Kepercayaan akan tumbuh apabila saya dapat membuktikannya bahwa saya memiliki integritas. Saya merasa ingin dapat membayar kepercayaan teman-teman saya terhadap apa pun itu dengan usaha dan perjuangan yang saya lakukan. Memang berat untuk membuktikannya. Begitu banyak godaan dan ajakan untuk bersantai-santai. Akan tetapi hal tersebut insya Allah akan dapat diatasi dengan baik..
Saya ingin mencoba menyelesaikan hal-hal kecil yang mungkin dikira sepele, tetapi itu sangat mempengaruhi yang namanya kepercayaan tadi. Sekali saja saya meremehkannya, maka akan cukup sulit untuk mengembalikannya. Mungkin hal ini tidak terlalu dirasa saat saya masih kuliah, walaupun saya mungkin mulai merasakannya. Apalagi jika hal tersebut terjadi di dunia luar sana, setelah kuliah. Bertemu dengan berbagai macam orang dengan latar belakang yang jauh lebih berbeda. Sedikit saja kita melakukan suatu hal yang merugikan orang lain, maka integritas kita akan turun.
Saat di kuliah ini, integritas kita mungkin tidak terlalu diuji, karena masih dipengaruhi oleh pertemanan. Sebuah keakraban atau pertemanan terkadang membuat saya menjadi tidak punya integritas. Muncul sebuah anggapan, “ Ah, santai saja, dia pasti ngerti kok. Dia kan teman saya. Gak apa apa klo saya tidak mengerjakannya. Pasti dia memaklumkannya. “
Tapi sebenarnya hal tersebut sangat mempengaruhi diri saya. Apa yang saya pikirkan, mungkin tidak dipikirkan oleh orang lain. Anggapan saya tentang itu, mungkin ditanggapi yang berbeda oleh teman saya. Mungkin dia tidak mengekspresikannya dalam tindakan dan sikapnya, tetapi hatinya mungkin tidak bisa dibohongi. Dia tidak mau memperlihatkannya kepada saya, karena pertemanan yang telah terjalin.
Jadi, saya berusaha untuk dapat melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Memang saya harus bisa menempatkan dengan baik dan bijak antara pertemanan dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Hal ini melatih diri saya, agar jangan sekali-kali saya meremehkan hal-hal kecil. Karena hal-hal besar dibangun dari hal-hal yang kecil.

