Dahulu saya kesel banget kalau juventus kalah. Rasanya kecewa kalau “Si Nyonya Tua” mainnya ga bener dan membuatnya kalah. Apalagi kalau gagal menjuarai liga italia, serie A. Tapi sekarang, rasanya jadi biasa-biasa saja klo juventus kalah. Ya sudahlah, namanya juga permainan sepak bola.
Saya adalah penggemar berat juventus sejak SD , bahkan sejak zaman Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli masih main di juventus. Hampir setiap pertandingan juventus, saya tonton, klo disiarkan. Jam berapau juventus main, saya usahakan nonton. Sampai sekarang pun seperti itu, saya tetap seorang juventini, tapi kadar fanatisme saya agak berkurang.
Melihat kondisi permainan juventus yang agak menurun belakangan ini, sempet membuat saya kecewa. Performa Gianluigi Buffon dan para bek-bek juventus, memang tidak menampilkan penampilan terbaiknya. Awalnya sudah peringkat dua, terpaut 3 angka dari inter milan, dan jauh unggul dari peringkat tiga Ac Milan, eh sekarang justru mulai kalahan dan susah banget meraih kemenangan. Bahkan dua pekan lalu udah kesusul Ac Milan. Kemarin aja lawan Reggina (tim terancam degredasi), seri 2-2.
Ada apa dengan juventus ?
Tapi saya menganggapnya biasa-biasa aja. Ga mungkin tim kesayangan saya menang terus.
Saya hanya ingin mengomentari juventus yang masih banyak dihuni oleh para seniornya saat ini. Bukannya ingin mendepak mereka, tapi sudah saatnya juventus benar-benar memaksimalkan para pemain mudanya. Dari 11 pemain inti, hanya Chiellini, Molinaro dan Marchisio, yang benar-benar muda. Yang lainnya berusia di atas 28 tahunan. Giovinco yang disebut-sebut sebagai pengganti Del-Piero, juga lebih sering sebagai cadangan dan baru dimasukkan pas babak kedua.
Saya juga agak heran dengan manajemen juventus yang “doyannya” mendapatkan pemain yang sudah tua. Mengambil pemain yang sudah bebas terikat kontrak, seperti Olof Mellberg, tapi dia itu udah 30-an. Belum lagi terdengar klo juve mau ngambil Fabio Cannavaro dari Real Madrid. Dia bisa didapet dengan gratis, karena kontraknya udah habis dengan El-Real. Tapi dia itu sudah 35 tahun. Apalgi bagi seorang bek, dibutuhkan pemain-pemain yang masih punya konsentrasi tingkat tinggi dan masih memiliki kecepatan. Nah, kayaknya klo yang udah diatas 30an, itu sudah menurun kecepatannya.
Memang julukan juve itu kan “SI NYONYA TUA”…mungkin harus mulai diganti jadi “SI NONA MUDA”…biar juve belinya yang “hot prospect for the future” (kayak di game Championhip Manager”
Saya sih, mengharapkan musim depan ,juve beli pemain-pemain muda, kayak arsenal. Ya,,klo mau beli yang agak terkenal, jangan yang sudah di atas 30an.
Forza Juventus….Bravo Juventus..!


Geus karolot ma pemain juve mah!! geus areuweuh tanagaan.. geura ganti ku ente atuh!! he..he..
ma, buka blog urang atuh!! bere komen nya…
ya nih…butuh regenerasi pemain…
malahan berencana datengin yang tua lagi..