Ada sebuah film animasi yang baru saja saya tonton dan menurut saya cukup bagus. Nama film itu “ Horton, Hears a Who”. Salah satu pengisi suaranya adalah aktor komedi terkenal, Jim Carrey. Ia mengisi suara tokoh utama dalam film itu, yaitu Horton, seekor gajah yang cukup cerdas.
Jadi, jalan caritanya itu mengisahkan di sebuah hutan dimana ditinggali berbagai macam hewan, termasuk Horton di dalamnya. Hutan itu pun memiliki penguasanya yaitu seekor ibu kangguru yang judes.
Nah, suatu ketika, saat Horton sedang bermain di sungai, ia mendengar ada suara kecil di sebuah tangkai bunga dan suara itu berasal dari debu/kotoran yang menghinggapi bunga itu (istilah dalam dilm itu, speck). 
Ternyata, di dalam debu itu terdapat sebuah dunia yang berisi manusia (walaupun dalam film itu, manusianya tidak seperti biasanya). Akhirnya Horton bisa berkomunikasi dengan dunia itu. Ia berkomunikasi dengan seorang major yang bisa mendengar suara Horton melalui pipa.
Akhirnya Horton merasa dunia yang ada di dalam debu itu harus segera diamankan dan ditaruh di tempat yang aman, yaitu di suatu bunga yang ada di puncak gunung. Horton terus memegang bunga itu untuk sampai ke tujuannya. Dalam perjalanan Horton mendapat berbagai rintangan seperti harus melewati jembatan kayu panjang yang sangat rapuh. Ia juga berhadapan dengan burung pemangsa yang diutus oleh sang penguasa hutan, ibu kangguru, yang merasa warga hutan termasuk anak-anak dari para hewan lainnya teracuni pikirannya akibat pendapat Horton yang mengatakan ada dunia di dalam debu tadi. Ibu kangguru itu tidak percaya. “Apa pun yang tidak bisa dilihat dan didengar, itu berarti tidak eksis”, katanya.
Sampai akhirnya setelah melewati berbagai rintangan dan usaha dari para penduduk dunia manusia tadi untuk meyakinkan dunia luar (dunianya Horton) bahwa mereka eksis, sehingga mereka dapat menyelamatkan dunia mereka sendiri dengan mengeluarkan suara dari seluruh warganyanya ketika tangkai bunga itu hampir dijatuhkan ke dalam air panas oleh ibu kangguru tadi. Suara itu akhirnya bisa didengar oleh anak kangguru dan bisa meyakinkan semuanya termasuk si ibu kangguru itu bahwa mereka benar-benar ada.
Ada kata-kata bagus yang diucapkan dalam film itu oleh naratornya,
“Person is a person, no matter how small”.
Ini berarti, sekecil apa pun harta kita, kedudukan kita, jabatan kita bahkan fisik kita, Kita tetaplah manusia yang memiliki potensi kebaikan pada setiap individunya.
Klo saya simpulkan lagi, “ Di hadapan Allah, kita semua sama, yang membedakan adalah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah “ (Al-Hujurat, 49 : 13).
“ Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. “


wah, jadi pengen nonton juga yum, ada di rileks?
ikut nge-link blognya juga ya.. ^ ^
Ada…saya dapetnya juga dari Rileks..
udah plus subnya.. bagus filmya ko…