MU ngasih opsi untuk mengundang Indonesia bermain di Kuala Lumpur… Eh Nurdih Halid menolaknya…
Ketika saya mendengar ada opsi bahwa Indonesia masih bisa bertanding dengan MU di Kuala Lumpur, jujur saya merasa senang. Tapi saat mendengar PSSI menolaknya, saya langsung kecewa.
Udah untung MU masih berbaik hati memikirkan indonesia agar dapat mengobati kekecewaan para fans. Eh, kesannya indonesia malah jadi sombong ya…seperti Indonesia adalah sebuah tim besar saja. Yang penting kan Boza Salossa dkk, bisa mendapat pelajaran berharga dr pertandingan lawan MU itu, bisa melihat permainan para pemain bintangnya dan menguji langsung mental dan teknik para pemain Indonesia.
“ Kita menolak undangan tersebut karena ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Selain untuk memuaskan pencinta sepakbola tanah air juga untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” kata Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Eits..justru dengan adanya penolakan Nurdin seperti ini malah para pecinta sepakbola tanah air semakin tidak bisa melihat Indonesia All-Star bertanding dengan MU. Walaupun di Kuala Lumpur, TVone pasti tetap akan meyiarkannya, karena pertandingan Malaysia Vs MU saja disiarkan TVone.
Mengenai citra Indonesia, justru hal ini akan menimbulkan anggapan dari klub MU tersebut, bahwa Indonesia tidak percaya kepada mereka dan ini akan kurang baik terhadap kepercayaan mereka kepada Indonesia kedepannya. Buktinya, MU telah percaya kepada Indonesia akan keamanan di Jakarta, terutama di hotel yang akan diinapnya, Ritz Carlton, sehingga MU bersedia datang ke Jakarta. Eh, sekarang giliran diminta kepercayaannya, PSSI malah ga mau percaya dengan undangan MU itu.
Kalau sekarang udah menolak seperti ini, memang untungnya seperti apa ? Sudah tidak jadi main, panitia rugi sekitar 30 Milyar. (sumber: detiksport.com). Apakah mau berharap tahun depan MU mau berkunjung lagi ? emm..sepertinya mereka akan berpikir ulang lebih banyak.. Mereka juga akan takut untuk datang lagi karena kita belum bisa memberikan jaminan keamanan di Indonesia., seperti sekarang ini.
Saya dan mungkin seluruh penggemar sepakbola di tanah air kecewa dengan batalnya kedatangan klub sebesar MU di Indonesia. Tapi, saya pribadi juga kecewa dengan Nurdin Halid yang menolak undangan dari MU. Kapan lagi MU mengundang Indonesia ? Saya pikir justru ini suatu kehormatan mendapat undangan dari tim sebesar MU.
Ya, mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini. Mari kita berdoa supaya Indonesia tetap menjadi Negara yang aman, tertib, dan damai.

