Pernah ga kita ngerasa sebel atau tidak suka sama orang lain? Pasti pernah…(atau ada yg ga pernah? Hebat ..). Kita ngga suka sama dia bisa saja karena perilakunya, sikapnya, cara dia berbicara, atau alasan lain sehingga kita jadi “ilang feeling” dengan dia. Nah pada saat itu pasti kita juga males dengerin dia bicara. Dia ngomong apa, rasanya udah ga enak untuk didengerin. Dia berbicara tentang ini, walaupun sesuai dgn pendapat kita juga rasanya tetap aja nganggap dia salah (bener ga?) ..
Yah…itu sih wajar.. Tapi jangan berlebihan. Saya juga pernah ngerasain kaya gitu. Sikap dia itu kadang bikin saya kesal. Trus dia bicara, ya saya jadi males tuk ngedengerin dia, tapi saya tetap berusaha menangkap apa yang dia bicarakan dan mengambil hal positifnya. Yap..memang sulit sih…tapi itu bisa dilakukan ko..
Ali bin Abi Thalib pun pernah mengatakan
“ Simaklah apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang mengatakan“..
Ya,,seperti itu. Kita harus bisa mengendalikan emosi kita. Mari coba kita bersabar. Jangan perdulikan siapa yang lagi bicara itu, apakah dia yang suka ngelakuin sesuatu yang tidak kita suka, contoh : ngerokok terus di depan kita, ga pernah serius bekerja, dll. Apakah dia orang yang selalu tidak sepaham dengan kita, atau siapapun dia.
Yang penting, kita dengerin dulu apa yang dibicarakan. Bila kebaikan dan kebenaran yang ia ucapkan, kenapa kita tidak mendengarkannya? Bila sesuatu kejujuran yang ia ucapkan, maka kenapa kita tidak percaya dengan dia? Apa yang ia ucapkan bisa jadi banyak manfaatnya bagi kita. Kita bisa jadi nambah pengetahuan dan bisa juga jadi bahan renungan bagi kita.
Bila kita benar-benar males dengan dia, ya kita ga usah melihat mukanya ketika ia berbicara. Alihkan pandangan tapi tetap mendengarkan ucapannya..
So..just be patient..dan be a good audience..


gw juga pernah punya pengalaman kayak begitu, kalau ada orang ngomong sering dipotong, giliran gantian dipotong malah marah
manusia emang macem-macem dan punya kekurangan masing-masing, ya gak yum?
yang terpenting sekarang adalah gimana buat memperlebar range toleransi kita.
baik buruknya seseorang itu tergantung dari bagaimana cara kita mengenalnya
hahahah, udah kaya ustad aja gua
makasi udah berkunjung, blog kamu segera saya link
tangkyu
http://www.journalight.wordpress.com
yup…bener sekali Pin…
Dengan ngeliat macem2nya sifat orang, kelebihan dan kekurangan orang,,,tinggal bagaimana kita memberikan sikap kita yang terbaik dengan keadaan itu…
Thanks juga bwt commentnya…
Telinga merupakan sumber pengetahuan mendasar bagi manusia, jadi pada intinya kenapa kejengkelan perasaan, kejinya prasangka, dan buruknya niat menjadi tembok pembatas kita akan sebuah wawasan baru?
Salut utk Yuma yang melansir ide ini.
A good speaker is a good listener…