komunikasi pemasaran.</p>
<p>Saat saya mengatakan kalau saya sedang kuliah di ITB, dia terlihat kaget.</p>
<p>“Ow..ITB ya.”, dia mengucapkannya dengan ekspresi yang berbeda. Apakah itu menandakan kagum dengan ITB, atau segan dengan ITB, atau seperti apakah itu, yang jelas ketika saya menyebutkan kata ITB, ekspresi yang dia tunjukkan, tidak seperti biasanya.</p>
<p><em>Memangnya kenapa dengan ITB ?</em>, pikir saya.</p>
<p>Lalu saya juga diceritakan oleh teman saya yang sedang mengikuti seleksi beasiswa di salah satu kontraktor BUMN yang terkenal. Saat itu kejadiannya adalah sedang para calon penerima beasiswa sedang dipanggil untuk diabsen satu-persatu. Jumlah yang ikut seleksi beasiswa itu ada 37 orang dari berbagai universitas, termasuk dari ITB, tetapi hanya tiga orang berasal dari ITB, sisanya kebanyakan dari universitas di daerah Jawa Tengah dan Timur.</p>
<p>Beberapa peserta beasiswa mulai dipanggil untuk diabsen dan diminta untuk mengacungkan tangannya. Sejak awal, peserta yang diabsen kebanyakan dari universitas yang terletak di jawa timur tersebut dan respon yang terjadi saat itu seperti biasa saja. Akan tetapi saat disebut nama teman saya yang berasal dari ITB, serentak mayoritas yang berada di ruang itu, menengok ke arah teman saya yang mengacung itu. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang biasa saja.</p>
<p><em>Memangnya ada apa dengan ITB ?</em>, lagi-lagi saya bertanya dalam hati.</p>
<p>ITB, apa yang diketahui oleh orang-orang saat mendengar kata ITB ini ? Emm, ya, dari yang pernah saya dengar dari mereka-mereka itu adalah, bahwa mahasiswa-mahasiswi ITB itu pinter-pinter banget. Selain itu, ITB itu harapan beberapa masyarakat untuk kemudian hari, para lulusannya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Oya, ITB juga katanya Perguruan TInggi Terbaik di Indonesia.</p>
<p>Apakah benar yang mereka ucapkan itu ?</p>
<p>Bukannya saya ingin sombong atau memamerkannya, tetapi memang seperti kenyataannya. ITB memang diisi oleh orang-orang yang telah lolos seleksi dengan nilai tertinggi, untuk bidang teknik tentunya. ITB juga menjadi harapan masyarakat sekitar untuk membawa perubahan bangsa ini menjadi lebih baik. Ya, dalam catatan, ITB juga menempati sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia.</p>
<p>Lalu kalau sudah seperti itu faktanya, lantas bagaimana ?</p>
<p>Saya merasa ada suatu tanggung jawab lebih yang dibebankan di pundak saya. Saya harus bisa melakukan yang terbaik yang saya bisa sehingga bisa menjadi lulusan yang dapat bermanfaat bagi bangsa ini. Saya juga merasa seperti saya tidak boleh hanya memikirkan diri saya sendiri, tetapi lebih untuk melihat dengan lebih luas keadaan di sekitar saya. Keberadaan saya di ITB ini pun juga tak lepas dari subsidi yang diberikan pemerintah yang notabene juga berasal dari pajak rakyat, walaupun saat ini subsidi dari pemerintah telah semakin berkurang.</p>
<p>Wah, semakin berat ya… apalagi saya juga sudah mau masuk tingkat 4. Saya mencoba untuk merenungkannya. Apa yang telah saya lakukan di ITB ini? Apa yang telah saya dapat selama ini ? Apakah ini sudah cukup menjadi bekal saya untuk kehidupan di masyarakat kelak ? Bagaimana saya dapat menjadi bermanfaat bagi lingkungan saya nantinya? Apa yang bisa saya berikan sebagai solusi dari permasalahan bangsa ini ?</p>
<p>Sepertinya ini menjadi bahan renungan yang sangat berharga bagi saya. Tingkat 4 ini tidak boleh saya sia-siakan. Saya harus belajar dan belajar lebih giat lagi. Raih ilmu sebanyak-banyaknya, dan selami makna-makna yang terkandung di dalamnya. Banyak hikmah yang harus saya petik yang akan mempertebal kebijaksanaan saya dan memperluas cakrawala kehidupan saya.</p>
<p><em>Bismillaahir rahmaanir rahiim…</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=333&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/26/itb-memang-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuamar.files.wordpress.com/2009/07/aulatimur.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AulaTimur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reunian Laskar SD Salman Al-Farisi Angkatan 2000</title>
		<link>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/21/reunian-laskar-sd-salman-al-farisi-angkatan-2000/</link>
		<comments>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/21/reunian-laskar-sd-salman-al-farisi-angkatan-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 13:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuamar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah Pengalamanku]]></category>
		<category><![CDATA[reuni sd]]></category>
		<category><![CDATA[salman al-farisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuamar.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Wah..alhamdulillah kemarin berhasil reunian SD lagi dan bagusnya kali ini lebih banyak dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Keren-keren..
