Setelah menunggu berdesak-desakan selama 20 menit di Halte Harmoni yang memang terkenal sebagai halte dengan penumpang terbanyak, akhirnya syukur alhamduliilah saya mendapat giliran untuk merasakan AC busway. Jujur, baru pertama kali saya melihat dan merasakannya sendiri mengantri di halte tersebut menuju jurusan Kali Deres, begitu dahsyatnya, Seperti akan mengantri sembako atau menonton konser music.
Jika ingin digambarkan lebih detail lagi, posisi saya dan orang-orang sudah sangat berdempetan, bahkan tak bisa dipungkiri saling bersentuhan dengan sampirng kiri-kanan, atau depan-belakang. Saya sendiri membawa tas ransel dengan posisi menghadap ke depan sehingga dapat selalu terawasi . Sebetulnya saya baru menyadarinya ketika orang-orang di sekitar saya membawanya seperti itu. “ O ya, betul juga y…saya harus hati-hati,” pikir saya dalam hati.
Saya juga melihat keadaan saat itu begitu membuat petugas busway cukup kerepotan. Beberapa kali dia mengingatkan kita untuk tidak saling dorong. Dorongan dari belakang memang lebih terasa. Sekali dorong ke depan, efeknya seperti domini, jadi yang kasian yang udah hampiri di depan. Di depan masih agak tertahan karena tidak mungkn masuk busway buru-buru, langkahnya kudu hati-hati. Sementara di belakang udah tidak sabaran untuk merangsek ke depan. Yang terjadi adalah beberapa orang terhimpit. Saya melihat sendiri seorang bapak yang cukup terhimpit badannya sehingga posisinya sampai miring.
Belum lagi, saya melihat anak kecil yang terhimpit di pojokan jalur yang menyempit untuk masuk ke dalam busway itu. Anak itu memang tidak kelihatan awalnya, tetapi dia begitu ketakutan saat sudah melewatinya dan mencari ibunya. Orang-orang di sekitar situ sampai berkata, “Eh, itu anak-anak, jangan sampai digituin juga, “. Wah, seperti inilah keadaan di sore hari, bagaimana orang begitu merindukan busway di halte Harmoni ini. Memang seperti namanya Harmoni yang berarti harmonis. Orang memang selalu mengharapakan dan merindukan suatu kehidupan yang harmonis.. Sehingga orang-orang berbondong menghampirinya.
Siapa yang tidak merindukan suatu keharmonisan dalam kehidupan ? Siapa yang tidak menginginkan keharmonisan dalam berumah tangga, bermasyarakat, bebangasa, dan bernegara ? Saya yakin semua orang inign suatu kehidupan yang harmonis.
Jadi, mungkin ada hubungannya juga antara nama halte harmoni dengan suatu keharmonisan yang diharapkan oleh orang banyak. Berdesak-desakannya memang tidak menunjukkan suatu keharmonisan, tetapi bagaimana kerinduan akan keharmonisan itu ditunjukkan dengan berbondong-bondongnya orang mengantri di halte Harmoni.
Saat ini memang sepertinya bangsa ini kekurangan kerhamonisannya. Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan semakin terasa, sebagaian orang lebih mementingkan dirinya sendiri, atau lebih mengutamakan kepentingan golongannya. Keharmonisan dalam kehidupan berbangsa kurang terlihat. Para pemegang kekuasaan dengan sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan kelompoknya. Orang kecil sulit untuk banyak “bicara” dalam negeri yang katanya menganut system demokrasi.
Ah,tapi itu hanya sementara. Saya yakin masih banyak orang-orang di negeri ini yang mendambakan keharmonisan itu dan berusaha dengan seluruh jiwanya untuk mencapai keharmonisan itu. Tidak hanya keharmonisan bagi dirinya sendiri, tetapi dia merangkul orang-orang di sekitarnya untuk berbagi kebahagiaan sehingga keharmonisan itu menjadi suatu ikatan yang kuat.
Maukah kita untuk membangun keharmonisan itu?
Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang harmonis dalam menerusi perjuangan para pahlawan dahulu , sehingga keharmonisan itu dapat dirasakan oleh jiwa-jiwa dari setiap lintas generasi.


Kok jadi inget sama lagunya Michael Jackson yah..?? yang heal the world..?? hehehehe..
“…make a better place for you and for me…”
Mahendra Gudhakesa Samsu Likes this…
Setuju Yum, ketidakharmonisan bangsa ini udah bisa dilihat dari hal-hal kecil yang kita lihat sehari-harinya.. Bener-bener bikin miris sih, tapi apa daya. Udah waktunya kita sendiri udah harus melakukan sesuatu lah buat itu…
Ditunggu aksi nyata anda bung Yuma.. wkwkwkwk
Insya Allah Kes…
Walaupun itu dimulai dari hal-hal yang kecil..
Mari qt sama2 berjuang.
bismillah..