Al-Hijr 95-96
95. Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),
96. (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; Maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).
97. Dan kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
98. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),
99. Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
Saat saya membaca terjemahan pada surat ini khusus ayat 95-98, terpikir oleh saya bahwa Nabi Muhammad pun seorang manusia biasa layaknya kita. Pada ayat 97, disebutkan bahwa dada Nabi Muhammad menjadi sempit karena ucapan-ucapan yang dilontarkan kaum musyrikin. Sebelumnya di ayat 95 dijelaskan bahwa mereka mengolok-ngolok Nabi Muhammad (ayat 95).
Seorang manusia wajar bila dadanya terasa sempit, apabila ada orang lain yang berkata tidak baik atau ada yang menghina dia. Dan ini dirasakan oleh Nabi Muhammad. Beliau pun merasakan dadanya menjadi sempit.
Akan tetapi Allah memberikan petunjuk kepada Nabi Muhammad untuk bertasbih kepada Allah dan melakukan sholat (ayat 98) serta untuk terus menyembah Allah sampai akhir hayat (ayat 99).
Petunjuk yang Allah berikan itu, juga sudah pasti berlaku bagi kita semua. Saat hati ini terasa sempit, saat tak dapat lagi menahan amarah, saat dada ini terasa sesak seperti di dalam ruangan kecil, cobalah untuk melakukan tips praktis langsung dari Allah ini.
Berdzikir mengucapkan tasbih, subhanallah (Maha suci Allah)
dan tahmid, alhamdulilah.. (Segala puji hanya milik Allah)
Resapi maknanya,
Rasakan kedamaian saat mengingat Allah
Lalu dirikanlah sholat.
Lepaskan semua beban di pundak,
keluarkan ganjalan-ganjalan di dalam hati.
Bersujud kepada-Nya
Saat Nabi Muhammad mendapat ucapan-ucapan yang membuat dadanya menjadi sempit, apa yang Beliau lakukan? Apakah Beliau membalasnya ? Apakah kata-kata itu membuatnya menjadi benci ?
Tidakā¦
Seperti kisahnya di Thaif, saat Beliau diolok-olok sambil dilempari batu dan kotoran. Apa reaksinya ? Beliau tetap sabar, bahkan beliau mendoakan mereka yang mengoloknya. Jelas, Nabi Muhammad memperlihatkan akhlaknya yang sangat mulia. Melaui sifat sabar yang Allah tanamkan kepada diri Beliau, ucapan-ucapan itu justru dijadikannya sebuah peluang untuk berbuat kebaikan dengan mendoakannya.
Bagaiman dengan kita ? Semoga kita dapat mencontoh sikap Beliau dalam menyikapi segala ucapan yang tidak mengenakkan hati kita.