Sebetulnya wajah teman-teman semua tidak jauh beberda, hanya saja butuh beberapa saat bagi saya untuk connect. Butuh flash back dulu ke zaman SD, untuk ngeliat seperti apa muka teman2 saat itu, dan kembali lagi ke masa sekarang untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=331&subd=yuamar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wah..alhamdulillah kemarin berhasil reunian SD lagi dan bagusnya kali ini lebih banyak dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Keren-keren..</p>
<p>Sebetulnya wajah teman-teman semua tidak jauh beberda, hanya saja butuh beberapa saat bagi saya untuk connect. Butuh flash back dulu ke zaman SD, untuk ngeliat seperti apa muka teman2 saat itu, dan kembali lagi ke masa sekarang untuk mencocokkannya… Dan ternyata memang sama. Yang beda mungkin gaya dari masing-masing diri kita. Tapi ada juga gayanya yang tetap saja sejak dulu.. Untuk beberapa orang sih udah ga terlalu kaget  ngeliatnya, karena udah sering ketemu…</p>
<p>Jadi lucu, mengingat-ingat masa SD dulu. Banyak hal yang dapat membuat kita tersenyum, tertawa atau bahkan membuat kita malu. Bayangin saat SD, kita berumur kira-kira 12 tahun dan sekarang  21 tahun. Sekitar 9 tahun lamanya kita mungkin udah ga ketemu lagi. Ternyata ada yang udah mau lulus lagi, tinggal sidang, ada juga yang udah mau nikah..(selamat ya..!), mungkin ada juga yang sudah bekerja, dan ada juga yang sedang berjuang keras dengan kuliahnya, berhadapan dengan mata kuliah yang kadang membuat kita stress..</p>
<p>Tapi.. saya pribadi senang dan bahagia bisa kembali berkumpul dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan semua. Tanpa saya sadari kalian semua menjadi inspirasi bagi saya, termasuk untuk cepat lulus dan menikah…haha…</p>
<p>Siplah..seperti yang kemarin sudah dibicarakan, kita akan membuat ikatan silaturahmi kita semakin kuat. Kita akan mencoba untuk mengumpulkan alumni SD Salman Al-Farisi angkatan 2000 ini lebih banyak lagi, bahkan kalau bisa kita kumpulkan ke-60 laskar Salman Al-Farisi yang saat ini mungkin tengah mencari jati dirinya atau mungkin sudah ada yang menemukannya.</p>
<p>Waktu memang tidak terasa bergulir begitu cepat,bagaikan bola yang dioper menyusur tanah oleh David Beckham.  Perasaan baru kemarin kita bermain kasti, bermain bola, mendengar pecahan kaca akibat kerasnya sepakan bola, ngantri makanan bersama, lalu mencuci piring di tempat wudlu, solat berjamaah bareng, main petak umpet, boy-boyan, terus juga mendapat teguran dan pelajaran yang luar biasa dari guru-guru kita, saling bergurau dan bercanda, bahkan jahil-jahilan dengan teman kita.. Eh ternyata sudah sembilan tahun berlalu… dan sekarang kita mungkin harus sudah mulai memikirkan masa depan kita.</p>
<p>Yup,,,mari kita kumpulkan teman-teman kita kembali…kita reunian, berbagi cerita dan bahagia bersama-sama teman-teman tercinta… Hal-hal seperti ini merupakan suatu suasana yang indah dan akan menjadi kenangan yang sangat berkesan…</p>
<p>Oke Fuad,eh maksudnya kita semua, mari kita reunian kembali dengan squad tim yang lebih besar lagi..!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuamar.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuamar.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuamar.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuamar.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuamar.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuamar.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuamar.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuamar.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuamar.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuamar.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuamar.wordpress.com&blog=3992227&post=331&subd=yuamar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuamar.wordpress.com/2009/07/21/reunian-laskar-sd-salman-al-farisi-angkatan-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6d3ceb107d18f451058dccf0382500c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuma</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>