Hari ini, siang ini, terasa begitu panas. Jam 11-an menuju matahari berada persis di atas kepala, terik mataharinya sangat menyengat, sehingga keringat keluar dari leher saya. Panasnya akan semakin panas karena adanya debu-debu yang bertebaran di udara disertai asap-asap kendaraan bermotor yang kurang sehat. Beginilah keadaan Bandung pada hari ini. Sepertinya efek pemanasan global benar-benar terasa di Bandung ini. Global warming in Bandung. Udara di kota ini sudah tidak lagi sesejuk dahulu.
Selain panas, ternyata perjalanan saya menuju ke rumah diwarnai kemacetan di jalanan. Penuh dengan mobil dan motor yang ingin menikmati hari sabtu ini. Macet yang membuat saya begitu lelah dan tidak nyaman, karena memang saya agak cukup letih hari ini, karena malamnya ada acara training yang membuat saya hanya tidur 2 jam.
Dua kondisi yang saya rasakan siang itu, panas dan macet.
Akan tetapi saya berharap, semoga keadaan hati saya saat ini tidak sedang panas, melainkan tetap menyejukkan baik bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain. Biarlah udara kota ini begitu panas, akan tetapi hati tetap sejuk. Biarlah sinar mentari begitu teriknya , tetapi hati tetap memberikan kenyamanan bagi diri saya.
Semoga juga jalan pikiran saya tidak macet, melainkan tetap lancar dan dapat berpikir dengan jernih. Biarlah kondisi jalanan macet, tetapi pikiran saya tetap lancar. Biarlah mobil dan motor memenuhi jalanan, akan tetapi saya tidak akan biarkan pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran saya.
Jadikanlah hidup ini penuh dengan kemuliaan dengan memiliki hati yang sejuk dan pikiran yang jernih..

