Resensi Buku “ Quantum Reading “
Karya Hernowo
Apa yang saya dapat ketika membaca habis buku Quantum Reading ini ? Apa manfaat yang saya peroleh ? Adakah sesuatu yang menggerakkan saya ? Saya akan coba berbagi dengan kawan-kawan semua.
Seperti judul bukunya, Quantum Reading, pasti buku ini membahas mengenai konsep-konsep dan teknik-teknik membaca, khususnya membaca buku. Ada dua bagian bahsasan besar dalam buku ini :
1. Konsep-konsep terkait membaca buku
Dalam bagian ini dijelaskan mengenai AMBAK, manfaat membaca buku, sugesti dan paradigma, imajinasi, meningkatkan daya ingat, melibatkan seluruh indra, dan Mind Mapping.
Yang paling menarik bagi saya adalah mengenai AMBAK, paradigma dan Mind Mapping. AMBAK adalah akronim dari Apa Manfaatnya Bagi Ku?. Yup, inilah yang dapat menggerakkan kita ketika akan melakukan kegiatan membaca buku. Ini yang dapat menumbuhkan motivasi dari dalam diri kita. Disebutkan ada jenis motivasi, yaitu motivasi internal dan eksternal. Yang akan awet dan tahan lama adalah motivasi internal. Bagaimana caranya menumbuhkan motivasi internal ini ? Ya, dengan AMBAK. Saya akan meringkasnya menjadi beberapa tahap :
a. Daftar segala manfaat yang akan kita peroleh ketika membaca buku. Tulis sebanyak-banyaknya.
b. Lontarkan pertanyaan terhadap manfaat tadi, hingga kita mendapat jawaban yang spesifik dan detail.
Misal : “ Membaca menambah pengetahuan.”
Q : pengetahuan apa? Yang seperti apa? Memangnya mengapa harus berpengetahuan ?
A : Saya ingin menambah pengetahuan mengenai pemikiran-pemikiran orang lain, sehingga saya bisa melihat paradigma orang lain dan dapat saya tambahkan dengan pemikiran saya. Oleh karena itu, saya akan lebih terbuka dan kritis dalam memandang sesuatu.
Jawaban yang spesifik ini yang menurut Hernowo, dapat membuat kita lebih termotivasi dalam melakukan kegiatan membaca.
Lalu mengenai Paradigma, kita harus merubah pradigma kita tentang membaca. Tumbuhkan pandangan-pandangan positif tentang membaca. Misal : Membaca itu menyenangkan. Apabila pikiran kita selalu dipenuhi hal-hal positif, maka kita akan lebih dapat memaknai kegiatan membaca kita.
Mengutip perkataan Steven Covey, “ Jika saya ingin mengubah suatu keadaan, maka saya harus mengubah diri saya terlebih dahulu. Saya harus mengubah paradigma saya terlebih dahulu.”
Ingin saya tambahkan, sebetulnya perkataan Steven Covey tadi seperti yang tercantum dalam Al-Quran di surat ke-13, yaitu Ar-Ra’du, ayat 11:
“..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaanyang ada pada diri mereka sendiri. ..”
Lalu berikutnya adalah mengenai Peta pikiran (mind mapping). Ternyata kekuatan peta pikiran ini luar biasa. Manfaatnya untuk keperluan mendaftar tugas2, mendeskripsikan proyek, keperluan menulis, brainstorming ide, keperluan membaca (mengikat makna).
Ya.. Mengikat makna, inilah yang sangat penting dalam kegiatan membaca. Mengikat makna adalah suatu bentuk pemahaman kita terhadap apa yang telah kita baca. Salah satu caranya adalah dengan menulis. Inilah yang dicontohkan oleh Pak Hernowo kepada para pembaca buku, untuk dapat menuliskan gagasan penting dari materi yang telah dibacanya.
Akan sangat rugi jika kita setelah membaca tidak mendapatkan apa-apa, takutnya udah keburu lupa. Oleh karena itu, dengan menuliskannya, kita telah berusaha untuk memahami dan menuliskan gagasan sang penulis di kertas lain dengan kata-kata kita sendiri. Termasuk yang saya tulis ini, sebagai bentuk mengikat makna dari buku Quantum Reading.
2. Teknik praktis membaca buku
Pada bagian kedua ini Pak Hernowo mengumpulkan teknik-teknik mengenai membaca dari berbagai pakar dan sumber lainnya. Diantaranya adalah Gaya membaca Accelerated Learning, SAVI, dan Learning revolution,
Yang paling menonjol bagi saya adalah teknik SAVI (Somatis, Audiotori, Visual, Intelektual). Jadi somatik itu, dalam membaca buku, libatkan anggota tubuh kita yg lain. Jangan hanya duduk, cobalah berdiri, lalu gerakkan tangan kita dan kaki kita sebagai bentuk istirahat otak kita saat membaca.
Audiotori, coba baca dengan mengeraskan suaru pada kalimat2 yang menurut kita sulit dicerna. Hal ini dapat membantu kita dalam memahami, karena kita menggunakan indra pendengaran kita juga.
Lalu Visual. Berimajinasilah saat kita membaca, membayangkan makna dari kalimat-kalimat yang kita baca.
Terkahir adalah Intelektual. Gunakan sikap kritis kita dalam menanggapi ide atau gagasan sang penulis. Apakah kita setuju atau bertentangan dengan pemikiran kita. Hal ini membantu kita meningkatkan pemahaman terhadap materi buku itu. Lebih baik lagi kita tuliskan kembali (ikat makna) untuk lebih mempertajam pemahaman kita.
Buku ini menurut saya sangat bagus untuk menumbuhkan semangat membaca kita. Disebutkan juga, Orang yang banyak membaca itu, wawasan dan pengetahuannya luas, sehingga dia punya banyak pilihan keputusan saat dia menghadapi suatu tantangan. Keputusan itu diambil berdasarkan keyakinan dirinya akan pengetahuan yang dia punya.
Tapi sayangnya saat ini sudah sulit dicari toko buku. Saya mendapatkannya di perpustakaan masjid Salman ITB di jalan Ganesha Bandung.


wow nice blog … lam kenal sobat
sekali2 kunjungin blog ku yah ….. heheheh
http://babbicool.blogspot.com
http://pondokartis.blogspot.com
http://bjdtthy.com
asalamualikum selamat kunjungi blok aku ya. met kenal aja?