Sudah lama saya tidak menulis lagi yang kemudian di-publish di media, seperti di blog saya ataupun di facebook.
Terakhir, saya benar-benar menulis dengan terus menerus adalah saat bulan Ramadhan. Saat itu, memang saya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya alami di bulan puasa itu. Akan tetapi setelah itu bahkan sampai sebelum saya menulis tulisan ini, intensitas saya dalam menulis sudah menurun.
Setelah menyelesaikan proyek pribadi menulis di bulan suci kemarin, seolah-olah saya tidak perlu menulis lagi. Rasanya ingin istirahat dulu dari kegiatan menulis. Sudah cukup dengan tulisan-tulisan saya kemarin. Motivasi saya kembali menurun. Tidak ada lagi dorongan yang kuat yang menyebabkan saya ingin menulis lagi. Antusiasme saya dalam menulisa sudah mulai menghilang.
Saat menulis di bulan Ramadhan, sempat saya merasakan bahwa saya menulisnya dengan agak terpaksa, karena agar proyek yang telah dumulai ini, tidak berhenti di tengah jalan. Akan tetapi keterpaksaan itu membuat saya kembali bergairah untuk menulis.
Ada yang bilang, emotion creates a motion and a motion can create emotion. Artinya ketika saya dipaksa untuk menulis, maka semangat saya muncul kembali. Dan ketika saya bersemangat, maka saya akan dapat terus menulis. Akhirnya, dengan berjuang keras, saya berhasil menyelesaikan sekitar 31 tulisan, yang terdiri dari satu pembuka bulan Ramadhan, 29 tulisan berhikmah saat berpuasa, dan satu tulisan penutup saat idul Fitri.
Apalagi ketika saya mengingat bahwa proyek menulis selama satu bulan penuh ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa bagi saya. Saat itu saya membayangkan diri saya satu bulan ke depan seperti seorang penulis yang telah menyelesaikan tulisannya dan siap untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Saya pun pernah berharap agar kelak tulisan-tulisan saya itu dapat dijadikan sebuah buku yang dapat menginspirasi diri saya dan orang lain. Dan tentu hal itu adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi diri saya.
Saya sangat bersyukur bisa menulis seperti itu secara terus menerus. Dan hal ini ingin sekali saya lanjutkan. Tidak hanya berhenti saat bulan puasa, karena saya merasakan manfaatnya ketika menulis. Ada suatu perasaaan lega setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Bisa dibilang menulis itu dapat menghilangkan stress. Dan, saya masih dalam tahap untuk menjadikan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ya, bisa dibilang suatu hobi baru bagi saya.
Selain itu saya merasa dengan menulis, saya diberikan kesempatan untuk dapat memberikan manfaat bagi sesama, bagi teman-teman saya, dan bagi orang lain. Adalah suatu kebermaknaan bagi saya, apabila saya dapat memberikan inspirasi bagi sesama. Dan ini sebetulnya adalah motivasi terbesar saya ketika menulis. Karena saya percaya atas ucapan Sang Nabi yang mulia, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.”
Memang saat ini tulisan-tulisan saya masih seputar kisah-kisah pengalaman saya dan apa yang saya amati di luar diri saya yang tentunya tak lupa saya selalu mengambil pelajaran atau hikmah dari setiap pengalaman itu. Akan tetapi, suatu saat saya pun berharap dapat menulis sebuah karya tulis ilmiah ataupun yang agak berbau serius.
Tentu saya harus terus belajar dan tak lupa untuk terus membaca. Apa pun. Baik itu membaca buku, koran, tabloid, majalah, ataupun membaca pikiran orang lain dan bahkan membaca tulisan-tulisan yang tertera di alam yang indah ini. Saya harus kembali menumbuhkan motivasi saya dalam kegiatan menulis ini, karena saya yakin, membaca dan menulis adalah sebuah aktivitas yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik lagi, insya Allah.


like this..
yuma tulisannya inspiratif :D
nice quote :D
tuangkan ke dalam bentuk buku, yum.. ada rencana?
semangat yum!!
ayeuna geus di bandung deui teu?hayu putsal deui lah.
ceuk orang bijak, pikiran sehat ada pada tubuh yang sehat
jadi ngarah nulisna lancar. kudu putsal holo.(jauh teuingnya? :D )
*haduh,urang kasindir. udah ampir setaun ga nulis :D
Insya Allah Bo… Sip hayu futsal deiu…
tinggal booking aja lagi Bo,,ntar kabari ya…
oke semangat juga ya Bo…
yumaa, awak blogwalking.. :)
sepaket yum, tetaplah menulis. Sejelek apapun menurut kita, karena apa yang kita anggap jelek, belum tentu dianggap bagus sama yang lain .. lho ? hahahaha
hayu ah, kita putsall!!!